<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840</id><updated>2012-01-23T13:35:05.486+07:00</updated><category term='profil'/><category term='penyakit kambing'/><category term='reproduksi'/><category term='pakan kambing'/><category term='kambing'/><category term='manajemen peternakan kambing'/><title type='text'>kambing Indonesia</title><subtitle type='html'>Peternakan Kambing Etawa di Kota Pekanbaru</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>71</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-7934934653204926153</id><published>2012-01-23T13:35:00.000+07:00</published><updated>2012-01-23T13:35:05.503+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen peternakan kambing'/><title type='text'>pupuk cair organik dari urine kambing</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-7934934653204926153?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/7934934653204926153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2012/01/pupuk-cair-organik-dari-urine-kambing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/7934934653204926153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/7934934653204926153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2012/01/pupuk-cair-organik-dari-urine-kambing.html' title='pupuk cair organik dari urine kambing'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-2279907393314370982</id><published>2011-12-30T15:16:00.003+07:00</published><updated>2011-12-31T06:57:01.062+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kambing'/><title type='text'>Mengenal Kambing Boer dan silangannya</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Kambing Boer merupakan salah satu kambing unggul untuk tipe pedaging. hanya saja di indonesia keberadaannya masih sedikit sekali, padahal peminatnya tidak sedikit terutama oleh peternak modern. hal ini terkadang di manfaatkan oleh para penjual kambing yang tidak bertanggung jawab dengan menjual kambing turunan persilangan boer dengan mengatakan bahwa kambing tersebut boer asli ataupun boer pure breed padahal bukan. hal ini sangat merugikan peternak pembeli yang tidak mengetahui ciri ciri boer asli dan ingin mendapatkan kambig tersebut untuk di kembangkan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dalam dunia perkambingan boer terdiri dari beberapa kualifikasi, diantaranya:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-TPuREr9uo8Q/Tv1tv22F3UI/AAAAAAAAAz8/GwSk7K4Czh8/s1600/boer.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-TPuREr9uo8Q/Tv1tv22F3UI/AAAAAAAAAz8/GwSk7K4Czh8/s200/boer.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Boer full blood&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Boer Full Blood registered, yaitu: &lt;/span&gt;kambing boer yang berasal dari keturunan 100% kambing boer berdarah  murni terdaftar silsilahnya pada asosiasi boer dan tidak memiliki satupun kambing non boer (bukan boer) dalam  catatan silsilah nenek moyangnya (pedigree). Pada kenyataannya kambing  boer murni hanya didapatkan dari kambing boer yang diimpor langsung dari  Afrika Selatan. sedangkan yang Boer full blood unregistered tidak terdaftar silsilahnya pada asosiasi boer.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. Boer Pure Breed, yaitu: Kambing boer peranakan (purebreed) kambing boer betina  peranakan dedifinisikan memiliki 15/16 (93,75%) darah kambing boer yang  berasal dari keturunan kambing boer murni atau peranakan yang telah  teregistrasi dan tercatat oleh IBGA atau disebut Betina F4. kambing boer jantan peranakan  didefinisikan memiliki 31/32 (96,88%) darah kambing boer yang berasal  dari kambing keturunan kambing boer murni atau peranakan yang telah  teregistrasi dan tercatat oleh IBGA atau disebut Jantan F5.&lt;br /&gt;3. Kambing boer campuran (percentage) ,yaitu : kambing boer yang memiliki  1/2 (50%) darah kambing boer. Kambing boer campuran dapat berasal dari  keturunan pejantan boer murni (fullblood) dengan indukan bukan boer atau  indukan boer murni dengan pejantan bukan boer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Kawin Silang (Cross Breeding)&lt;/h3&gt;Lalu pertanyaannya bagaimana mendapatkan nilai persentase darah  keturunan seekor kambing boer? Aturan kawin silang (crossbreeding)  kambing boer adalah acuannya. Aturan ini mensyaratkan dua hal : &lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; Pejantan yang dikawinkan &lt;b&gt; harus &lt;/b&gt; murni (pureblood). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Pencatatan silsilah (pedigree) harus konsisten dilakukan untuk menandai nilai persentase seekor kambing boer &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Jika syarat diatas tidak dapat terpenuhi maka aturan kawin silang pun tidak berlaku. &lt;br /&gt;Berikut adalah aturan kawin silang kambing boer. “F” disini menunjukkan  persentase kemurnian kambing boer yang dihasilkan dari kawin silang  pejantan kambing boer murni (fullblood) dengan indukan kambing yang  lain.&lt;a href="http://www.etawajaya.com/arti-genetika-kambing-etawa-asli/#cite_9"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; F1 : 1/2 kambing boer (pejantan kambing boer murni, indukan kambing jenis lain) &lt;/li&gt;&lt;li&gt; F2 : 3/4 kambing boer (pejantan kambing boer murni, indukan F1) &lt;/li&gt;&lt;li&gt; F3 : 7/8 kambing boer (pejantan kambing boer murni, indukan F2) &lt;/li&gt;&lt;li&gt; F4 : 15/16 kambing boer (pejantan kambing boer murni, indukan F3) &lt;/li&gt;&lt;li&gt; F5 : 31/32 kambing boer (pejantan kambing boer murni, indukan F4)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;di Indonesia kambing boer di silangkan dengan kambing kacang, jawa randu, PE, benggala dll. satu satunya institusi yang memiliki kambing boer full blood registered adalah Universitas Brawijaya. sayang dalam perjalanannya kurang berkembang baik, walaupun masih memiliki stok boer. kemudian pemprov lampung yang bekerja sama dengan beberapa perusahaan importir memiliki beberapa boer fullblood yang di peruntukan untuk persilangan kambing jawa randu di provinsi lampung. di Balai Penelitian kambing potong Lolit sei putih galang sumatera utara juga di kembang silangkan boer dengan kambing kacang.selain itu ada beberapa perusahan atau farm yang memiliki koleksi kambing boer. sementara itu di samping di Unibraw malang semen boer juga tersedia di BIB lembang dan BIB singosari.Perlu dicatat jika hasil kawin silang diatas &lt;b&gt;tidak akan pernah&lt;/b&gt;  menghasilkan keturunan murni (fullblood). Yang dihasilkan hanyalah  kambing boer peranakan (purebreed). IBGA menyediakan jasa tes DNA untuk  mengetahui persentase kemurnian seekor kambing boer sebagai pembuktian  genetis.&lt;br /&gt;berikut panduan dari presentasi BPTP pemprov lampung untuk ciri ciri kambing boer hasil silangan dengan kambing jawa randu.&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-wmgcnKjkRhQ/Tv5M-8Fr9II/AAAAAAAAA2I/yecplfanQIU/s1600/penampilan+g2.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-wmgcnKjkRhQ/Tv5M-8Fr9II/AAAAAAAAA2I/yecplfanQIU/s1600/penampilan+g2.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kualitatif F2&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-BPsh5LT9Obs/Tv5NjiY0mNI/AAAAAAAAA2U/7lOq_opfnGQ/s1600/wajah+g2.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-BPsh5LT9Obs/Tv5NjiY0mNI/AAAAAAAAA2U/7lOq_opfnGQ/s1600/wajah+g2.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-BrYwbYuo6cE/Tv5NrZtxBjI/AAAAAAAAA2c/eRmJEUyrq1c/s1600/g2.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-BrYwbYuo6cE/Tv5NrZtxBjI/AAAAAAAAA2c/eRmJEUyrq1c/s1600/g2.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ieutI80--R0/Tv5OO-JpuvI/AAAAAAAAA2o/1mQIhq18UbE/s1600/tubuh+g1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-ieutI80--R0/Tv5OO-JpuvI/AAAAAAAAA2o/1mQIhq18UbE/s1600/tubuh+g1.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;F1&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-9Z3Wp-BsIDo/Tv5Ob7QdVwI/AAAAAAAAA2w/Ji4fsYJpgQU/s1600/pantat+g1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-9Z3Wp-BsIDo/Tv5Ob7QdVwI/AAAAAAAAA2w/Ji4fsYJpgQU/s1600/pantat+g1.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;F1&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-3ocD9PKbiiQ/Tv5OnUDOa_I/AAAAAAAAA24/A86wOc8aj4U/s1600/g1+wajah.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-3ocD9PKbiiQ/Tv5OnUDOa_I/AAAAAAAAA24/A86wOc8aj4U/s1600/g1+wajah.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;F1&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-vyNo0C6Aa-g/Tv5O4HjqJMI/AAAAAAAAA3A/DnybP9HpIAY/s1600/kualitatif+g1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-vyNo0C6Aa-g/Tv5O4HjqJMI/AAAAAAAAA3A/DnybP9HpIAY/s1600/kualitatif+g1.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;F1&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-i7sH2XCqMaI/Tv5O-wofLYI/AAAAAAAAA3I/lxZzec8_lag/s1600/g2.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-i7sH2XCqMaI/Tv5O-wofLYI/AAAAAAAAA3I/lxZzec8_lag/s1600/g2.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-kUQFcamiuek/Tv5PHJ4KK1I/AAAAAAAAA3Q/HsFx3j7LWGY/s1600/compare+g1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-kUQFcamiuek/Tv5PHJ4KK1I/AAAAAAAAA3Q/HsFx3j7LWGY/s1600/compare+g1.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://arti%20genetika%20kambing%20-%20etawa%20jaya/"&gt;arti genetika kambing - etawa jaya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-2279907393314370982?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/2279907393314370982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/12/mengenal-kambing-boer-dan-silangannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/2279907393314370982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/2279907393314370982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/12/mengenal-kambing-boer-dan-silangannya.html' title='Mengenal Kambing Boer dan silangannya'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-TPuREr9uo8Q/Tv1tv22F3UI/AAAAAAAAAz8/GwSk7K4Czh8/s72-c/boer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-4044839059490454293</id><published>2011-12-13T14:53:00.002+07:00</published><updated>2011-12-13T15:04:35.564+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profil'/><title type='text'>Profil SMD</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-WPqK9HfP72M/Tub5odmWiAI/AAAAAAAAAt8/mRdfJNymyUo/s1600/1.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-WPqK9HfP72M/Tub5odmWiAI/AAAAAAAAAt8/mRdfJNymyUo/s1600/1.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-RMuUKNjfVR8/Tub5y55sAOI/AAAAAAAAAuI/PqlXk4qsIKY/s1600/3.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-RMuUKNjfVR8/Tub5y55sAOI/AAAAAAAAAuI/PqlXk4qsIKY/s1600/3.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-REjsZNJPPJ8/Tub5zBkREWI/AAAAAAAAAuM/gvEWLNuG0Z0/s1600/4.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-REjsZNJPPJ8/Tub5zBkREWI/AAAAAAAAAuM/gvEWLNuG0Z0/s1600/4.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-RMuUKNjfVR8/Tub5y55sAOI/AAAAAAAAAuI/PqlXk4qsIKY/s1600/3.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-RMuUKNjfVR8/Tub5y55sAOI/AAAAAAAAAuI/PqlXk4qsIKY/s1600/3.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-REjsZNJPPJ8/Tub5zBkREWI/AAAAAAAAAuM/gvEWLNuG0Z0/s1600/4.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-REjsZNJPPJ8/Tub5zBkREWI/AAAAAAAAAuM/gvEWLNuG0Z0/s1600/4.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ysS9Q9ir5O4/Tub59l4nTpI/AAAAAAAAAuk/FitX9su3UmU/s1600/5.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-ysS9Q9ir5O4/Tub59l4nTpI/AAAAAAAAAuk/FitX9su3UmU/s1600/5.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-bXoHjCGPftQ/Tub59XOz83I/AAAAAAAAAuo/Eg7G8tn_AX0/s1600/6.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-bXoHjCGPftQ/Tub59XOz83I/AAAAAAAAAuo/Eg7G8tn_AX0/s1600/6.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-OWFkY_UWXpA/Tub58mwpOnI/AAAAAAAAAuc/TD_eZ6VGYE0/s1600/7.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-OWFkY_UWXpA/Tub58mwpOnI/AAAAAAAAAuc/TD_eZ6VGYE0/s1600/7.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ac4ffkojz10/Tub6HACai3I/AAAAAAAAAu0/OHNd32y4ey8/s1600/9.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-ac4ffkojz10/Tub6HACai3I/AAAAAAAAAu0/OHNd32y4ey8/s1600/9.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-WGaBhqSHbnY/Tub6IeD3q8I/AAAAAAAAAu8/BsCh08vG6mk/s1600/untitled.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-WGaBhqSHbnY/Tub6IeD3q8I/AAAAAAAAAu8/BsCh08vG6mk/s1600/untitled.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-uHs48moyTcc/Tub6MFmNZoI/AAAAAAAAAvE/_n89WtPD9As/s1600/10.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-uHs48moyTcc/Tub6MFmNZoI/AAAAAAAAAvE/_n89WtPD9As/s1600/10.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ivXAlIMreIU/Tub6VJVr-MI/AAAAAAAAAvM/DgNk8QSf_UA/s1600/11.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-ivXAlIMreIU/Tub6VJVr-MI/AAAAAAAAAvM/DgNk8QSf_UA/s1600/11.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-vURHZKJQ1MQ/Tub6V5lmEEI/AAAAAAAAAvc/0EW_CUR5FAY/s1600/12.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-vURHZKJQ1MQ/Tub6V5lmEEI/AAAAAAAAAvc/0EW_CUR5FAY/s1600/12.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-FRaifyi60NU/Tub6Vq1L5ZI/AAAAAAAAAvQ/FIHnLxFig58/s1600/13.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-FRaifyi60NU/Tub6Vq1L5ZI/AAAAAAAAAvQ/FIHnLxFig58/s1600/13.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-NsnfJHnQJUk/Tub6e_WL2QI/AAAAAAAAAvk/kZjNaA2ILIc/s1600/14.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-NsnfJHnQJUk/Tub6e_WL2QI/AAAAAAAAAvk/kZjNaA2ILIc/s1600/14.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-2cBBHz9mQ0U/Tub6f4rSrlI/AAAAAAAAAvs/iZ_u30aMWsk/s1600/15.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-2cBBHz9mQ0U/Tub6f4rSrlI/AAAAAAAAAvs/iZ_u30aMWsk/s1600/15.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-uLs3b0PxyeI/Tub6mi5gScI/AAAAAAAAAv0/T121zNjBjk4/s1600/16.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-uLs3b0PxyeI/Tub6mi5gScI/AAAAAAAAAv0/T121zNjBjk4/s1600/16.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-keqzbYo5uz8/Tub6uhYtV0I/AAAAAAAAAv8/nYSgDH_zJd8/s1600/18.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-keqzbYo5uz8/Tub6uhYtV0I/AAAAAAAAAv8/nYSgDH_zJd8/s1600/18.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-kXNEWgpwJV4/Tub6wjfMlZI/AAAAAAAAAwE/UIBKisz78cs/s1600/17.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-kXNEWgpwJV4/Tub6wjfMlZI/AAAAAAAAAwE/UIBKisz78cs/s1600/17.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Kkzk2mEFeDU/Tub68nKjdCI/AAAAAAAAAwM/ZyoIU70LBsM/s1600/19.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-Kkzk2mEFeDU/Tub68nKjdCI/AAAAAAAAAwM/ZyoIU70LBsM/s1600/19.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-mPOQiffAGKY/Tub7DChWFZI/AAAAAAAAAwU/YHzYJxa5q3U/s1600/20.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-mPOQiffAGKY/Tub7DChWFZI/AAAAAAAAAwU/YHzYJxa5q3U/s1600/20.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-4044839059490454293?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/4044839059490454293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/12/profil-smd.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/4044839059490454293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/4044839059490454293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/12/profil-smd.html' title='Profil SMD'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-WPqK9HfP72M/Tub5odmWiAI/AAAAAAAAAt8/mRdfJNymyUo/s72-c/1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-2129737075775876472</id><published>2011-12-01T06:08:00.000+07:00</published><updated>2011-12-01T06:08:48.524+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen peternakan kambing'/><title type='text'>Memilih Bibit Kambing</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/--VGE-gJaRm0/S5kC7q2k9xI/AAAAAAAAACo/dat_242o7z4/s1600/IMAG0247.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/--VGE-gJaRm0/S5kC7q2k9xI/AAAAAAAAACo/dat_242o7z4/s400/IMAG0247.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-JVJjLhXVf1o/TAjSxYtiPPI/AAAAAAAAAFc/VKpUoj7_2sQ/s1600/26817_1212131908953_1398439853_30469496_3353123_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-JVJjLhXVf1o/TAjSxYtiPPI/AAAAAAAAAFc/VKpUoj7_2sQ/s320/26817_1212131908953_1398439853_30469496_3353123_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pemilihan bibit harus disesuaikan dengan tujuan dari usaha, apakah untuk pedaging, atau perah (misalnya: kambing kacang untuk produksi daging, kambing etawah untuk produksi susu, dll). Secara umum ciri bibit yang baik adalah yang berbadan sehat, tidak cacat, bulu bersih dan mengkilat, daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan.&lt;br /&gt;Ciri untuk calon induk:&lt;br /&gt;1) Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus, tubuh besar, tapi tidak terlalu gemuk.&lt;br /&gt;2) Jinak dan sorot matanya ramah.&lt;br /&gt;3) Kaki lurus dan tumit tinggi.&lt;br /&gt;4) Gigi lengkap, mampu merumput dengan baik (efisien), rahang atas dan bawah rata.&lt;br /&gt;5) Dari keturunan kembar atau dilahirkan tunggal tapi dari induk yang muda.&lt;br /&gt;6) Ambing simetris, tidak menggantung dan berputing 2 buah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri untuk calon pejantan :&lt;br /&gt;1) Tubuh besar dan panjang dengan bagian belakang lebih besar dan lebih tinggi, dada lebar, tidak terlalu gemuk, gagah, aktif dan memiliki libido (nafsu kawin) tinggi.&lt;br /&gt;2) Kaki lurus dan kuat.&lt;br /&gt;3) Dari keturunan kembar.&lt;br /&gt;4) Umur antara 1,5 sampai 3 tahun.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-2129737075775876472?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/2129737075775876472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/12/memilih-bibit-kambing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/2129737075775876472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/2129737075775876472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/12/memilih-bibit-kambing.html' title='Memilih Bibit Kambing'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/--VGE-gJaRm0/S5kC7q2k9xI/AAAAAAAAACo/dat_242o7z4/s72-c/IMAG0247.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-4282348170808107864</id><published>2011-11-27T06:33:00.000+07:00</published><updated>2011-11-27T06:33:42.158+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kambing'/><title type='text'>SNI kambing PE</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-eRBT73HMgx8/TtF2sbVXRsI/AAAAAAAAArI/6-uPQHIgXEA/s1600/39749_1546038533381_1307555396_31486613_1117833_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-eRBT73HMgx8/TtF2sbVXRsI/AAAAAAAAArI/6-uPQHIgXEA/s320/39749_1546038533381_1307555396_31486613_1117833_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Srikandi milik Adam Banjarnegara di Kontes PE Nasional Yogya &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}" style="font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;Standar ini menetapkan persyaratan mutu dan cara pengukuran bibit kambing peranakan Ettawa (PE) , hanya berlaku untuk bibit sebar. Bibit&lt;span class="text_exposed_show"&gt; kambing peranakan Ettawa diklasifikasikan atas bibit dasar (foundation stock = FS), bibit induk (breeding stock = BS) dan bibit sebar (commercial stock = CS). Persyaratan mutu terdiri dari persyaratan kualitatif yang meliputi fisik (warna bulu, profil muka, tanduk dan ekor), serta persyaratan kuantitatif yang harus memenuhi parameter yang sudah di tetapkan sesuai dengan umur dari bibit kambing PE jantan dan betina. Parameter yang diukur yaitu Bobot badan, tinggi pundak, panjang badan, lingkar dada, panjang telinga, panjang bulu rewos. Untuk penentuan umur, diukur berdasarkan catatan (recording) atau atas dasar perkembangan gigi seri.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}" style="font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;a href="http://agribisnis.deptan.go%20.id/download/%20layanan_informasi%20/mutu_%20dan_%20standarisasi/sni-%20sni_peternak%20an/sni_%207352-2008_%20bibit_kambing%20_pe.pdf"&gt;PDF SNI Kambing PE DEPTAN&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-4282348170808107864?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/4282348170808107864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/11/sni-kambing-pe.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/4282348170808107864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/4282348170808107864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/11/sni-kambing-pe.html' title='SNI kambing PE'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-eRBT73HMgx8/TtF2sbVXRsI/AAAAAAAAArI/6-uPQHIgXEA/s72-c/39749_1546038533381_1307555396_31486613_1117833_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-1879518578612461273</id><published>2011-11-09T17:11:00.001+07:00</published><updated>2011-11-09T17:13:49.497+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pakan kambing'/><title type='text'>Indigofera Sp (tarum / nila / tom) leguminosa kaya nutrisi untuk pakan ternak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-eAFqptcAHbw/Trjg-VLTRRI/AAAAAAAAAes/KCCiD5YJQBg/s1600/240px-Indigofera_tinctoria1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-eAFqptcAHbw/Trjg-VLTRRI/AAAAAAAAAes/KCCiD5YJQBg/s400/240px-Indigofera_tinctoria1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-xQuHv6aEPBc/TrjiD4Jfl0I/AAAAAAAAAe8/KPa3qLG3l68/s1600/kambing+makan+idigo+fera.bmp" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-xQuHv6aEPBc/TrjiD4Jfl0I/AAAAAAAAAe8/KPa3qLG3l68/s320/kambing+makan+idigo+fera.bmp" width="214" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengembangan ternak ruminansia secara baik membutuhkan dukungan hijauan pakan ternak yang berkualitas. Indigofera Sp adalah hijauan pakan jenis leguminosa pohon yang memiliki kualitas nutrisi yang tinggi.Tanaman Indigofera spicata adalah&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;jenis leguminosa pohon yang selama&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;ini belum dieksplorasi potensinya&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;sebagai hijauan pakan ternak.&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;Tanaman ini memiliki kandungan protein yang tinggi setara dengan alfalfa, kandungan mineral yang tinggi ideal bagi ternak perah, struktur serat yang baik dan nilai kecernaan yang tinggi bagi ternak ruminansia.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;Penelitian yang telah dilakukan&lt;span class="text_exposed_hide"&gt;&lt;/span&gt; menunjukan bahwa produktivitas&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;tanaman ini tergolong tinggi yaitu&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;mencapai 30 ton bahan kering per ha&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;per tahun dengan interval&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;pemotongan 60 hari dan intensitas&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;pemotongan 1,5 m di atas permukaan&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;tanah. Dengan kandungan protein&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;yang tinggi (21-24 %) disertai&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;kandungan serat yang relatif rendah&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;dan tingkat kecernaan yang tinggi&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;(77%) tanaman ini sangat baik sebagai&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;sumber hijauan baik sebagai pakan&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;dasar maupun sebagai pakan&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;suplemen sumber protein dan energi,&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;terlebih untuk ternak dalam status&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;produksi tinggi (laktasi, ternak mudapasca sapi).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena toleran terhadap&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;kekeringan, maka Indigofera spicata&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;dapat dikembangkan di wilayah&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;dengan iklim kering untuk mengatasi&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;terbatasnya ketersediaan hijauan&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;terutama selama musim kemarau.&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;Keunggulan lain tanaman ini adalah&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;kandungan tanninnya sangat rendah&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;berkisar antara 0,6 – 1,4 ppm (jauh di&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;bawah taraf yang dapat menimbulkan&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;sifat anti nutrisi). Rendahnya&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;kandungan tannin ini juga berdampak&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;positif terhadap palatabilitasnya&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;(disukai ternak). Hasil penelitian&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;menunjukan bahwa manajemen&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;panen yang optimal ditinjau dari&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;aspek produktivitas dan kualitas nutrisi&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;adalah panen pertama dilakukan&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;pada umur 8 bulan disertai dengan&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;frekuensi panen setiap 60 hari dengan&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;tinggi pemotongan 1,5 m diatas&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;permukaan tanah. Produksi yang&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;melimpah selama musim hujan dapat&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;dipreservasi (diawetkan) dengan&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;teknologi fermentasi (silase ), sehingga&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;dapat dimanfaatkan selama musim&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody translationEligibleUserMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt; kemarau.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Tanaman Indigofera Sp tahan terhadap kekeringan, sehingga dapat menjadi sumber pakan pada musim kemarau.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tarum&lt;/b&gt; (dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Sunda" title="Bahasa Sunda"&gt;bahasa Sunda&lt;/a&gt;), &lt;b&gt;nila&lt;/b&gt;, atau &lt;b&gt;indigo&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;Indigofera&lt;/i&gt;, suku polong-polongan atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fabaceae" title="Fabaceae"&gt;Fabaceae&lt;/a&gt;) merupakan tumbuhan penghasil warna biru alami. Orang Jawa menyebutnya sebagai &lt;i&gt;tom&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan Indigofera sp&lt;br /&gt;1. Umur potong pertama : 8 bulan&lt;br /&gt;2. Interval pemotongan : 60 – 90 hari&lt;br /&gt;3. Tinggi pemotongan :1,0 – 1,5 meter dari permukaan tanah&lt;br /&gt;4. Jumlah pemberian :1 – 2 kg/ ekor per hari&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-yefPWdr8YIo/TrjiQt9Ew5I/AAAAAAAAAfE/PUN20H_E20M/s1600/1.bmp" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-yefPWdr8YIo/TrjiQt9Ew5I/AAAAAAAAAfE/PUN20H_E20M/s1600/1.bmp" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-h8xBRswS7BQ/TrjiT-nC8iI/AAAAAAAAAfM/izxp2FKeB3Q/s1600/2.bmp" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-h8xBRswS7BQ/TrjiT-nC8iI/AAAAAAAAAfM/izxp2FKeB3Q/s1600/2.bmp" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-sKpivZ5KgzQ/TrjibdKqRtI/AAAAAAAAAfU/6ZYrXhVivSA/s1600/3.bmp" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-sKpivZ5KgzQ/TrjibdKqRtI/AAAAAAAAAfU/6ZYrXhVivSA/s320/3.bmp" width="247" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat di Tatar Sunda membudidayakan tarum di tegalan atau di  sawah. Setelah dicangkul lalu ditanam steknya. Stek yang digunakan  diambil dari cabang yang paling kuat pertumbuhannya, dipotong sepanjang  30 cm dengan pisau yang tajam agar tidak sobek.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah dipotong, disimpan di tempat yang dingin dengan ujung stek  diletakkan di bagian atas, dibiarkan selama 1-3 hari sampai permukaan  potongan stek kering. Setelah itu, barulah 2-3 stek ditaman dalam satu  lubang. Tunas tampak setelah 2 minggu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika yang ditanam bijinya, tiap lubang ditanami 3-4 butir, atau  disemai terlebih dahulu. Semaian baru dipindahkan pada umur 1-1,5 bulan.  Setelah itu, mulai disiangi dan barisan tanahnya dibentuk menjadi  semacam pematang. Satu bulan kemudian disiangi dan ditinggikan lagi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indigofera"&gt;wikipedia&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://peternakan.litbang.deptan.go.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=204:indigofera-spicata-tanaman-pakan-ternak-toleran-kekeringan-dengan-kandungan-protein-tinggi&amp;amp;catid=52:teknologi-unggulan&amp;amp;Itemid=72"&gt;http://peternakan.litbang.deptan.go.id/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lolitkambing.litbang.deptan.go.id/ind/images/stories/pdf/brosur%20indigofera.pdf"&gt;brosur indigofera sp lolit kambing potong sei putih sumatera utara&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-1879518578612461273?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/1879518578612461273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/11/indigofera-sp-tarum-nila-tom-leguminosa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/1879518578612461273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/1879518578612461273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/11/indigofera-sp-tarum-nila-tom-leguminosa.html' title='Indigofera Sp (tarum / nila / tom) leguminosa kaya nutrisi untuk pakan ternak'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-eAFqptcAHbw/Trjg-VLTRRI/AAAAAAAAAes/KCCiD5YJQBg/s72-c/240px-Indigofera_tinctoria1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-8558331124162420937</id><published>2011-10-22T10:52:00.000+07:00</published><updated>2011-10-22T10:52:54.931+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profil'/><title type='text'>Ternak Untuk Dhuafa Baitul Mal Arrahmah</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-mKv_TGHDgas/TqI9HKdGGXI/AAAAAAAAAeU/wjBSTtqAwjw/s1600/okura.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-mKv_TGHDgas/TqI9HKdGGXI/AAAAAAAAAeU/wjBSTtqAwjw/s400/okura.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Dhuafa Keluran Tebing tinggi Okura Penerima ternak dari dana Zakat&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Alhamdulillah, Peternakan Kambing Umban Sari Pekanbaru mendapatkan kepercayan lagi untuk menyalurkan ternak untuk Dhuafa dari Baitul Mal Arrahmah Pekanbaru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ternak untuk Dhuafa ini berjumlah 24 ekor induk untuk 12 orang dhuafa di kelurahan muara fajar rumbai dan kelurahan tebing tinggi okura rumbai pesisir.&lt;br /&gt;selain indukan para peternak juga di bekali pelatihan dan pembimbingan oleh kelompok tani ternak umban sari selama 3 tahun sejak diserahkan ternak tersebut. peternak dhuafa ini juga mendapatkan bantuan pembangunan kandang oleh Baitul Mal Arrahmah.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-jxopmG3KlOQ/TqI9Eo21axI/AAAAAAAAAeM/AENS23TNwFc/s1600/mfj.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-jxopmG3KlOQ/TqI9Eo21axI/AAAAAAAAAeM/AENS23TNwFc/s1600/mfj.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Dhuafa Kelurahan Muara Fajar Kota Pekanbaru Penerima Ternak dari dana Zakat Baitul Mal Arrahmah Pekanbaru &lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-8558331124162420937?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/8558331124162420937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/10/ternak-untuk-dhuafa-baitul-mal-arrahmah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/8558331124162420937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/8558331124162420937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/10/ternak-untuk-dhuafa-baitul-mal-arrahmah.html' title='Ternak Untuk Dhuafa Baitul Mal Arrahmah'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-mKv_TGHDgas/TqI9HKdGGXI/AAAAAAAAAeU/wjBSTtqAwjw/s72-c/okura.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-5816414055381777146</id><published>2011-09-30T14:43:00.002+07:00</published><updated>2011-09-30T14:46:18.929+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pakan kambing'/><title type='text'>Data Proksimat Pakan Ternak</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Berikut kami tampilkan data analisa proksimat yg di terbitkan dinas peternakan provinsi jawa timur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Dz5kmjZZRTc/ToVxzJQlSBI/AAAAAAAAAdk/R2xK5iIcHF8/s1600/analisa+proksimat+1.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="271" src="http://2.bp.blogspot.com/-Dz5kmjZZRTc/ToVxzJQlSBI/AAAAAAAAAdk/R2xK5iIcHF8/s640/analisa+proksimat+1.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-IdpfOPgh8u0/ToVx-X5JvLI/AAAAAAAAAdo/3Cz_BW45Ztk/s1600/analisa+proksimat+2.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="273" src="http://3.bp.blogspot.com/-IdpfOPgh8u0/ToVx-X5JvLI/AAAAAAAAAdo/3Cz_BW45Ztk/s640/analisa+proksimat+2.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Kd-iUi-_CNU/ToVyE6NiGKI/AAAAAAAAAds/pNNzvtAdjBc/s1600/analisa+proksimat+3.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="276" src="http://3.bp.blogspot.com/-Kd-iUi-_CNU/ToVyE6NiGKI/AAAAAAAAAds/pNNzvtAdjBc/s640/analisa+proksimat+3.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-mGYn8Rn84jI/ToVyQGtJBwI/AAAAAAAAAdw/VUrPNE18-FM/s1600/analisa+proksimat+4.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="273" src="http://1.bp.blogspot.com/-mGYn8Rn84jI/ToVyQGtJBwI/AAAAAAAAAdw/VUrPNE18-FM/s640/analisa+proksimat+4.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-EcDzJbQcRyY/ToVyZYWJSPI/AAAAAAAAAd0/8qTxhpViFaY/s1600/analisa+proksimat+5.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="280" src="http://1.bp.blogspot.com/-EcDzJbQcRyY/ToVyZYWJSPI/AAAAAAAAAd0/8qTxhpViFaY/s640/analisa+proksimat+5.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-bK74C7UzXNU/ToVye_HjjwI/AAAAAAAAAd4/hBremQZDmMw/s1600/analisa+proksimat+6.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="280" src="http://2.bp.blogspot.com/-bK74C7UzXNU/ToVye_HjjwI/AAAAAAAAAd4/hBremQZDmMw/s640/analisa+proksimat+6.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-aWemwVh4cbA/ToVymIE84OI/AAAAAAAAAd8/iax_fi2yfo8/s1600/analisa+proksimat+7.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="275" src="http://3.bp.blogspot.com/-aWemwVh4cbA/ToVymIE84OI/AAAAAAAAAd8/iax_fi2yfo8/s640/analisa+proksimat+7.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-tAzM9fH15w8/ToVyt7N0R_I/AAAAAAAAAeA/ZfrLs_mBu4U/s1600/analisa+proksimat+8.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="275" src="http://1.bp.blogspot.com/-tAzM9fH15w8/ToVyt7N0R_I/AAAAAAAAAeA/ZfrLs_mBu4U/s640/analisa+proksimat+8.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.disnak-jatim.go.id/feednet/chopin/fn_querynutrisi.php"&gt;Sumber Disnak Jawa Timur&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-5816414055381777146?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/5816414055381777146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/09/data-proksimat-pakan-ternak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/5816414055381777146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/5816414055381777146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/09/data-proksimat-pakan-ternak.html' title='Data Proksimat Pakan Ternak'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Dz5kmjZZRTc/ToVxzJQlSBI/AAAAAAAAAdk/R2xK5iIcHF8/s72-c/analisa+proksimat+1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-6854349635463861686</id><published>2011-09-28T13:01:00.002+07:00</published><updated>2011-09-29T11:17:37.338+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen peternakan kambing'/><title type='text'>memilih bakalan kambing perah</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-nRI6pk0HMVw/ToPnMUYXOjI/AAAAAAAAAdA/2k3Pex3fwfw/s1600/saanen.jpeg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-nRI6pk0HMVw/ToPnMUYXOjI/AAAAAAAAAdA/2k3Pex3fwfw/s1600/saanen.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;kambing saanen di luar negri&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="messageBody translationEligibleUserMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kambing  perah adalah kambing yang bisa memproduksi susu tinggi sehingga layak  untuk diperah secara ekonomis. Sedangkan yang saat ini ada di sekitar  kita kebanyakan adalah “kambing diperah” alias dipaksakan menjadi  kambing perah karena ketiadaan bibit kambing perah yang unggul dan layak  untuk disebut sebagai kambing perah. &lt;br /&gt;Tapi sebagai peternak sejati ki&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;ta  memang tidak boleh menyerah dengan keadaan seperti ini, apa yang ada  kita manfaatkan terlebih dahulu sambil terus berusaha memperoleh kambing  perah yang sesungguhnya. Dari pengalaman dan pengamatan kami diberbagai  peternakan perah, ada beberapa jenis kambing yang saat ini dijadikan  kambing perah di Indonesia. Diantaranya ada jenis PE (peranakan etawa),  etawa senduro (etawa putih gundul), bligon (postur besar mirip PE tapi  telinga koploh), jawarandu (postur lebih kecil dari bligon, telinga  biasanya pendek atau ada yang bilang spt daun nangka), dan saanen  ataupun peranakannya.&lt;/span&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari berbagai jenis ini sebetulnya kalo kita  mau menyeleksi dengan ketat ada saja yang unggul dalam memproduksi susu  (tentu saja dengan kapasitas sesuai jenisnya masing-masing). Untuk  mengetahui potensi produksi susu seekor calon induk tentu yang paling  akurat adalah dari recording induk dan moyang bapaknya. Tapi ini juga  kadang sulit dilakukan karena masih banyak peternakan yang belum  menerapkan recording dan pencatatan silsilah dengan baik. Apalagi kalau  kambing tersebut kita beli dari pasar, tambah gak jelas lagi  silsilahnya. Untuk jenis silangan yang masih memungkinkan untuk  ditelusuri silsilah moyangnya seperti saanen pastikan bahwa calon yang  anda beli jelas keturunan ke berapa (F?) dan dari keturunan pejantan  fullblood/purebreed.&lt;br /&gt;Tapi sekali lagi, sebagai peternak sejati kita  tidak boleh menyerah dengan keadaan yang ada. Pengamatan fisik masih  memungkinkan untuk mengetahui kambing tersebut berpotensi baik atau  tidaknya untuk produksi susu. Tapi perlu dicatat, bahwa pengamatan fisik  tidak bisa memberikan kepastian yang akurat, ini hanya sebagai acuan  saja. Selanjutnya jam terbang dan intuisi peternak yang akan berbicara  dan akan terasah dengan sendirinya ketika menggeluti perkambingperahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Secara umum ciri-ciri fisik calon indukan yang baik untuk perah adalah sbb :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;1. Tulang pinggul lebar&lt;br /&gt;2. Puting 2 buah dan tidak bercabang.&lt;br /&gt;3. Jarak antar puting jauh, tidak berdekatan.&lt;br /&gt;4. Bentuk puting besar, kenyal dan berisi, tidak kisut. (puting panjang tidak jaminan calon produksi tinggi) &lt;br /&gt;5. Untuk jenis PE, bligon dan jawarandu bagian calon tempat tumbuhnya ambing biasanya terasa spt ada gumpalan lemak yang empuk.&lt;br /&gt;6. Nafsu makan terlihat tinggi (rakus).&lt;br /&gt;7. Selanjutnya kambing tersebut memenuhi ciri-ciri umum kambing sehat seperti yang rekan2 sudah pahami.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-sSVt7vA-tbo/ToPpiQwjgRI/AAAAAAAAAdM/4iW8hhXFPaU/s1600/ambing.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-sSVt7vA-tbo/ToPpiQwjgRI/AAAAAAAAAdM/4iW8hhXFPaU/s1600/ambing.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="messageBody translationEligibleUserMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-AhEajpvshxg/ToPo1D-M0JI/AAAAAAAAAdI/QTwekIrZNZs/s1600/body.jpeg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="162" src="http://2.bp.blogspot.com/-AhEajpvshxg/ToPo1D-M0JI/AAAAAAAAAdI/QTwekIrZNZs/s200/body.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="messageBody translationEligibleUserMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;  &lt;span style="font-size: small;"&gt;Kalau semua ciri itu sudah ada, insyaAllah anda telah memperoleh  kambing dengan calon produksi susu yang cukup baik. Selanjutnya  perawatan dan pakan yang anda berikan sangat menentukan apakah kambing  tersebut akan menjadi kambing perah yang baik atau tidak. Selamat  memilih!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="messageBody translationEligibleUserMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}" style="font-size: large;"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100001438174481&amp;amp;sk=wal"&gt;Sharing dari :Nizar Origin Dairy Farm Cilacap Jateng&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-6854349635463861686?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/6854349635463861686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/09/memilih-bakalan-kambing-perah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/6854349635463861686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/6854349635463861686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/09/memilih-bakalan-kambing-perah.html' title='memilih bakalan kambing perah'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-nRI6pk0HMVw/ToPnMUYXOjI/AAAAAAAAAdA/2k3Pex3fwfw/s72-c/saanen.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-2593850606858606343</id><published>2011-07-19T06:46:00.001+07:00</published><updated>2011-07-19T06:50:03.912+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyakit kambing'/><title type='text'>Mineral untuk Kesehatan Ternak</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Ternak kesayangan kita memerlukan sejumlah mineral agar dapat tumbuh dan berproduksi secara normal. kandungan mineral pakan harus dapat memenuhi kebutuhan ternak. pemberian berbagai pakan hijauan akan saling melengkapi jika terjadi defisiensi mineral tertentu pada bahan tertentu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada dua jenis mineral, yaitu mineral makro (Ca, P, Na, Cl, K, Mg dan S) dan mineral mikro (fe, L, Cu, Mo, Zn, Mn, Cr, F, Ni, Co dan Se). kedua jenis mineral tersebut dapat dipenuhi dari bahan bahan pakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;secara umum fungsi dari mineral adalah sebagai :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. penyusun utama tulang dan gigi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. penyusun nutrisi organik, seperti lipid dan protein yang ditemukan dalam jaringan sel, otot dan organ tubuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. sebagai garam terlarut dalam darah, cairan tubuh dan berperan dalam mempertahankan hubungan osmotik serta keseimbangan asam-basa cairan tubuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4. bahan enzim, hormon dan subtansi lain yang di perlukan untuk metabolisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di lapangan biasanya sering dilakukan pemberian mineral campuran dalam berbagai bentuk (mineral blok ataupun curah). pemberiannya dengan cara di gantung dalam tabung ataupun di campur dalam pakan. tujuannya untuk menambahkan kandungan mineral jika terjadi defisiensi mineral tertentu pada pakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kekurangan mineral akan mengakibatkan beberapa penyakit pada ternak, yang sering terjadi adalah rapuh tulang, kelumpuhan (sering terjadi pada saat melahirkan), grass tetany dl.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kekurangan kalsium sering menyebabkan ternak mudah sakit, terutama cempe yg mengakibatkan kematian bagi ternak tersebut.pada kasus kekurangan mineral kalsium biasanya peternak mengatasinya dengan pemberian mineral kalsium pada ternak baik oral maupun injeksi. di bawah ini kami informasikan salah satu alternatif obat untuk mengatasi kekurangan mineral.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;Calcidex Plus         &lt;/td&gt;         &lt;td align="right" class="buttonheading" width="100%"&gt;&lt;a href="http://www.sanbe-farma.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=610&amp;amp;pop=1&amp;amp;page=0&amp;amp;Itemid=140" target="_blank" title="Print"&gt;       &lt;img align="middle" alt="Print" border="0" name="Print" src="http://www.sanbe-farma.com/images/M_images/printButton.png" /&gt;&lt;/a&gt;     &lt;/td&gt;        &lt;td align="right" class="buttonheading" width="100%"&gt;&lt;a href="http://www.sanbe-farma.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=emailform&amp;amp;id=610&amp;amp;itemid=140" target="_blank" title="E-mail"&gt;      &lt;img align="middle" alt="E-mail" border="0" name="E-mail" src="http://www.sanbe-farma.com/images/M_images/emailButton.png" /&gt;&lt;/a&gt;    &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border="0" cellpadding="5"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="background-color: blue; color: white; font-size: 12px;"&gt;&lt;b style="font-size: 12px;"&gt;Name&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="left" style="background-color: #00ccff; width: 300px;" valign="middle"&gt;&lt;b style="font-size: 12px;"&gt;Calcidex Plus&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td rowspan="3" style="background-color: #00ccff; width: 100px;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;img alt="Calcidex Plus" height="115" src="http://www.sanbe-farma.com/images/veterinary/calcidexplus.jpg" title="Calcidex Plus" width="115" /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="background-color: blue;"&gt;&lt;b style="color: white;"&gt;Division&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="background-color: #00ccff;"&gt;Vitamins &amp;amp; Minerals&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="background-color: blue;"&gt;&lt;b style="color: white;"&gt;Sub Division&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="background-color: #00ccff;"&gt;Injection&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="background-color: blue;"&gt;&lt;b style="color: white;"&gt;Class&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan="2" style="background-color: #00ccff;"&gt;Mineral Ca, P, Mg&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="background-color: blue;"&gt;&lt;b style="color: white;"&gt;Composition&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan="2" style="background-color: #00ccff; color: #990000;"&gt;&lt;span class="long_text" id="result_box"&gt;&lt;span style="background-color: white;" title="Each ml contains : Calcium gluconate 500 mg; Magnesium chloride 67 mg; Sodium hypophosphite 20.6 mg; Boric acid 100 mg."&gt;setiap Ml masing-masing berisi: Kalsium glukonat 500 mg; Magnesium klorida 67 mg; 20,6 mg Natrium hypophosphite; asam 100 mg Borat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="background-color: blue; color: white;"&gt;&lt;b&gt;Indications&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan="2" style="background-color: cyan; color: #660000;"&gt;&lt;span class="long_text" id="result_box"&gt;&lt;span style="background-color: white;" title="Treatment and prophylaxis of livestock caused by calcium, magnesium and phosphorus deficiencies such as :"&gt;Pengobatan dan profilaksis ternak yang disebabkan oleh kekurangan&amp;nbsp; kalsium, magnesium dan fosfor seperti: &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white;" title="- Milk fever, grass tetany, eclampsia and acidosis."&gt;- demam susu (milk fever), kercunan rumput (grass tetany), eklampsia dan asidosis. &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white;" title="- Muscular paralysis (pre-partum and post-partum paralysis)."&gt;- kelumpuhan (pra-melahirkan dan pasca-melahirkan). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="background-color: blue;"&gt;&lt;b style="color: white;"&gt;Dosage&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan="2" style="background-color: #00ccff; color: #660000;"&gt;&lt;span class="long_text" id="result_box"&gt;&lt;span style="background-color: white;" title="- Cattle, horse : 150 - 200 ml of Calcidex Plus / 300-400 kg of body weight."&gt;- Sapi, kuda: 150 - 200 ml Calcidex Plus / 300-400 kg berat badan. &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white;" title="- Sheep, goat, pig : 25 - 50 ml of Calcidex Plus / 50-100 kg of body weight."&gt;- Domba, kambing, babi: 25 - 50 ml Calcidex Plus / 50-100 kg berat badan. &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white;" title="- Dog : 2-5 ml of Calcidex Plus / 5-10 kg of body weight."&gt;- Anjing: 2-5 ml Calcidex Plus / kg berat badan 5-10. &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white;" title="Warm the solution up to the temperature of livestock body, administer slowly by intravenous or subcutaneous injection."&gt;Hangatkan solusi hingga mencapai suhu tubuh ternak, suntik perlahan melalui intravena atau injeksi subkutan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="background-color: blue;"&gt;&lt;b style="color: white;"&gt;Precaution&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan="2" style="background-color: #00ccff;"&gt;-&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="background-color: blue;"&gt;&lt;b style="color: white;"&gt;Packing&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan="2" style="background-color: #00ccff;"&gt;-&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;bisa juga menggunakan kalk yg di campur pada komboran pakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-2593850606858606343?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/2593850606858606343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/07/mineral-untuk-kesehatan-ternak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/2593850606858606343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/2593850606858606343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/07/mineral-untuk-kesehatan-ternak.html' title='Mineral untuk Kesehatan Ternak'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-7145623550145838713</id><published>2011-06-18T07:32:00.000+07:00</published><updated>2011-06-18T07:32:09.514+07:00</updated><title type='text'>Goat &amp; Gold Investment: Risk and Reward</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.dinarislam.com/opportunities/goat-gold-investment-risk-and-reward.html"&gt;Goat &amp;amp; Gold Investment: Risk and Reward&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-7145623550145838713?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.dinarislam.com/opportunities/goat-gold-investment-risk-and-reward.html' title='Goat &amp; Gold Investment: Risk and Reward'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/7145623550145838713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/06/goat-gold-investment-risk-and-reward.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/7145623550145838713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/7145623550145838713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/06/goat-gold-investment-risk-and-reward.html' title='Goat &amp; Gold Investment: Risk and Reward'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-8532287943268224877</id><published>2011-06-17T14:44:00.000+07:00</published><updated>2011-06-17T14:44:59.744+07:00</updated><title type='text'>Model Matematika Kambing: Work Smart-nya Para Nabi</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.dinarislam.com/entrepreneurship/model-matematika-kambing-work-smart-nya-para-nabi.html"&gt;Model Matematika Kambing: Work Smart-nya Para Nabi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-8532287943268224877?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.dinarislam.com/entrepreneurship/model-matematika-kambing-work-smart-nya-para-nabi.html' title='Model Matematika Kambing: Work Smart-nya Para Nabi'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/8532287943268224877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/06/model-matematika-kambing-work-smart-nya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/8532287943268224877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/8532287943268224877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/06/model-matematika-kambing-work-smart-nya.html' title='Model Matematika Kambing: Work Smart-nya Para Nabi'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-5565555630665895673</id><published>2011-06-16T23:39:00.003+07:00</published><updated>2011-09-29T10:50:00.141+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profil'/><title type='text'>Zakat Produktif melalui Ternak Kambing untuk dhuafa</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Tj4osLvziG4/TfoxAxForyI/AAAAAAAAAa0/5NYzIPf7keI/s1600/2011-03-27+15.11.37.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-Tj4osLvziG4/TfoxAxForyI/AAAAAAAAAa0/5NYzIPf7keI/s400/2011-03-27+15.11.37.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Zakat untuk pemberdayaan mualaf dalam bentuk ternak LAZNAS Chevron Duri&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-_M50DB8oDtM/TfosMaU_xUI/AAAAAAAAAas/npEJf06DURw/s1600/2011-03-26+15.28.24.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-_M50DB8oDtM/TfosMaU_xUI/AAAAAAAAAas/npEJf06DURw/s400/2011-03-26+15.28.24.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;zakat dlm bentuk paket ternak untuk dhuafa LAZNAS Chevron Dumai&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-5565555630665895673?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/5565555630665895673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/04/zakat-produktif-melalui-ternak-kambing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/5565555630665895673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/5565555630665895673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/04/zakat-produktif-melalui-ternak-kambing.html' title='Zakat Produktif melalui Ternak Kambing untuk dhuafa'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Tj4osLvziG4/TfoxAxForyI/AAAAAAAAAa0/5NYzIPf7keI/s72-c/2011-03-27+15.11.37.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Dumai, Indonesia</georss:featurename><georss:point>1.665742 101.44760100000008</georss:point><georss:box>1.2594715 101.07610850000007 2.0720125 101.81909350000008</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-6631480140041585057</id><published>2011-05-01T21:59:00.003+07:00</published><updated>2011-06-16T20:45:51.514+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reproduksi'/><title type='text'>Perkawinan Kambing</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; line-height: 115%;"&gt;Artikel ini kami ambil dari grup Face Book Komunitas Penggemar Kambing PE, mengenai birahi atau sistim reproduksi pada kambing. Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-eNJd5y4zGNI/Tb1yeqNRvbI/AAAAAAAAAZU/tkHQpfoTmc8/s1600/IMAGE_228.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-eNJd5y4zGNI/Tb1yeqNRvbI/AAAAAAAAAZU/tkHQpfoTmc8/s200/IMAGE_228.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; line-height: 115%;"&gt;Tanya : saya butuh masukan, ide, info untuk &amp;nbsp;masalah kambing yang tidak birahi-birahi setelah 8 bulan beranak. Kesalahan awal dar saya, setelah melahirkan umur 2 bualn indukan sudah birahi, tapi tidak saya kawinkan karena setahu saya uterusnya masih belum sembuh. Nah ternyata indukan ngambek dan tidak birahi-birahi sampai sekarang. Sudah saya dekatkan dengan pejantan tapi hasilnya nihil, ada yang bilang pakannya dikasih kecambah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; line-height: 115%;"&gt;Jawab (CV&amp;gt; Bina Satwa Mandiri-Semarang) : Betina tidak berahi ada 2 kemungkinan,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; line-height: 115%;"&gt; 1) karena bunting&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; line-height: 115%;"&gt;2) karena gangguan reproduksi.&lt;br /&gt;Dari penjelasan Ibu/mba, betina berarti tidak dalam kondisi bunting. kemungkinan karena gangguan reproduksi (bisa karena adanya sel telur yang tidak mau luruh setela&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; line-height: 115%;"&gt;h masa ovulasi, di sebut CLP... atau karena gangguan perimbangan hormonal sehingga berahi/tanda-tanda berahi sama sekali tidak terlihat).&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; line-height: 115%;"&gt;Jika ternak nampak sehat dan hanya karena kegemukan, injek ovalumon saja, jika karena masih reproduksi, berikut langkah-langkahnya:&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; line-height: 115%;"&gt;Cara instan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; line-height: 115%;"&gt; injeksi PGF2 alfa, 2-3 hari akan nampak tanda berahi, tapi jangan dikawinkan dulu... bisa jadi sel telur yang menetap sedang berusaha di lepas dan diluruhkan. Karena telur tersebut sudah lama/kadaluarsa mending dibiarkan lepas saja. Injeksi lagi 4-5 hari kemudian, setelah 2-3 hari akan nampak berahi, silakan DIKAWINKAN.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; line-height: 115%;"&gt;Cara instan kadang tidak berjalan sesuai rencana bila ada ketidakseimbangan hormonal, sel telur tetap tidak mau lepas.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; line-height: 115%;"&gt;Treatment Berkelanjutan:&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; line-height: 115%;"&gt;- cara 1 &amp;gt; injeksi oxytocine, untuk merusak perimbangan hormonal yang "memang" sudah rusak. lakukan injeksi lagi 5 hari setelah inj yang pertama. Tunggu 1 siklus (18-21 hari), jika sudah nampak tanda-tanda berahi, silakan dikawinkan.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; line-height: 115%;"&gt;- cara 2 &amp;gt; menggunakan spons vagina (spons progesteron). Pasang spons selama 14 hari, lalu dicabut... biasanya 2-3 hari akan nampak berahi, JANGAN dikawinkan (ini menunjukkan perimbangan hormol mulai membaik). Pasang spons lagi pada betina seminggu setelah pencabutan spons selama 12-14 hari, terus dicabut... 2-3 hari ada nampak berahi SILAKAN DIKAWINKAN.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: #EDEFF4; border-bottom: solid #E5EAF1 1.0pt; border: none; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-element: para-border-div; padding: 0in 0in 3.0pt 0in;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: #EDEFF4; border: none; line-height: 10.7pt; margin-top: 1.55pt; mso-border-bottom-alt: solid #E5EAF1 .75pt; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-padding-alt: 0in 0in 3.0pt 0in; padding: 0in; vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(237, 239, 244); border: medium none; line-height: 10.7pt; margin-top: 1.55pt; padding: 0in; vertical-align: top;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;ada yang menyarankan penambahan kecambah dalam pakan? SEHARUSNYA pemberian kecambah TIDAK HANYA pas ada masalah seperti ini saja, tetapi berikan berkala, terutama pada indukan setelah melahirkan untuk persiapan kesuburan organ reproduksi. Pada betina dara y&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;ang mau dikawinkan (berikan selama 1 minggu saja cukup, jika dana memadai bisa diberikan terus.. he..he..he..). Betina habis sakit (utk mengembalikan perimbangan hormonal).&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;Kecambah juga BAGUS untuk jantan sebagai peningkat kesuburan (manusia laki-laki juga perlu.. he..he..he..).&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;logika ilmiah paling mudah: kecambah adalah benda yang baru tumbuh, disana terkandung banyak zat/hormon yang dibutuhkan untuk tumbuh (baik tubuh atau sperma yang mau tumbuh).&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;Tapi bukan berarti hanya kecambah doank yang diberikan, pakan standar harian juga HARUS diberikan... kecambah adalah suplemen (kembali lg ke dana.. he..he..he..)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;Jika ada yg membutuhkan alat/bahan yang berkait dengan teknologi reproduksi, kami (&lt;a href="http://www.binasatwamandiri.blogspot.com/"&gt;Bina Satwa Mandiri&lt;/a&gt;) juga menyediakan...&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;sukses untuk semua...&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;salam ternak&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-6631480140041585057?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/6631480140041585057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/05/perkawinan-kambing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/6631480140041585057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/6631480140041585057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/05/perkawinan-kambing.html' title='Perkawinan Kambing'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-eNJd5y4zGNI/Tb1yeqNRvbI/AAAAAAAAAZU/tkHQpfoTmc8/s72-c/IMAGE_228.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Pekanbaru, Indonesia</georss:featurename><georss:point>0.5333333 101.45000000000005</georss:point><georss:box>0.34715280000000004 101.28365650000005 0.7195138 101.61634350000004</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-7727711794017256053</id><published>2011-03-14T17:46:00.001+07:00</published><updated>2011-06-16T20:48:42.321+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyakit kambing'/><title type='text'>Obat  mastitis / Radang Ambing</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-Ax1Ei-nf3hM/TX3xhf60QCI/AAAAAAAAAXg/VvgkqWvGy9E/s1600/mastilak.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://lh3.googleusercontent.com/-Ax1Ei-nf3hM/TX3xhf60QCI/AAAAAAAAAXg/VvgkqWvGy9E/s1600/mastilak.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nama Mastilak&lt;br /&gt;Divisi Antibiotik &amp;amp; kemoterapi : Sub Divisi Intramammary&lt;br /&gt;Kelas : Beta laktam &amp;amp; aminoglikosida&lt;br /&gt;Komposisi : Tiap jarum suntik berisi: Procainepenicillin G 250.000 UI &amp;amp; Dihydrostreptomycin 225 mg.&lt;br /&gt;Indikasi : Pengobatan selama periode laktasi mastitis sapi, kambing dan domba.&lt;br /&gt;Dosis : 1 (satu) jarum suntik dari Mastilak per kuartal (sapi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ½ (setengah) jarum suntik dari Mastilak per kuartal (kambing, domba).&lt;br /&gt;Pencegahan&amp;nbsp; : susu ini dapat dikonsumsi 3 hari setelah pengobatan terakhir.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengepakan : Kotak 6 jarum suntik @ 5 ml.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; bagi peternak pekanbaru dan sekitarnya bisa pesan di peternakankambingumbansari. 0812 766 99888. harga Rp 150 rb / box isi 6 syringe &lt;span id="goog_1404329101"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1404329102"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-7727711794017256053?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/7727711794017256053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/03/obat-mastitis-radang-ambing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/7727711794017256053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/7727711794017256053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/03/obat-mastitis-radang-ambing.html' title='Obat  mastitis / Radang Ambing'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh3.googleusercontent.com/-Ax1Ei-nf3hM/TX3xhf60QCI/AAAAAAAAAXg/VvgkqWvGy9E/s72-c/mastilak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-4798962365827882220</id><published>2011-03-10T20:58:00.001+07:00</published><updated>2011-06-16T20:53:04.457+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen peternakan kambing'/><title type='text'>Manajemen Kandang</title><content type='html'>&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHp%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHp%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHp%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHp%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:"Wingdings 2";	panose-1:5 2 1 2 1 5 7 7 7 7;	mso-font-charset:2;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}h3	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-link:"Heading 3 Char";	mso-margin-top-alt:auto;	margin-right:0in;	mso-margin-bottom-alt:auto;	margin-left:0in;	mso-pagination:widow-orphan;	mso-outline-level:3;	font-size:13.5pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	font-weight:bold;}h4	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-link:"Heading 4 Char";	mso-style-next:Normal;	margin-top:12.0pt;	margin-right:0in;	margin-bottom:3.0pt;	margin-left:0in;	mso-pagination:widow-orphan;	page-break-after:avoid;	mso-outline-level:4;	font-size:14.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	font-weight:bold;}p	{mso-style-unhide:no;	mso-margin-top-alt:auto;	margin-right:0in;	mso-margin-bottom-alt:auto;	margin-left:0in;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}span.Heading3Char	{mso-style-name:"Heading 3 Char";	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"Heading 3";	mso-ansi-font-size:13.5pt;	mso-bidi-font-size:13.5pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-ascii-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-hansi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	font-weight:bold;}span.Heading4Char	{mso-style-name:"Heading 4 Char";	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"Heading 4";	mso-ansi-font-size:14.0pt;	mso-bidi-font-size:14.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-ascii-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-hansi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	font-weight:bold;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:11.0in 8.5in;	mso-page-orientation:landscape;	margin:.5in .7in .5in .5in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-columns:2 even .5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0	{mso-list-id:409161309;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:645799366 1970416884 -781160496 403736144 307295654 -1513981448 -1187491180 1245620002 1990221394 -174414728;}@list l0:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:;	mso-level-tab-stop:.5in;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-.25in;	font-family:"Wingdings 2";}@list l1	{mso-list-id:842429704;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:389710710 -1553056746 -1867883286 239609864 356797810 -1759354468 640468646 1950128896 -991927456 -141017058;}@list l1:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:;	mso-level-tab-stop:.5in;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-.25in;	font-family:"Wingdings 2";}@list l2	{mso-list-id:1910575227;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:-180426412 -618598194 -712327768 2078565598 897189098 -271395902 972343142 622504828 1056064564 -774850968;}@list l2:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:;	mso-level-tab-stop:.5in;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-.25in;	font-family:"Wingdings 2";}ol	{margin-bottom:0in;}ul	{margin-bottom:0in;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; line-height: 115%;"&gt;KANDANG&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-y-_NDJx4QUA/TXjF9KZZuUI/AAAAAAAAAXU/GCeUXjnqzqo/s1600/kandang1-300x158.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://lh6.googleusercontent.com/-y-_NDJx4QUA/TXjF9KZZuUI/AAAAAAAAAXU/GCeUXjnqzqo/s1600/kandang1-300x158.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.etawajaya.com/"&gt;kandang panggung tunggal&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Hal yang terpenting sebelum memulai beternak kambing etawa adalah membuat kandang kambing etawa. Kandang yang baik berfungsi memudahkan peternak dalam pemeliharaan ternak, pemberian pakan dan mengontrol kesehatan kambing etawa. Kambing etawa seperti pada kambing pada umumnya bukanlah hewan yang pandai merumput (grazing) yang dapat dilepas bebas ke alam. Keberadaan kandang mutlak untuk mengontrol kambing etawa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Lokasi Kandang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Lokasi kandang hendaknya terletak dekat dengan sumber pakan hijauan. Salah satu kunci sukses dalam beternak kambing etawa adalah menekan biaya pakan. Letak yang dekat dengan sumber pakan hijauan akan memudahkan dalam pemenuhan pakan hijauan yang sangat penting bagi pertumbuhan kambing etawa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sangat disarankan kandang terletak di tempat yang tidak terlalu ramai sehingga kambing etawa dapat hidup tenang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pengontrolan kambing etawa tiap hari sangat penting untuk menjaga dari gangguan atau hal-hal lain yang tidak terduga. Lokasi kandang sebaiknya tidak jauh dari rumah pemilik atau anak kandang untuk mempermudah pengawasan ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kandang sebaiknya didirikan di tanah yang padat, kering dan tidak becek waktu hujan, selalu mendapat sinar matahari dan bersih. Tempat terbuka yang agak jauh dari pepohonan besar memungkinkan kandang selalu mendapatkan sinar matahari tiap hari. Pemberian pepohonan di sekitar kandang sangat baik untuk menahan terpaan angin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Fungsi Kandang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Wingdings 2&amp;quot;;"&gt;—&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Melindungi ternak kambing dari matahari, angin, hujan, binatang buas, penyakit dan pencurian.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Wingdings 2&amp;quot;;"&gt;—&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tempat makan, minum, tidur dan istirahat ternak &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Wingdings 2&amp;quot;;"&gt;—&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sebagai tempat untuk tidur dan istirahat ternak, sebagai tempat perkawinan dan melahirkan, sebagai tempat makan dan minum, sebagai tempat membuang kotoran (&lt;i&gt;feces&lt;/i&gt;) dan kencing (&lt;i&gt;urine&lt;/i&gt;) serta sebagai tempat untuk merawat ternak yang sakit.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Wingdings 2&amp;quot;;"&gt;—&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Agar ternak tidak berkeliaran dimana-mana, sehingga tanaman rumput (HMT) tidak rusak dimakan oleh kambing dan kebersihan lingkungan area kandang dapat terjaga.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Wingdings 2&amp;quot;;"&gt;—&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mempermudah dalam melakukan pengelolaan dan pengawasan terhadap pemberian pakan, pertumbuhan, penyakit, recording ternak, perkawinan dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-467YVlWhDOs/TXjFrtgdgbI/AAAAAAAAAXQ/2H--MM5aNEA/s1600/kandang+up+view.GIF" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="187" src="https://lh4.googleusercontent.com/-467YVlWhDOs/TXjFrtgdgbI/AAAAAAAAAXQ/2H--MM5aNEA/s320/kandang+up+view.GIF" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-FRlWsnFz2_Y/TXjFpYQdXCI/AAAAAAAAAXM/AHgNAriZOmg/s1600/kandang+double+pin.GIF" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="187" src="https://lh3.googleusercontent.com/-FRlWsnFz2_Y/TXjFpYQdXCI/AAAAAAAAAXM/AHgNAriZOmg/s320/kandang+double+pin.GIF" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Desain Kandang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Desain kandang kambing etawa yang disarankan adalah model panggung. Model ini disukai oleh peternak karena mudah dibersihkan dan sirkulasi udara dalam kandang lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Ukuran dari kandang kambing etawa disesuaikan dengan jumlah kambing yang akan dipelihara. Umumnya kandang dibagi dalam beberapa kamar / sekat dimana tiap kamar dihuni 1-2 kambing etawa dewasa. Model seperti ini disebut dengan model baterai. Untuk kamar betina berukuran 150 cm x 100 cm. Untuk kamar pejantan berukuran 200 cm x 150 cm. Bentuk kamar pejantan yang besar digunakan untuk mengamodasi ukuran pejantan yang lebih besar agar dapat bergerak leluasa sehingga kondisi tetap kuat dan aktif. Pagar tiap kamar dibuat agak tinggi sekitar 150 cm. Pagar yang agak tinggi ini penting bagi kamar pejantan terutama yang sedang birahi. Berdasarkan pengalaman peternakan kami, pernah ada seekor kambing pejantan yang sedang birahi mampu meloncati pagar setinggi 125 cm! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Wingdings 2&amp;quot;;"&gt;—&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tinggi panggung (kolong kandang) dari tanah dibuat minimal 50-100 cm. &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Wingdings 2&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;—&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;Celah lantai panggung dibuat 1-1,5 cm, agar kotoran jatuh dan kambing tidak terperosok. Permukaan lantai harus rata, datar dan kuat. Bahan dapat dibuat dari bahan kayu keras atau bambu. Jika menggunakan bambu perlu diperhatikan kelengkungan dari bilah-bilah bambu yang dipasang. Diusahakan bilah-bilah bambu dipotong tipis agar memperoleh bentuk yang cukup datar dan rata. Keunggulan menggunakan bambu adalah ketahanannya. Semakin basah terkena air (kencing), maka bambu semakin kuat. Kelemahannya adalah kelengkungan bambu yang membuat kuku kambing jelek/rusak. Jika bilah bambu tidak ditopang dengan benar makan bilah bambu tersebut mudah melengkung jika terinjak kaki kambing karena sifat bambu yang fleksibel atau lentur. Sering dijumpai kasus kaki kambing etawa terperosok atau terjepit bilah bambu terutama indukan yang sedang hamil (karena kaki yang kecil namun bobotnya berat). Kayu pinang atau jambe adalah salah satu bahan kayu yang dapat digunakan. Sifat kayu pinang yang lentur namun kuat cukup bagus untuk dipakai untuk membuat lantai kandang kambing etawa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Wingdings 2&amp;quot;;"&gt;—&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;Dinding kandang sebaiknya dibuat agak rapat setinggi 80-1 m, tetapi masih menyisakan celah pada bagian 1 – 2 meter dari lantai kandang. Tujuannya untuk untuk menghidari terpaan angin kencang yang langsung mengenai tubuh kambing etawa, namun masih memberikan sinar matahari masuk dan menjaga sirkulasi udara&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Wingdings 2&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;—&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;Tinggi lantai palungan setinggi dada ternak atau sekitar 30 cm. Ukuran palungan L 30-40 cm T 25-35 cm Dinding kandang yang mengarah palungan dibuat lubang ukuran 20 cm x 20 cm (cukup untuk kepala kambing etawa mengambil pakan). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Wingdings 2&amp;quot;;"&gt;—&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tempat pakan yang dalam dan lebar menghindari pakan hijauan atau ramban yang dapat tercecer sehingga dapat mengurangi biaya pakan yang terbuang.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Wingdings 2&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;—&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;Untuk daerah panas bahan atap disarankan dari bahan yang memiliki daya serap kecil seperti genteng/asbes. Penggunaan bahan seng dihindari karena dapat mengakibatkan suara gaduh saat hujan yang dapat menggangu kambing etawa. Genteng memiliki ketahanan dan daya serap panas yang bagus jika dibandingkan dengan asbes. Namun harga genteng lebih mahal daripada asbes&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Wingdings 2&amp;quot;;"&gt;—&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;S&lt;span lang="IN"&gt;ebaiknya didirikan diatas tanah yang rata dengan sirkulasi udara yang baik&lt;/span&gt; dan cukup mendapat sinar matahari &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Wingdings 2&amp;quot;;"&gt;—&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dekat dengan sumber air dan akses transportasi &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Bahan baku kandang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;Kayu keras merupakan bahan yang umum dipakai untuk membuat kandang kambing etawa. Kayu&amp;nbsp; kelapa contohnya adalah salah&amp;nbsp; satu jenis kayu keras yang baik dan&amp;nbsp; murah. Bambu juga dapat dipergunakan untuk membuat kandang kambing etawa. Harga bambu lebih murah daripada jenis kayu keras. Kelemahan bahan baku bambu terletak pada penyambungan dengan paku. Pada prakteknya sering terjadi sambungan paku yang terlepas dari bambu akibat mendapat tekanan. Selain itu kandang menggunakan bambu kurang rapi dikarenakan sulitnya memperoleh presisi yang bagus dalam penyambungannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; Penggunaan kayu sengon tidak disarankan mengingat kekuatan dari kayu sengon tersebut. Pada dasarnya penggunaan bahan ditentukan oleh modal yang tersedia dengan tetap memperhitungkan kekuatan daya tahannya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 115%;"&gt;Perlengkapan dan Peralatan&amp;nbsp; Kandang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Wingdings 2&amp;quot;;"&gt;—&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tempat Pakan &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Wingdings 2&amp;quot;;"&gt;—&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tempat minum &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Wingdings 2&amp;quot;;"&gt;—&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tempat penyimpanan pakan &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Wingdings 2&amp;quot;;"&gt;—&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tangga &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Wingdings 2&amp;quot;;"&gt;—&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Lampu penerangan &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Wingdings 2&amp;quot;;"&gt;—&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Saluran pembuangan &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Wingdings 2&amp;quot;;"&gt;—&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ember&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Wingdings 2&amp;quot;;"&gt;—&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Alat kesehatan dan Obat obatan &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Wingdings 2&amp;quot;;"&gt;—&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Cangkul, arit dan sekop &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Wingdings 2&amp;quot;;"&gt;—&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Gunting kuku&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;/div&gt;sumber: panduan lengkap kambing dan domba I ketut S &amp;amp; IGM Budiarsana. artikel desain kandang etawa, www.etawajaya.com. pelatihan beternak kambing Kampoeng ternak , Sosro Wardoyo, S.Pt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-4798962365827882220?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/4798962365827882220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/03/manajemen-kandang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/4798962365827882220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/4798962365827882220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/03/manajemen-kandang.html' title='Manajemen Kandang'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh6.googleusercontent.com/-y-_NDJx4QUA/TXjF9KZZuUI/AAAAAAAAAXU/GCeUXjnqzqo/s72-c/kandang1-300x158.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-6816414746935808101</id><published>2011-03-05T01:02:00.006+07:00</published><updated>2011-06-16T20:57:08.181+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen peternakan kambing'/><title type='text'>Investasi Bagi Hasil</title><content type='html'>&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHp%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHp%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHp%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:Wingdings;	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:2;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}@font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph	{mso-style-priority:34;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:.5in;	mso-add-space:auto;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst	{mso-style-priority:34;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-type:export-only;	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:0in;	margin-left:.5in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-add-space:auto;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle	{mso-style-priority:34;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-type:export-only;	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:0in;	margin-left:.5in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-add-space:auto;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast	{mso-style-priority:34;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-type:export-only;	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:.5in;	mso-add-space:auto;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0	{mso-list-id:187375639;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:-1772452150 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l0:level1	{mso-level-tab-stop:none;	mso-level-number-position:left;	margin-left:1.0in;	text-indent:-.25in;}@list l1	{mso-list-id:868569999;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:-576414228 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l1:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:;	mso-level-tab-stop:none;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-.25in;	font-family:Symbol;}@list l2	{mso-list-id:1082217336;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:-715721008 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l2:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:;	mso-level-tab-stop:none;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-.25in;	font-family:Symbol;}@list l3	{mso-list-id:1968269766;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:507565626 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l3:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:;	mso-level-tab-stop:none;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-.25in;	font-family:Symbol;}ol	{margin-bottom:0in;}ul	{margin-bottom:0in;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;konsep Bagi hasil dengan system paruhan atau 50% : 50% antara pemilik modal dengan peternak binaan kelompok tani ternak umban sari Rumbai yang berdomisili di Kecamatan Rumbai dan Rumbai Pesisir.&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-UV24GGFC8b8/TXEj9_uywWI/AAAAAAAAAWw/0moto5yl6V8/s1600/induk+rambon.gif" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="241" src="https://lh3.googleusercontent.com/-UV24GGFC8b8/TXEj9_uywWI/AAAAAAAAAWw/0moto5yl6V8/s320/induk+rambon.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Indukan PE Rambon&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Investor:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Individu atau gabungan individu atau badan usaha yang menanamkan modalnya untuk dikembangkan dalam bentuk budi daya ternak kambing.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Setiap Investor menanamkan modalnya sedikitnya 1 paket budi daya kepada peternak binaan kelompok Tani Ternak Umban Sari Rumbai selama 28 bulan dan dapat di perpanjang berdasarkan kesepakatan antara investor dengan peternak binaan kelompok Tani Ternak Umban Sari Rumbai&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;1 paket investasi bernilai Rp 5,000,000,-. Terdiri dari :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;2 Ekor Induk betina Kambing Peranakan Etawa jenis Rambon senilai @ RP 1,200,000,-&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;1 Ekor calon pejantan Super &amp;nbsp;Jenis Peranakan Etawa Senduro senilai Rp 1,500,000,-. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Bibit Rumput Gajah odot dan Thailand untuk lahan seluas 16 m² Senilai Rp 100,000,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Bantuan pengadaan Kandang seluas 2m X 3m = 6m² senilai Rp 500,000,-.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Biaya penyiapan ternak, obat obatan, vitamin, mineral, pelatihan, pemagangan, &amp;nbsp;pendampingan peternak dan konsultasi selama masa program Rp 1,000,000,-.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;investor mendapatkan laporan perkembangan investasi secara berkala&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-u-xx6Sg2mDs/TXElVkD86VI/AAAAAAAAAW8/_8VTG34r0zQ/s1600/ta.gif" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="244" src="https://lh4.googleusercontent.com/-u-xx6Sg2mDs/TXElVkD86VI/AAAAAAAAAW8/_8VTG34r0zQ/s320/ta.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Calon Pejantan umur 2 bulan bb 15 kg&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Peternak&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Individu individu yang berasal dari keluarga kurang mampu yang di pilih kelompok untuk mendapatkan program budi daya ternak kambing dengan system bagi hasil paruhan.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Peternak terpilih yang &amp;nbsp;bersedia mengikuti segala ketentuan budi daya ternak kambing yang di buat oleh kelompok dan bersedia mengikuti pelatihan, pemagangan serta arahan arahan kelompok dalam budi daya ternak kambing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi hasil :&lt;br /&gt;bagi hasil ditetapkan 50% untuk peternak dan 50% untuk investor dari hasil anakan pengembangan ternak selama masa program. indukan dan pejantan awal tetap menjadi milik investor&lt;br /&gt;sebagai ilustrasi seorang investor mengambil 1 paket investasi. yang terdiri dari 2 ekor indukan kambing rambon bunting etawa senduro di tambah 1 calon pejantan senduro. dalam masa 5-6 bulan kemudian si induk beranak. maka anakannya di bagi dua utk peternak dan investor ketika si anakan sdh berumur 8-9 bulan. atau jika kita umpamakan berdasarkan sketsa perkembangan kambing&amp;nbsp; dalam 28 bulan, maka di akhir kontrak jumlah anakan yg di hasilkan berjumlah sekitar 16 ekor siap jual. hasil tersebut di bagi menjadi dua antara investor dengan peternak. maka investor pada akhir masa program akan mendapatkan 8 ekor anakan siap jual seharga @ Rp 800-1,1 jt di tambah modal 2 ekor induk dan 1 ekor pejantan etawa senduro berumur 3 tahun yang jika kita nominal kira kira 8 X 800 rb = Rp 6,4 jt + 2 X Rp 600 rb + pejantan seharga Rp 3 jt, total aset di akhir program kira kira Rp 6,4 jt + Rp 1,2 jt + Rp 3 jt = Rp 10,6 jt.&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-32Hx8uCSJOc/TXEkLJIol2I/AAAAAAAAAW0/OPFsC2Asih8/s1600/ba.gif" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="https://lh6.googleusercontent.com/-32Hx8uCSJOc/TXEkLJIol2I/AAAAAAAAAW0/OPFsC2Asih8/s320/ba.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Calon Pejantan umur 8 bulan BB +40 Kg&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-W-PIP_DGXd8/TXElNBLC9rI/AAAAAAAAAW4/3_HRourCnuk/s1600/ba+17+bulan.png" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://lh4.googleusercontent.com/-W-PIP_DGXd8/TXElNBLC9rI/AAAAAAAAAW4/3_HRourCnuk/s320/ba+17+bulan.png" width="241" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;pejantan ketika berumur 17 bulan BB +60 Kg&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-tHMVO0xjAaI/TXEoKM7oOII/AAAAAAAAAXE/yZjyy-_cqmo/s1600/tabel+etawa+jaya+28+bulan.GIF" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://lh6.googleusercontent.com/-tHMVO0xjAaI/TXEoKM7oOII/AAAAAAAAAXE/yZjyy-_cqmo/s1600/tabel+etawa+jaya+28+bulan.GIF" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-6816414746935808101?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/6816414746935808101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/03/investasi-bagi-hasil.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/6816414746935808101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/6816414746935808101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/03/investasi-bagi-hasil.html' title='Investasi Bagi Hasil'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh3.googleusercontent.com/-UV24GGFC8b8/TXEj9_uywWI/AAAAAAAAAWw/0moto5yl6V8/s72-c/induk+rambon.gif' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-2187593046160720488</id><published>2011-03-03T07:50:00.002+07:00</published><updated>2011-06-16T20:58:53.467+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pakan kambing'/><title type='text'>Komposisi pakan kambing</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-FWuKllVhts4/TW7lFNtdrCI/AAAAAAAAAWk/hl-36DnljRY/s1600/pakan.GIF" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="108" src="https://lh4.googleusercontent.com/-FWuKllVhts4/TW7lFNtdrCI/AAAAAAAAAWk/hl-36DnljRY/s320/pakan.GIF" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;persentase komposisi hijauan dan rumput untuk kambing&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-pXDK2zuSWl0/TW7kpnHayvI/AAAAAAAAAWg/3je_vaRiIsQ/s1600/tabel+pakan.GIF" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="201" src="https://lh3.googleusercontent.com/-pXDK2zuSWl0/TW7kpnHayvI/AAAAAAAAAWg/3je_vaRiIsQ/s400/tabel+pakan.GIF" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;pakan berdasarkan manfaatnya&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;sumber: panduan lenkap kambing dan domba. i ketut sutama, igm.budiarsana&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-2187593046160720488?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/2187593046160720488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/03/komposisi-pakan-kambing.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/2187593046160720488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/2187593046160720488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/03/komposisi-pakan-kambing.html' title='Komposisi pakan kambing'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh4.googleusercontent.com/-FWuKllVhts4/TW7lFNtdrCI/AAAAAAAAAWk/hl-36DnljRY/s72-c/pakan.GIF' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-903343938721259004</id><published>2011-02-13T06:47:00.001+07:00</published><updated>2011-06-16T21:01:45.310+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyakit kambing'/><title type='text'>Obat Tradisional untuk Ternak Kambing</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-KGZqPK-9RCE/TVcbiaDdHhI/AAAAAAAAAVs/mN_e9dCCz10/s1600/mandi.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-KGZqPK-9RCE/TVcbiaDdHhI/AAAAAAAAAVs/mN_e9dCCz10/s200/mandi.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;menjaga kebersihan ternak&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Bagi peternak di pedesaan untuk mengobati ternak yang sakit sering  mengalami kesulitan, karena jauh dari kota (toko obat) dan harga obat  yang terlalu mahal, sehingga sulit terjangkau oleh peternak. Untuk  mengatasi hal tersebut, perlu dicari alternatif lain yaitu dengan  menggunakan obat tradisional yang ada dan dapat dilakukan peternak serta  harganya murah. Namun demikian usaha pencegahan juga perlu dilakukan  dengan menjaga kebersihan ternak dan lingkungannya, pemberian pakan yang  cukup (kualitas dan kuantitas), bersih dan tidak beracun. Tips bagi  Anda untuk mengatasi berbagai penyakit yang sering menyerang kambing  melalui pengobatan tradisional&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MENINGKATKAN STAMINA/DAYA TAHAN  TUBUH/STRESS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Meningkatkan stamina, daya tahan tubuh dan strees  kambing penting untuk dijaga bahkan ditingkatkan. Ternak kambing yang  habis dari perjalanan jauh, perubahan musim dan masih dalam proses  adaptasi atau penyesuaian lingkungan baru kambing akan mengalami  penurunan stamina, daya tahan tubuh dan stress yang tinggi, sehingga  dapat menyebabkan ternak kambing mudah terserang penyakit bahkan  berakibat pada kematian. Tanda klinis : Kambing menjadi lesu dan tidak  bergairah. Nafsu makan berkurang bahkan hilang. Kambing terlihat sering  duduk-duduk.&lt;br /&gt;Pencegahan :&lt;br /&gt;Tempatkan kambing pada  kandang/lokasi yang teduh. Hindari kegaduhan atau kegiatan yang membuat  ternak kaget. Berikan pakan sesuai daerah asal (ramban yang sudah layu ±  3 jam).&lt;br /&gt;Pengobatan jamu : &lt;br /&gt;1. Larutkan gula merah ¼ kg  dicampur asam jawa secukupnya. Jamu ini diberikan setelah kambing sampai  di kandang atau dari perjalanan jauh (pra droping), cuaca di sekitar  kandang memburuk (terik panas/hujan) dan pada saat satu bulan pertama  droping/adaptasi. Jamu ini diberikan 1 satu minggu satu kali dan dua  hari berturut-turut sesaat setelah droping. &lt;br /&gt;2. Madu ¼ gelas  dicampur dengan kuning telur itik 1 butir. Berikan jamu ini dengan cara  diminumkan.&lt;br /&gt;3. Dapat juga Kambing di suntikkan neurobion / vit B komplek yg di jual di Apotek &lt;br /&gt;&lt;b&gt;MENINGKATKAN NAFSU MAKAN&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Dengan  meningkatnya nafsu makan kambing maka produktifitasnya akan meningkat  dan ternak dapat terjaga stamina, daya tahan tubuh, strees dan penyakit.  Untuk itu, upaya meningkatkan nafsu makan perlu terus dilakukan. Adapun  jamu berikut dapat dipilih untuk meningkatkan nafsu makan. &lt;br /&gt;1.  Daun talas 3 lembar dan garam dapur 3 sendok makan direbus selama 15  menit. Daun yang sudah matang dijadikan untuk tiap ekor kambing. &lt;br /&gt;2.  Kencur segar 1 ons, diparut dan dicampur kuning telur ayam 1 butir,  Jamu ini diberikan setiap 3 hari sekali sampai kondisi makan kambing  normal. &lt;br /&gt;3. Daun buni, umbi lempuyang gajah dan terasi secukupnya  ditumbuk hingga halus, lalu ditambah sedikit air matang. Ramuan ini  diperas dan diambil sarinya dan airnya diberikan pada kambing. &lt;br /&gt;4.  Mentimun 2 buah diparut, lalu dicampur garam dapur, asam jawa, terasi  dan air secukupnya. Ramuan ini siap diberikan pada kambing untuk sekali  pemberian. &lt;br /&gt;5. Daun buni 5 lembar, lengkuas sebesar ibu jari,  terasi dan garam dapur secukupnya ditumbuk hingga halus lalu ditambahkan  air secukupnya. Ramuan ini diperas dan airnya disaring dan diberikan  pada 2 ekor kambing. &lt;br /&gt;6. Pucuk daun durian 5 lembar, daun buni 5  lembar, daun dadap serep 5 lembar, terasi dan garam dapur secukupnya  kemudian bahan ini dihaluskan. Tambahkan sedikit air dan airnya diperas.  Air perasan ini diberikan pada 2 ekor kambing. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;PERUT KEMBUNG&lt;/b&gt;  &lt;br /&gt;Kembung (bloat) disebabkan oleh penimbunan gas dalam perut  akibat proses fermentasi berjalan cepat. Tingginya akumulasi gas menekan  organ dalan tubuh sehingga menimbulkan kesakitan, pernapasan dengan  mulut terbuka atau frekuensi pernapasan tinggi, serta frekuensi buang  air besar dan kencing meningkat. Agar ternak terhindar dari perut  kembung, hindari pemberian pakan kambing sebagai berikut :&lt;br /&gt;Pakan  hijauan yang masih terlalu muda, banyak mengandung air atau terlalu  basah, baik terkena air hujan atau embun. Maka sebaiknya kambing diberi  pakan hijauan yang sudah kering dari embun pagi. &lt;br /&gt;Pakan dari bahan  pakan yang mudah dan cepat difermentasi seperti kol, lobak dan wortel  secara berlebihan. &lt;br /&gt;Pakan biji-bijian yang tergiling halus terlalu  banyak, tetapi kuarang mendapat hijauan berserat. &lt;br /&gt;Pakan  leguminosa (daun kacang-kacangan) terlalu banyak. Bila keadaan memaksa,  hijauan sebaiknya diberi percikan minyak kelapa. &lt;br /&gt;Tanda klinis : &lt;br /&gt;Kambing  merasa gelisah, sakit, dan sulit bernapas. Perut bagian kiri mengalami  pembesaran yang bila ditepuk akan berbunyi seperti bedug/gendang.&lt;br /&gt;Punggung  membungkuk, denyut jantung melemah, selaput lender mulut kebiruan.&lt;br /&gt;Ternak  jatuh dan susah bangun lagi, bila dibiarkan ternak dapat mati mendadak.  &lt;br /&gt;Pengobatan jamu : &lt;br /&gt;1. Minyak nabati (minyak kelapa, minyak  kedelai, atau minyak sawit) sebanyak 100-200 ml (sekitar ½ – 1 gelas)  dengan cara dicekok. &lt;br /&gt;2. Kambing dicekok 200 cc “Sprite/soda”,  lalu perut yang kembung sebelah kiri dibalur dengan bawang merah hanlus  dan sudah dicampur dengan minyak angina. Bila angina sudah keluar  melalui anus, kedua kakidepan diangkat ke atas sambil sisi perut dijepit  dengan kaki kita. Mulut kambing harus selalu terbuka, dengan cara mulut  kambing disumbat dengan kayu/paralon secara melintang dan usahakan  kambing tetap berdiri. Dengan cara ini semua timbunan gas dalam perut  akan keluar. &lt;br /&gt;3. Bagian anus kambing ditusuk dengan tangkai daun  papaya yang ujungnya sudah diolesi minyak goreng agar tidak melukai  dinding anus. Setelah itu kedua sisi perut kambing dijepit sehingga gas  akan keluar melalui tangkai daun papaya.&lt;br /&gt;4. berikan Mylanta cair dengan dosisi 1 ml / 1 kg bb, jika parah dosis bisa di tingkatkan 2 kali lipat. mylanta di campur dengan air matang 1:10 &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Scabies (Kudis)&lt;/b&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kudis atau kurap disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabei,  Psoroptes communis var.ovis dan Chorioptes ovis. Tungau ini mudah  menular ke ternak lain. &lt;br /&gt;Tanda klinis : &lt;br /&gt;Kulit tampak  bercak-bercak merah yang membentuk bisul sehingga mengalami kekakuan,  penebalan dan bersisik. Ternak menggosok-gosokkan bulunya ke dinding  kandang karena gatal, bulu rontok. Ternak kurus, nafsu makan berkurang  dan anemia/kekurangan darah. Produksi susu menurun. &lt;br /&gt;Pencegahan : &lt;br /&gt;Sanitasi  kandang dan penyemprotan pada kandang yang tercemar atau pernah  terdapat ternak kudisan. &lt;br /&gt;Ternak sakit dipisahkan dari yang sehat  dan hindari kontak langsung dengan ternak sehat. &lt;br /&gt;Penyebab: &lt;br /&gt;parasit  yang terdapat pada kotoran yang terjadi karena kandang kotor dan ternak  tidak pernah dimandikan. &lt;br /&gt;Tanda- tanda: &lt;br /&gt;Kerak - kerak pada  permukaan kulit, Ternak selalu menggesekan bagian kulit yang terserang  kudis, Kerontokan bulu, kulit menjadi tebal dan kaku&lt;br /&gt;Pengobatan :&lt;br /&gt;Cukur  bulu sekitar daerah terserang, mandikan ternak dengan disikat dan  dengan sabun antiseptic/deterjen. sampai bersih, kemudian jemur sampai  kering. Setelah kering dapat diobati&lt;br /&gt;Permukaan kulit yang sakit  digosogkan campuran serbuk belerang, kunyit dan minyak kelapa yang  dipanaskan setiap 2 hari sekali digosokkan pada kulit yang sakit.. &lt;br /&gt;Kulit  yang sakit diolesi dengan oli bekas secara teratur seminggu sekali.  Pengobatan dengan oli bekas dari kendaraan yang sidah menempuh jarak  1.000 km paling efektif karena pertumbuhan bulu dan perbaikan kulit  sangat baik dibandingkan dengan menggunakan belerang (Balai Penelitian  Veteriner/Balitvet).&lt;br /&gt;Jeruk purut digiling halus, ditambahkan garam  dapur dan minyak kelapa. Gosokkan pada kulit yang terserang kudis.&lt;br /&gt;Lengkuas,  daun ketepeng kerbau dan garam dapur dihaluskan dan dioleskan pada  bagian kulit yang terserang kudis.&lt;br /&gt;Kamper / kapur barus digerus,  dicampur minyak kelapa dan dioleskan pada bagian kulit yang sakit.&lt;br /&gt;Gerusan Kapur barus di campur gerusan belerang di campur minyak goreng bekas, kemudian di salepi ke bagian yang terkena. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan:&lt;br /&gt;Ternak  yang berpenyakit kudis tidak boleh bercampur dengan ternak yang sehat. &lt;br /&gt;Ternak  yang baru dibeli harus bebas dari penyakit kudis &lt;br /&gt;Mandikan ternak  dua minggu sekali.&lt;br /&gt;Bersihkan kandang seminggu sekali.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MYASIS&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penyebab:  &lt;br /&gt;Luka daerah yang berdarah diinfeksi oleh lalat sehingga lalat  berkembangbiak (bertelur) dan menghasilkan larva belatung. &lt;br /&gt;Tanda-tanda:&lt;br /&gt;Adanya  belatung yang bergerak-gerak pada bagian yang luka&lt;br /&gt;Bila  belatungan pada kaki/teracak maka ternak terlihat pincang.&lt;br /&gt;Pengobatan:&lt;br /&gt;Bersihkan  luka dari belatung, kemudian obati dengan gerusan kapur barus atau  tembakau.&lt;br /&gt;Luka dibungkus dengan kain/perban untuk melindungi dari  terjadinya luka baru atau kotoran.&lt;br /&gt;Pada hari berikutnya luka  dibersihkan, pengobatan diulang dan dibungkus kembali. Biasanya dua atau  tiga kali pengobatan sudah sembuh.&lt;br /&gt;Bila belatung sudah terbasmi,  pemberian yodium tinctur dapat dipakai untuk mempercepat pertumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;CACINGAN&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penyebab:  &lt;br /&gt;Bermacam-macam cacing terjadi karena kandang yang kotor atau  padang pengembalaan yang kotor. Cacing yang banyak menimbulkan kerugian  pada kambing adalah cacing Haemonchus contortusi. Cacing ini hidup  sebagai parasit di pencernaan kambing menghisap sari makanan, cairan  tubuh dan darah, serta mengeluarkan racun yang mengakibatkan kambing  menjadi lemah dan lesu.&lt;br /&gt;Tanda klinis :&lt;br /&gt;Kambing terlihat  kurus, lemah, pucat, bulu berdiri dan kusam.&lt;br /&gt;Kambing diare, nafsu  makan berkurang, perut membesar dan produksi susu menurun.&lt;br /&gt;Daerah  rahang terlihat membengkak Mati mendadak&lt;br /&gt;Pengobatan jamu :&lt;br /&gt;Buah  pinang/jambe tua sebanyak 2 buah yang sudah dijemur hingga kering dan  ditumbuk halus lalu diaduk dengan gula jawa dan dibentuk pellet/butiran.  Pemberian ini diberikan dengan cara dicekokkan.&lt;br /&gt;Daun tembakau 5  lembar dilumatkan, lalu dicampur air secukupnya dan disaring. Air  saringannya diminumkan pada ternak yang sakit&lt;br /&gt;Serbuk getah papaya  muda dicampur air dengan perbandingan 1 : 5 hingga terbentuk suspensi.  Suspensi getah papaya ini diminumkan atau dicekokkan dengan menggunakan  selang agar langsung masuk ke dalam perut. Pemberian sebanyak 1,2 gr/Kg  berat badan.&lt;br /&gt;Tepung buah pinang dicampur dengan nasi hangat  dikepal-kepal kemudian dipaksakan untuk dimakan ternak. Ternak  dianjurkan untuk dipuasakan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Daun kelor yang tua  dibakar, kemudian debunya dicampur air dan diminumkan. Pengobatan  diulangi satu minggu kemudian.&lt;br /&gt;Pencegahan:&lt;br /&gt;Kandang dibuat  panggung dan bersih&lt;br /&gt;Pengaritan rumput setelah panas yaitu pada jam  12.00-15.00 atau pengembalaan ternak pada siang hari jam 10.00-15.00.&lt;br /&gt;Jangan  menggembalakan ternak pada daerah rawa, sungai dan sawah.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KERACUNAN  PAKAN&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penyebab: &lt;br /&gt;Ternak memakan rumput-rumputan atau  daun-daunan yang mengandung zat racun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda:&lt;br /&gt;Mati  mendadak, mulut berbusa, kebiruan pada selaput lendir, pengelupasan  kulit/eksim atau terjadi pendarahan. mulut berbusa, kejang, kebiruan  pada selaput lendir dan&lt;br /&gt;terkadang mati mendadak&lt;br /&gt;Pengobatan :&lt;br /&gt;Minyak  kelapa 1 gelas diminumkan pada 1 ekor kambing dan beri minum air kelapa  sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;Air kelapa dicampur dengan asam jawa dan  garam dapur secukupnya duminumkan pada ternak yang keracunan.&lt;br /&gt;Berikan Norit yang di gerus dicampur air matang. &lt;br /&gt;Bila  ternak keracunan insektisida, kambing diberi air minum santan kelapa  hangat 1 gelas.&lt;br /&gt;Ternak jangan diberi hijauan beracun seperti, daun  singkong dan daun dadap serep.&lt;br /&gt;Pencegahan:&lt;br /&gt;Tidak memberikan  tanaman beracun atau menggembalakan ternak di daerah yang banyak tumbuh  tanaman yang mengandung racun.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BELEKAN / PINK EYE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kambing  yang terserang belekan aktivitasnya akan terganggu ini disebabkan oleh  trauma akibat tertusuk ujung rambut, debu dan duri. Walaupun demikian  penyakit ini dapat disebabkan oleh bakteri, virus, Chlamidia dan  Ricketsia.&lt;br /&gt;Tanda klinis :&lt;br /&gt;Mata mengeluarkan air, tertutup  dan berkedip-kedip. Mata membengkak, merah, kemudian keruh dan timbul  borok pada selaput bening hinga mengalami kebutaan.&lt;br /&gt;Pencegahan :&lt;br /&gt;Kebersihan  kandang dijaga/sanitasi, pisahkan ternak yang sakit. Pakan dipotong  pendek agar tidak melukai mata. Memandikan kambing 1 bulan 2 kali pada  waktu cuaca cerah.&lt;br /&gt;Pengobatan :&lt;br /&gt;Mata ternak dicuci dengan  air hangat. Semprotkan dengan teh dan garam yang dilarutkan dalam air  hangat. Penyemprotan dilakukan oleh mulut kita. Sesudah disemprot  berikan obat tetes mata atau salep mata manusia. Pengobatan ini  dilakukan setiap hari hingga sembuh.&lt;br /&gt;bisa juga mata yg sakit di  teteskan OXYVET LA atau Erlamicetin&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MENCRET / DIARE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mencret  terjadi karena adanya gangguan pada saluran pencernaan yang disebabkan  oleh bakteri, makanan rusak, serta lingkungan atau udara dingin.&lt;br /&gt;Tanda  Klinis :&lt;br /&gt;Feses atau kotoran kambing berwarna hijau muda, hijau  mengkilap, hijau kekuningan, hijau kemerahan atau hijau kehitaman.  Ternak tampak lesu, lemah dan pucat.&lt;br /&gt;Pencegahan :&lt;br /&gt;Hindari  hijauan kacang-kacangan atau daun muda secara berlebihan.&lt;br /&gt;Jaga  sanitasi kandang.&lt;br /&gt;Pengobatan jamu :&lt;br /&gt;1. Kambing sakit diberi  larutan garam 10 gr dan gula pasir 10 gr dan air matang 2,5 liter.&lt;br /&gt;2.  Ternak sakit diberi larutan oralit atau norit sebanyak 3 tablet.&lt;br /&gt;3.  Air kelapa muda diminumkan secukupnya.&lt;br /&gt;4. Daun jambu biji 5  lembar dilumatkan bersama garam dapur dan diberikan pada kambing.&lt;br /&gt;5.  Ternak lebih banyak diberi hijauan daun jambu biji, daun bambu muda dan  daun buni.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-903343938721259004?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/903343938721259004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/02/obat-tradisional-untuk-ternak-kambing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/903343938721259004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/903343938721259004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/02/obat-tradisional-untuk-ternak-kambing.html' title='Obat Tradisional untuk Ternak Kambing'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-KGZqPK-9RCE/TVcbiaDdHhI/AAAAAAAAAVs/mN_e9dCCz10/s72-c/mandi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-3551866747330814871</id><published>2011-02-11T21:06:00.003+07:00</published><updated>2011-06-16T21:02:58.339+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pakan kambing'/><title type='text'>Pakan untuk Ternak</title><content type='html'>Kecukupan nutrisi pokok&amp;nbsp; pada ternak kambing harus diperhatikan.  Kebutuhan nutrisi tersebut digunakan untuk pertumbuhan, reproduksi,  laktasi, gerak dan kerja. Oleh karena itu, pemberian pakan haruslah  memperhitungkan semua kebutuhan tersebut. Dengan kata lain, pemberian  pakan disesusaikan dengan kebutuhan ternak.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-tOWbkPbHHc8/TVVBMsHWGgI/AAAAAAAAAVg/8yYCDiHd-NQ/s1600/IMAG0097.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-tOWbkPbHHc8/TVVBMsHWGgI/AAAAAAAAAVg/8yYCDiHd-NQ/s320/IMAG0097.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;JENIS PAKAN&lt;br /&gt;1)  Hijauan Segar&lt;br /&gt;Hijauan segar adalah semua bahan pakan yang  diberikan kepada ternakdalam bentuk segar, baik yang dipotong terlebih  dahulu (oleh manusia) maupun yang tidak (disengut langsung oleh ternak).  Hijauan segar umumnya terdiri atas daun-daunan yang berasal dari  rumput-rumputan, tanaman bijibijian/jenis kacang-kacangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumput-rumputan  merupakan hijauan segar yang sangat disukai ternak, mudah diperoleh  karena memiliki kemampuan tumbuh tinggi, terutama di daerah tropis  meskipun sering dipotong/disengut langsung oleh ternak sehingga  menguntungkan para peternak/pengelola ternak. Hijauan banyak mengandung  karbohidrat dalam bentuk gula sederhana, pati dan fruktosa yang sangat  berperan dalam menghasilkan energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Rumput-rumputan&lt;br /&gt;Rumput  Gajah (Pennisetum purpureum), rumput Benggala (Penicum maximum), rumput  Setaria (Setaria sphacelata), rumput Brachiaria(Brachiaria decumbens),  rumput Mexico (Euchlena mexicana) dan rumput lapangan yang tumbuh secara  liar.&lt;br /&gt;b. Kacang-kacangan&lt;br /&gt;Lamtoro (Leucaena leucocephala),  stylo (Sty-losantes guyanensis), centro (Centrocema pubescens), Pueraria  phaseoloides, Calopogonium muconoides dan jenis kacang-kacangan lain.&lt;br /&gt;c.  Daun-daunan&lt;br /&gt;Daun nangka, daun pisang, daun turi, daun petai cina  dll.&lt;br /&gt;2) Jerami dan hijauan kering&lt;br /&gt;Termasuk kedalam kelompok  ini adalah semua jenis jerami dan hijauan pakan ternak yang sudah  dipotong dan dikeringkan. Kandungan serat kasarnya lebih dari 18%  (jerami, hay dan kulit biji kacang-kacangan).&lt;br /&gt;3) Silase&lt;br /&gt;Silase  adalah hijauan pakan ternak yang disimpan dalam bentuk segar biasanya  berasal dari tanaman sebangsa padi-padian dan rumput-rumputan.&lt;br /&gt;4)  Konsentrat (pakan penguat)&lt;br /&gt;Contoh: dedak padi, jagung giling,  bungkil kelapa, garam dan mineral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANFAAT PAKAN&lt;br /&gt;1)  Sumber energi&lt;br /&gt;Termasuk dalam golongan ini adalah semua bahan  pakan ternak yang kandungan protein kasarnya kurang dari 20%, dengan  konsentrasi serat kasar di bawah 18%. Berdasarkan jenisnya, bahan pakan  sumber energi dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu:&lt;br /&gt;a. Kelompok  serealia/biji-bijian (jagung, gandum, sorgum)&lt;br /&gt;b. Kelompok hasil  sampingan serealia (limbah penggilingan)&lt;br /&gt;c. Kelompok umbi (ketela  rambat, ketela pohon dan hasil sampingannya)&lt;br /&gt;d. Kelompok hijauan  yang terdiri dari beberapa macam rumput (rumput&lt;br /&gt;gajah, rumput  benggala dan rumput setaria).&lt;br /&gt;2) Sumber protein&lt;br /&gt;Golongan  bahan pakan ini meliputi semua bahan pakan ternak yang mempunyai  kandungan protein minimal 20% (berasal dari hewan/tanaman).&lt;br /&gt;Golongan  ini dibedakan menjadi 3 kelompok:&lt;br /&gt;a. Kelompok hijauan sebagai  sisa hasil pertanian yang terdiri atas jenis daun-daunan sebagai hasil  sampingan (daun nangka, daun pisang, daun ketela rambat, ganggang dan  bungkil)&lt;br /&gt;b. Kelompok hijauan yang sengaja ditanam, misalnya  lamtoro, turi, kaliandra, gamal dan sentero&lt;br /&gt;c. Kelompok bahan yang  dihasilkan dari hewan (tepung ikan, tepung tulang&lt;br /&gt;dan  sebagainya).&lt;br /&gt;3) Sumber vitamin dan mineral&lt;br /&gt;Hampir semua  bahan pakan ternak, baik yang berasal dari tanaman maupun&lt;br /&gt;hewan,  mengandung beberapa vitamin dan mineral dengan konsentrasi sangat  bervariasi tergantung pada tingkat pemanenan, umur, pengolahan,  penyimpanan, jenis dan bagian-bagiannya (biji, daun dan batang).  Disamping itu beberapa perlakuan seperti pemanasan, oksidasi dan  penyimpanan terhadap bahan pakan akan mempengaruhi konsentrasi kandungan  vitamin dan mineralnya. Saat ini bahan-bahan pakan sebagai sumber  vitamin dan mineral sudah tersedia di pasaran bebas yang dikemas khusus  dalam rupa bahan olahan yang siap digunakan sebagai campuran pakan,  misalnya premix, kapur, Ca2PO4 dan beberapa mineral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEDOMAN  TEKNIS PEMBUATAN/PENGOLAHAN&lt;br /&gt;Kebutuhan Pakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan  ternak terhadap pakan dicerminkan oleh kebutuhannya terhadap&lt;br /&gt;nutrisi.  Jumlah kebutuhan nutrisi setiap harinya sangat bergantung pada jenis  ternak, umur, fase (pertumbuhan, dewasa, bunting, menyusui), kondisi  tubuh (normal, sakit) dan lingkungan tempat hidupnya (temperatur,  kelembaban nisbi udara) serta bobot badannya. Maka, setiap ekor ternak  yang berbeda kondisinya membutuhkan pakan yang berbeda pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekomendasi  yang diberikan oleh Badan Penelitian Internasional (National Research  Council) mengenai standardisasi kebutuhan ternak terhadap pakan&lt;br /&gt;dinyatakan  dengan angka-angka kebutuhan nutrisi ternak ruminansia. Rekomendasi  tersebut dapat digunakan sebagai patokan untuk menentukan&lt;br /&gt;kebutuhan  nutrisi ternak ruminansia, yang akan dipenuhi oleh bahan-bahan&lt;br /&gt;pakan  yang sesuai/bahan-bahan pakan yang mudahdiperoleh di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumsi  Pakan&lt;br /&gt;Ternak ruminansia yang normal (tidak dalam keadaan  sakit/sedang berproduksi), mengkonsumsi pakan dalam jumlah yang terbatas  sesuai dengan kebutuhannya untuk mencukupi hidup pokok. Kemudian  sejalan dengan pertumbuhan, perkembangan kondisi serta tingkat produksi  yang dihasilkannya, konsumsi pakannya pun akan meningkat pula. Tinggi  rendah konsumsi pakan pada ternak ruminansia sangat dipengaruhi oleh  faktor eksternal (lingkungan) dan faktor internal (kondisi ternak itu  sendiri).&lt;br /&gt;a) Temperatur Lingkungan&lt;br /&gt;Ternak ruminansia dalam  kehidupannya menghendaki temperatur lingkungan yang sesuai dengan  kehidupannya, baik dalam keadaan sedang berproduksi maupun tidak.  Kondisi lingkungan tersebut sangat bervariasi dan erat kaitannya dengan  kondisi ternak yang bersangkutan yang meliputi jenis ternak, umur,  tingkat kegemukan, bobot badan, keadaan penutup tubuh (kulit, bulu),  tingkat produksi dan tingkat kehilangan panas tubuhnya akibat&lt;br /&gt;pengaruh  lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila terjadi perubahan kondisi  lingkungan hidupnya, maka akan terjadi pula perubahan konsumsi pakannya.  Konsumsi pakan ternak biasanya menurun sejalan dengan kenaikan  temperatur lingkungan. Makin tinggi temperatur lingkungan hidupnya, maka  tubuh ternak akan terjadi kelebihan&lt;br /&gt;panas, sehingga kebutuhan  terhadap pakan akan turun. Sebaliknya, pada temperatur lingkungan yang  lebih rendah, ternak akan membutuhkan pakan&lt;br /&gt;karena ternak  membutuhkan tambahan panas. Pengaturan panas tubuh dan&lt;br /&gt;pembuangannya  pada keadaan kelebihan panas dilakukan ternak dengan cara radiasi,  konduksi, konveksi dan evaporasi.&lt;br /&gt;b) Palatabilitas&lt;br /&gt;Palatabilitas  merupakan sifat performansi bahan-bahan pakan sebagai akibat&lt;br /&gt;dari  keadaan fisik dan kimiawi yang dimiliki oleh bahan-bahan pakan yang  dicerminkan oleh organoleptiknya seperti kenampakan, bau, rasa (hambar,  asin, manis, pahit), tekstur dan temperaturnya. Hal inilah yang  menumbuhkan daya tarik dan merangsang ternak untuk mengkonsumsinya.&lt;br /&gt;Ternak  ruminansia lebih menyukai pakan rasa manis dan hambar daripada  asin/pahit. Mereka juga lebih menyukai rumput segar bertekstur baik dan  mengandung unsur nitrogen (N) dan fosfor (P) lebih tinggi.&lt;br /&gt;c)  Selera&lt;br /&gt;Selera sangat bersifat internal, tetapi erat kaitannya  dengan keadaan “lapar”. Pada ternak ruminansia, selera merangsang pusat  saraf (hyphotalamus) yang menstimulasi keadaan lapar. Ternak akan  berusaha mengatasi kondisi ini dengan cara mengkonsumsi pakan. Dalam hal  ini, kadang-kadang terjadi kelebihan konsumsi (overat) yang  membahayakan ternak itu sendiri.&lt;br /&gt;d) Status fisiologi&lt;br /&gt;Status  fisiologi ternak ruminansia seperti umur, jenis kelamin, kondisi tubuh&lt;br /&gt;(misalnya  bunting atau dalam keadaan sakit) sangat mempengaruhi konsumsi  pakannya.&lt;br /&gt;e) Konsentrasi Nutrisi&lt;br /&gt;Konsentrasi nutrisi yang  sangat berpengaruh terhadap konsumsi pakan adalah konsentrasi energi  yang terkandung di dalam pakan. Konsentrasi energi pakan ini berbanding  terbalik dengan tingkat konsumsinya. Makin tinggi konsentrasi energi di  dalam pakan, maka jumlah konsumsinya akan menurun. Sebaliknya, konsumsi  pakan akan meningkat jika konsentrasi energi yang dikandung pakan  rendah.&lt;br /&gt;f) Bentuk Pakan&lt;br /&gt;Ternak ruminansia lebih menyukai  pakan bentuk butiran (hijauan yang dibuat pellet atau dipotong) daripada  hijauan yang diberikan seutuhnya. Hal ini berkaitan erat dengan ukuran  partikel yang lebih mudah dikonsumsi dan dicerna. Oleh karena itu,  rumput yang diberikan sebaiknya dipotong-potong&lt;br /&gt;menjadi partikel  yang lebih kecil dengan ukuran 3-5 cm.&lt;br /&gt;g) Bobot Tubuh&lt;br /&gt;Bobot  tubuh ternak berbanding lurus dengan tingkat konsumsi pakannya.&lt;br /&gt;Makin  tinggi bobot tubuh, makin tinggi pula tingkat konsumsi terhadap pakan.  Meskipun demikian, kita perlu mengetahui satuan keseragaman berat badan  ternak yang sangat bervariasi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara  mengestimasi berat badannya, kemudian dikonversikan menjadi “berat badan  metabolis” yang merupakan bobot tubuh ternak tersebut. Berat badan  ternak dapat diketahui dengan alat timbang. Dalam praktek di lapangan,  berat badan ternak dapat diukur dengan cara mengukur panjang badan dan  lingkar dadanya. Kemudian berat badan diukur dengan menggunakan formula:  Berat badan = Panjang badan (inci) x Lingkar Dada2 (inci) / 661&lt;br /&gt;Berat  badan metabolis (bobot tubuh) dapat dihitung dengan cara meningkatkan  berat badan dengan nilai 0,75&lt;br /&gt;Berat Badan Metabolis = (Berat  Badan)0,75&lt;br /&gt;h) Produksi&lt;br /&gt;Ternak ruminansia, produksi dapat  berupa pertambahan berat badan (ternak&lt;br /&gt;potong), air susu (ternak  perah), tenaga (ternak kerja) atau kulit dan bulu/wol. Makin tinggi  produk yang dihasilkan, makin tinggi pula kebutuhannya terhadap pakan.  Apabila jumlah pakan yang dikonsumsi (disediakan) lebih rendah daripada  kebutuhannya, ternak akan kehilangan berat badannya (terutama selama  masa puncak produksi) di samping performansi produksinya tidak optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan  Nutrisi Pakan Ternak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap bahan pakan atau pakan  ternak, baik yang sengaja kita berikan kepada ternak maupun yang  diperolehnya sendiri, mengandung unsur-unsur nutrisi yang konsentrasinya  sangat bervariasi, tergantung pada jenis, macam dan keadaan bahan pakan  tersebut yang secara kompak akan mempengaruhi tekstur dan strukturnya.  Unsur nutrisi yang terkandung di dalam bahan pakan secara umum terdiri  atas air, mineral, protein, lemak, karbohidrat dan vitamin. Setelah  dikonsumsi oleh ternak, setiap unsur nutrisi berperan sesuai dengan  fungsinya terhadap tubuh ternak untuk mempertahankan hidup dan  berproduksi secara normal. Unsur-unsur nutrisi tersebut dapat diketahui  melalui proses analisis terhadap bahan pakan yang dilakukan di  laboratorium. Analisis itu dikenal dengan istilah “analisis proksimat”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-3551866747330814871?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/3551866747330814871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/02/pakan-untuk-ternak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/3551866747330814871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/3551866747330814871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/02/pakan-untuk-ternak.html' title='Pakan untuk Ternak'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-tOWbkPbHHc8/TVVBMsHWGgI/AAAAAAAAAVg/8yYCDiHd-NQ/s72-c/IMAG0097.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-4026419866831965432</id><published>2011-02-10T17:06:00.005+07:00</published><updated>2011-06-16T21:04:18.988+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kambing'/><title type='text'>Kambing PE  Jawara</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-aZmIrwswvew/TVO6eFn4A6I/AAAAAAAAAVA/Gak-2Bw_HpI/s1600/38321_1467228275206_1068522021_1342764_6524032_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-aZmIrwswvew/TVO6eFn4A6I/AAAAAAAAAVA/Gak-2Bw_HpI/s320/38321_1467228275206_1068522021_1342764_6524032_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kaki Petung jawara kelas ekstrem&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berikut merupakan Kambing Peranakan etawa kelas kontes yang merupakan kebanggaan peternak Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-NxzYYaBBU9Y/TVOy6ENtQII/AAAAAAAAAUg/YT1zgQqgy88/s1600/small-kambing-etawa-super-singo-barong.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-NxzYYaBBU9Y/TVOy6ENtQII/AAAAAAAAAUg/YT1zgQqgy88/s1600/small-kambing-etawa-super-singo-barong.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.etawajaya.com/"&gt;Singo Barong milik Etawa Jaya Lumajang&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8HExS1IDA_M/TVOzReX9twI/AAAAAAAAAUk/qX5iMedwXiQ/s1600/26948_104437246257596_100000739644102_94806_6737360_a.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-8HExS1IDA_M/TVOzReX9twI/AAAAAAAAAUk/qX5iMedwXiQ/s1600/26948_104437246257596_100000739644102_94806_6737360_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://binnellafarm.blogspot.com/"&gt;Tukul milik Binnella Farm&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8PqoxncdH68/TVO1S0IRaVI/AAAAAAAAAUs/Ek3Xjg6TjSs/s1600/61068_102068866524195_100001632456953_11417_3811910_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-8PqoxncdH68/TVO1S0IRaVI/AAAAAAAAAUs/Ek3Xjg6TjSs/s320/61068_102068866524195_100001632456953_11417_3811910_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100001632456953&amp;amp;sk=info"&gt;Kambing Milik bpk Fauzi gudang etawa Jember&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ojLVwpygxrM/TVO3u2ozAoI/AAAAAAAAAU0/FN6-2aI30AM/s1600/gonzales.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-ojLVwpygxrM/TVO3u2ozAoI/AAAAAAAAAU0/FN6-2aI30AM/s320/gonzales.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://facebook.com/adam.blank3"&gt;Gonzalez milik Adam Blank Banjarnegara&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-NSU3isupFHo/TVO4RdinfyI/AAAAAAAAAU4/9TPrTD1UNg8/s1600/39749_1546038533381_1307555396_31486613_1117833_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-NSU3isupFHo/TVO4RdinfyI/AAAAAAAAAU4/9TPrTD1UNg8/s320/39749_1546038533381_1307555396_31486613_1117833_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Srikandi dengan Pemilik lamanya Adam Blank di Kontes Yogya&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-DR58AoOGHH4/TV3HmL3E0uI/AAAAAAAAAV4/NfdjGN_eEbU/s1600/28649_1202570483283_1799239812_402196_4868572_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://1.bp.blogspot.com/-DR58AoOGHH4/TV3HmL3E0uI/AAAAAAAAAV4/NfdjGN_eEbU/s320/28649_1202570483283_1799239812_402196_4868572_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kambingetawa.net/"&gt;Mbah joyo milik bumiku hijau Jogjakarta&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TVOxX_3TB5I/AAAAAAAAAUY/UrKFxhh2b-A/s1600/37523_111704335549070_100001285136657_88527_235832_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TVOxX_3TB5I/AAAAAAAAAUY/UrKFxhh2b-A/s320/37523_111704335549070_100001285136657_88527_235832_n.jpg" width="214" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.ettawaparia.com/"&gt;Satria Mega milik Green Farm Blitar&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-4026419866831965432?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/4026419866831965432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/02/kambing-pe-jawara.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/4026419866831965432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/4026419866831965432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/02/kambing-pe-jawara.html' title='Kambing PE  Jawara'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-aZmIrwswvew/TVO6eFn4A6I/AAAAAAAAAVA/Gak-2Bw_HpI/s72-c/38321_1467228275206_1068522021_1342764_6524032_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-1245717951607275361</id><published>2011-02-07T22:22:00.003+07:00</published><updated>2011-06-16T21:05:24.302+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kambing'/><title type='text'>Kambing Unggul</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUH-dIKfBJI/AAAAAAAAAQs/0VaEPXmatVc/s1600/AKs-best.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="188" src="http://2.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUH-dIKfBJI/AAAAAAAAAQs/0VaEPXmatVc/s200/AKs-best.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 24px; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kambing Boer&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; adalah salah satu kambing unggul dan pertama kali dibudidayakan di Afrika Selatan pada tahun 1900-an untuk produksi daging. Nama kambing ini sendiri, Boer, adalah bahasa Belanda yang berarti petani. Kambing Boer umumnya bertubuh putih dan kepala warna coklat. Kambing ini bertubuh lebar, panjang, berkaki pendek, berhidung cembung, dan bertelinga panjang menggantung. Kambing unggul ini terkenal jinak, pertumbuhannya cepat, dan tingkat kesuburannya tinggi. Kambing Boer jantan dewasa berumur 2-3 tahun dapat mencapai bobot antara 110-135 kg, dan kambing Boer betina dewasa antara 90-100 kg. Pertambahan berat tubuh rata-rata 0,02-0,04 kg per hari. Persentase daging pada karkas kambing Boer jauh lebih tinggi dan mencapai 40%-50% dari berat tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 24px; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kambing Boer jantan bertubuh kokoh dan kuat. Pundaknya luas dan bagian belakangnya dipenuhi dengan otot yang padat. Kambing Boer dapat hidup pada suhu lingkungan yang ekstrim, mulai dari suhu sangat dingin (-25 derajat C) hingga sangat panas (43 derajat C) dan mudah beradaptasi terhadap perubahan suhu lingkungan. Kambing ini juga tahan terhadap penyakit dan dapat hidup di kawasan semak belukar, lereng gunung yang berbatu atau di&amp;nbsp;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;padang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&amp;nbsp;rumput. Secara alamiah kambing ini adalah hewan yang suka meramban sehingga lebih menyukai daun-daunan, rumput berdaun lebar, dan tanaman semak daripada rumput biasa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUH_DmKrmGI/AAAAAAAAAQw/WMAvvc5bK5g/s1600/6927_1046637661919_1704992201_95163_1456257_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="146" src="http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUH_DmKrmGI/AAAAAAAAAQw/WMAvvc5bK5g/s200/6927_1046637661919_1704992201_95163_1456257_n.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Boerawa milik Bpk Sosro Wardoyo&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 24px; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kambing Boerawa / Boereta,&lt;/u&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;merupakan hasil persilangan kambing Boer dengan Kambing Peranakan Etawa yang memiliki bermacam spesifikasi mengikut tetuanya. di indonesia kambing Boer di silangkan dengan PE jenis jawa randu atau bligon atau rambon atau kambing sumbawa tapi jarang sekali di silangkan dengan kambing PE Kaligesing maupun Etawa Senduro, mungkin dikarenakan pecinta Kaligesing lebih memilih memurnikan PE kaligesing itu sendiri yang sekarang trennya cenderung ke arah kambing kontes. demikian juga senduro yang memiliki performa daging yg tidak kalah tinggi dibandingkan Boer.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 24px; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Rata rata jumlah kelahiran Boerawa 1,3/kelahiran dan berat lahir 3-4 kg. berat sapih sekitar 20-30 kg. Berat dewasa tubuh 35-60 kg&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUH_2El-RCI/AAAAAAAAAQ0/aDaRxQBzNAM/s1600/6927_1046637581917_1704992201_95161_1445501_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUH_2El-RCI/AAAAAAAAAQ0/aDaRxQBzNAM/s200/6927_1046637581917_1704992201_95161_1445501_n.jpg" width="159" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 24px; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;u style="font-weight: bold;"&gt;Kambing Boerka&lt;/u&gt;, Kambing Boerka adalah hasil persilangan kambing Boer dengan kambing kacang yang memiliki type prolifik sehingga rata rata jumlah kelahiran mencapai 1,7 - 1,8/kelahiran dengan berat lahir 2,5-3,5kg/ekor. secara fisik Boerka memiliki postur yg tdk jauh berbeda dengan kambing kacang namun lebih unggul di sisi bobot tubuh yang bisa mencapai 40-60 kg pada usia 1 tahun pada kambing jantan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 24px; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;bagi yang peternak yang berminat menyilangkan Kambing Boer ini dapat menghubungi dinas peternakan di daerah masing masing atau FAPET UNIBRAW, BIB Lembang, UTPD semen Beku Terbangi Besar Lampung dan BIB Singosari Malang. di beberapa daerah seperti jawa barat dan lampung terdapat beberapa peternakan yang memiliki koleksi kambing jenis ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUJpKHUGbFI/AAAAAAAAAQ8/55DUzoB7q9w/s1600/kambing-saanen.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="158" src="http://2.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUJpKHUGbFI/AAAAAAAAAQ8/55DUzoB7q9w/s200/kambing-saanen.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Saanen betina&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;u style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; font-weight: bold;"&gt;Kambing Saanen,&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;Bulunya pendek berwarna putih atau krem dengan titik hitam di hidung, telinga, dan aambingnya. Hidungnya lurus dan muka berupa segitiga. Telinganya sederhana, tegak ke sebelah dan ke depan. Ekornya tipis dan pendek.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUJqEQZIXkI/AAAAAAAAARE/GYPmvtupcJk/s1600/sapera.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUJqEQZIXkI/AAAAAAAAARE/GYPmvtupcJk/s200/sapera.jpg" width="155" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;sapera milik ciangsana farm&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;Demikian morfologi kambing Saanen asal dari Swiss itu. Ternyata tidak hanya penampilannya saja yang unik dan bagus, hasil produksi susunya pun sangat baik.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Merupakan Kambing type Perah yang sangat potensial dimana produksi susunya bisa mencapai 4 liter / hari dengan masa laktasi sekitar 200 hari. namun kambing saanen kurang bisa beradaptasi di lingkungan tropis. dia bisa berkembang baik di daerah dataran tinggi 1000 m dpl. sekarang ini beberapa peternak mengawin silangkan pejantan saanen dengan betina PE yg di kenal dengan &lt;/span&gt;&lt;b style="font-size: 12pt;"&gt;Kambing Sapera&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt; yang mana lebih bisa beradaptasi dengan kondisi iklim tropis dan menghasilkan susu lumayan banyak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUJvAnAcVUI/AAAAAAAAARc/rPtJ6PrWb9E/s1600/38499_101628583229167_100001460767252_9453_6506336_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUJvAnAcVUI/AAAAAAAAARc/rPtJ6PrWb9E/s200/38499_101628583229167_100001460767252_9453_6506336_n.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Satria Mega milik Etawa Patria Blitar&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kambing PE Kaligesing,&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Kambing yang hasil persilangan antara Kambing ettawa / Jamunapari dengan kambing lokal indonesia, dulu berkembang biak di daerah kali gesing Purworejo. kambing ini merupakan kambing dwi fungsi yaitu sebagai kambing pedaging dan perah. Karena penampilannya yang menarik kambing kaligesing saat ini banyak dikonteskan di berbagai daerah terutama jawa tengah dan jawa timur. kambing kaligesing kelas kontes memiliki harga yang lumayan mahal di banding non kontes. biasanya kambing kali gesing di bagi menjadi beberapa grade seperti grade A, B, C dan seterusnya yang menentukan nilai estetika dan nilai jual kambing tersebut. kambing kali gesing telah di tetapkan sebagai kambing asli Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUJt9gmjvVI/AAAAAAAAARU/jBZaS2X2Cwk/s1600/75700_1728733060999_1318626962_31837271_8061515_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="176" src="http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUJt9gmjvVI/AAAAAAAAARU/jBZaS2X2Cwk/s200/75700_1728733060999_1318626962_31837271_8061515_n.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;pejantan senduro milik peternak lumajang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kambing Etawa Senduro&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;, Mirip dengan Kaligesing Etawa Senduro juga merupakan hasil persilangan JamunaPari dengan kambing lokal Lumajang, Senduro merupakan nama daerah di Lumajang. Kambing ini merupakan kambing dwi guna yaitu sebagai kambing pedaging dan perah. berat rata rata kelahiran 2,5-5 kg dengan tingkat kelahiran kembar cukup tinggi. bobot tubuh dewasa jantan mencapai 60-70 kg pada usia 1 tahun. berat lepas sapih mencapai 20-25 kg.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-1245717951607275361?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/1245717951607275361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/02/kambing-boer-adalah-salah-satu-kambing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/1245717951607275361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/1245717951607275361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/02/kambing-boer-adalah-salah-satu-kambing.html' title='Kambing Unggul'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUH-dIKfBJI/AAAAAAAAAQs/0VaEPXmatVc/s72-c/AKs-best.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-8716264488653383174</id><published>2011-01-31T19:58:00.001+07:00</published><updated>2011-06-16T21:06:42.479+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reproduksi'/><title type='text'>Manfaat Ekonomis Insemenasi Buatan (IB)</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Artikel ini merupakan cuplikan dari diskusi di Grup FB Komunitas Penggemar Kambing PE.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;&lt;a href="http://www.binasatwamandiri.blogspot.com/"&gt;Bina Satwa Mandiri&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;: Salam Peternak...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Mohon diijinkan memberikan sedikit pengalaman kami...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Dari apa yg pernah kami lakukan hingga saat ini, Kawin buatan (inseminasi buatan/ kawin suntik/IB) dari sisi ekonomis sangat menjanjikan...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;1) Tidak membutuhkan Pejantan termasuk perawatannya yang kami kira jauh lebih mahal dibanding biaya pemeliharaan betina (karena digunakan utk pemacek maka pemeliharaan otomatis lebih intensif)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;2) 1 Pejantan dalam sehari maksimal hanya mampu mengawini 4-5 kali (itupun jika dihitung awam, utk perkawinan berikutnya setelah yang pertama PASTI kualitas sperma yg disemprotkan lebih rendah dibanding yg paling awal / pertama... otomatis berdampak pada tingkat keberhasilan perkawinan). Dan baru dapat digunakan lagi untuk mengawini setelah 3-4 hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;3) INI YG PALING PENTING...! peternak sering melupakan adanya kemungkinan penyebaran penyakit karena penggunaan satu jantan yang dipakai mengawini betina yg berbagai macam/berbagai tempat. Kita tidak bisa memastikan betina / jantan tersebut selalu dalam kondisi sehat &amp;amp; BERSIH dari kuman / bakteri patogen. Sehingga ketika anak yg dilahirkan mengalami cacat / ketidaksesuaian dengan keinginan peternak, akan sulit memberikan penjelasan sejarahnya (INI YG SERING KAMI TEMUKAN)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;4) IB dapat menghindari kemungkinan perkawinan dalam 1 garis keturunan (INCEST), karena perkawinan incest sangat merugikan karena anakan pasti mengalami kelainan DNA. Yang timbul adalah kecacatan/ penyakit turunan dan sebagainya. Biaya perawatan induk menjadi optimal jika tidak ada perkawinan incest... karena jika induk sehat, anak pasti sehat dan dengan kualitas yang lebih bagus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUatgppV_7I/AAAAAAAAASU/euZLw6KGuQk/s1600/IMAG0162.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUatgppV_7I/AAAAAAAAASU/euZLw6KGuQk/s320/IMAG0162.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;5) anakan yang dihasilkan memiliki kualitas (hidup) yg lebih baik, karena dipastikan dari sperma pejantan yang unggul, terhindar dari penyakit menular dan lebih murah bila dibandingkan dengan memelihara pejantan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Nizar Baasir &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Saya sepakat dengan mas lukman, cuma kendalanya sekarang tidak ada sperma beku PE dari pejantan yg unggul.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Eko Wijoyo&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Tapi kalau nanti benar benar berkembeng IB Etawa, harga etawa di pasaran pasti anjlok, bagaimana tidak, etawa sudah bukan sesuatu yang wah lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Bina Satwa Mandiri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Salam peternak....Inseminasi buatan adalah teknologi yang sudah ada sejak tahun 1970-an akhir, saya kira keniscayaan itu pasti terjadi. Setiap adanya teknologi baru yg mempermudah &amp;amp; mampu memberikan hasil yg lebih baik tentu teknologi itulah yg akan di terima.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Teknologi inseminasi buatan memang muncul karena adanya beberapa kendala dalam perkawinan alami, terutama bila betina banyak &amp;amp; pejantan sedikit jumlahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Berkaitan dengan anjlok atau tidaknya harga PE... saya kira kita harus sama sama berbesar hati untuk saat ini harga PE memang cukup tinggi. Karena sebenarnya kalau kami bilang tidak ada yang istimewa dari PE dibanding kambing jenis perah lainnya. Komposisi susu dan khasiat sebenarnya sama dengan susu dari kambing jenis apapun (kacang, jawa randu / bligon, saanen, dan sebagainya).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Seperti kita ketahui bersama kenaikan (tingginya) harga kambing jenis PE ini lebih banyak karena faktor kesenangan (kesukaan) dalam pemeliharaannya. Sebagai perbandingan adalah sama dengan kita memelihara burung berkicau atau booming tanaman hias sebangsa gelombang cinta dan rekan rekannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;jadi akan ada masanya harga sesuai dengan pokok masalahnya ternak tersebut, untuk ternak kambing yaitu harga daging / produksi susunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Kambing PE adalah kenis kambing perah karena produksi susunya yang cukup tinggi (sama dengan kambing Saanen dan kambing perah Eropa lainnya), seiring dengan pemberian image berdasar kesukaan (kepala hitam lebih baik dibanding kepala coklat) dan tingginya potensi untuk di konteskan maka harga menjadi berkali lipat dari "sewajarnya".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Dulu ketika ternak ini masih beberapa saja di Indonesia, harganya lebih condong kepada kemampuan untuk produksi susu (sesuai peruntukkan kambing ini, jadi jika ambing bagus dan produksi tinggi maka itulah yg harganya lebih dibanding sesamanya).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Kalau ada yang bilang sekarang tidak ada sperma beku yg dari pejantan unggul, silakan di cek saja di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) ( singosari Malang, Ungaran Semarang, Lembang bandung). disana Anda sekalian akan bertemu dengan pejantan yang "tidak layak" dikonteskan (tidak layak karena hampir dipastikan pejantan juara kontes yang terbaikpun pasti akan dikalahkannya, baik kalah tampilan fisik atau kalah kualitas sperma &amp;amp; kejantanan).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Jika keunggulan yang dimaksudkan adalah Keunggulan Fisik (tampilan luar), maka SUDAH PASTI pejantan di BIB jauh lebih baik dari yang ada di peternak karena dari seleksi ketat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Jaminan yg diberikan oleh pejantan unggul BIB adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;1. catatan sejarahnya si kambing jelas (jadi sangat bisa dihindari kawin sedarah)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;2. Dipilih dengan performance tubuh yang bagus termasuk sejarah ibu-nya yang punya produksi sus tinggi (karena akan diturunan ke anak-cucunya)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;3. Kualitas sperma menjadi rujukan utama untuk pejantan ini bisa masuk ke BIB, jika badan bagus kualitas sperma kurang baik DIJAMIN DIA AKAN DI DEPORTASI dari BIB.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;4. Kejantanan pasti bagus, karena hanya jantan dengan kejantanan bagus yang bisa diambil spermanya, banyak jantan dengan tampilan fisik bagus dia tidak bisa mounting (menaiki betina) atau dia minder pada betina sehingga tidak mau mengawini. Sebagaimana diketahui dalam kelompok ternak selalu ada 1 JANTAN superior (jawara/preman) , yang dia berhak menjadi pemimpin pada kelompoknya (pimpinan bagi baik jantan/betina lain).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Agus Etawa-klirong&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;yang jadi masalah sekarang kalau menurut saya yaitu para petani sendiri enggan ib karena tidak bisa melihat induk jantan nya secara langsung yang akan meng sugestikan akan kawin langsung lebih baik dari ib..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Bina Satwa Mandiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;kasusnya sama dengan sperma beku pada sapi, utk bebrapa hal, seperti lokasi jauh, peternak memang tidak dapat melihat pejantannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Sebagai sebuah lembaga yang "menjual/berjualan" sama dgn pedagang pedagang umumnya. BBIB harus mempertahankan kualitas untuk mempertahankan konsumenya, saya kira terlalu naif jika BBIB 'berani' menurunkan kualitas dan mengorbankan konsumen pembelinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Saran saya, jika menginginkan di IB, mintalah pada inseminator Gambar pejantan yang akan disuntikkan sperma bekunya ke indukan Anda. Inseminator wajib memberikannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Etawa Tangerang Farm Tangerang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;yupp kisaran harga perlengkapan IB brp harganya? jika sudah ada perlengkapan bari kita bisa IB Jika tidak akan sangat merepotkan untuk meminta bantuan inseminator...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Bina Satwa Mandiri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;harga komplit alat IB sekitar 2,1jt. Kami bisa berikan pelatihan (privat, tdk utk komersial) teknik IB utk keperluan IB ternak kepunyaan sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Sarostha Farm&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Telah lama kami meminati teknik IB untuk Kambing, yang selalu menjadi kendala adalah penggunaan Sement Beku. Mungkinkah IB untuk "Kambing Kepunyaan sendiri", di lakukan tanpa Sement Beku. Kami sangat mengharap Pencerahaan dari Boss, agar hari mendung berubah jadi Cerah hahahha-- Salam Hormat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Bina Satwa Mandiri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Yth. Sarostha Farm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;IB menggunakan kambing kepunyaan sendiri "sangat bisa" dilakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Syarat utama:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;1. Punya Pejantan yang bagus (menurut yang punya) untuk di tampung spermanya. Syarat bagus / tidak sperma dan layak / tidak sperma untuk di IB-kan nanti diamati lebih dulu secara mikroskopis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Sperma hasil tampungan akan di encerkan untuk dibagi sebanyak betina yang ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;2. Inseminasi dilakukan dalam hari yg sama setelah penampungan sperma pejantan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;3. cara IB semen cair / segar adalah sama dengan menggunakan IB semen beku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Bagi yang tertarik untuk "berlatih" teknik IB (private) silakan kontak nomor kami di 081808153767 atau 085640954548&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Tidak kami pungut biaya untuk setiap pengetahuan dan teknik yang kami ajarkan, kecuali GANTI BIAYA TRANSPORT PP dari tempat kami di Semarang ke Tempat Anda...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Kami yg akan hadir ke tempat Anda, karena beberapa perlakuan alat menyesuaikan dgn lokasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Itu sedikit tentang manfaat ekonomis IB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;Sementara itu yg bisa kami bagikan dari kami CV Bina Satwa mandiri (CV BISMA)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Tahoma;"&gt;untuk tahu lebih lengkap siapa kami silakan kontak kami di 024-70248767 (kantor) atau 081808153767 (lukman)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-8716264488653383174?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/8716264488653383174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/01/manfaat-ekonomis-insemenasi-buatan-ib.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/8716264488653383174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/8716264488653383174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/01/manfaat-ekonomis-insemenasi-buatan-ib.html' title='Manfaat Ekonomis Insemenasi Buatan (IB)'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUatgppV_7I/AAAAAAAAASU/euZLw6KGuQk/s72-c/IMAG0162.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-2591559970950161421</id><published>2011-01-29T11:45:00.000+07:00</published><updated>2011-01-29T11:45:33.566+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kambing'/><title type='text'>Kambing Asli Indonesia</title><content type='html'>&lt;b&gt;1. Kambing Kacang&lt;/b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUOUauw73nI/AAAAAAAAARk/VIlt-JjOEac/s1600/IMAG0182.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUOUauw73nI/AAAAAAAAARk/VIlt-JjOEac/s200/IMAG0182.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;kambing kacang dengan cempe boerkanya&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kambing Kacang merupakan kambing asli Indonesia juga didapati di Malaysia&amp;nbsp;dan Philipina. Kambing Kacang sangat cepat berkembang biak, pada umur 15-18&amp;nbsp;bulan sudah bisa menghasilkan keturunan.&amp;nbsp;Kambing ini cocok sebagai pengasil daging dan kulit dan bersifat prolifik,&amp;nbsp;sifatnya lincah, tahan terhadap berbagai kondisi dan mampu beradaptasi dengan&amp;nbsp;baik di berbagai lingkungan yang berbeda termasuk dalam kondisi pemeliharaan&amp;nbsp;yang sangat sederhana.&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px;"&gt;memiliki daya reproduksi yang sangat tinggi. Kambing kacang jantan dan betina keduanya merupakan tipe kambing pedaging.&amp;nbsp;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Ciri-ciri kambing kacang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .2in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;·&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Tubuh kambing relatif kecil dengan kepala ringan dan kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .2in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;·&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Telinganya tegak, berbulu lurus dan pendek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .2in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;·&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pada umumnya memiliki warna bulu tunggal putih, hitam, coklat, atau kombinasi ketiganya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .2in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;·&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kambing jantan maupun betina memiliki dua tanduk pendek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .2in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;·&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Berat tubuh jantan dewasa dapat mencapai 30 kg, serta betina dewasa mencapai 25 kg.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .2in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;·&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Tinggi yang jantan 60 - 65 cm, sedangkan yang betina 56 cm.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;Memiliki bulu pendek pada seluruh tubuh, kecuali pada ekor dan dagu, pada kambing jantan juga tumbuh bulu panjang sepanjang garis leher, pundak dan punggung sampai ekor dan pantat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;&lt;b&gt;2. Kambing Marica&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUOVdqvjppI/AAAAAAAAARs/dA506HcqHfM/s1600/Kambing+Marica.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="190" src="http://3.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUOVdqvjppI/AAAAAAAAARs/dA506HcqHfM/s200/Kambing+Marica.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 18px;"&gt;Kambing Marica yang terdapat di Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 18px;"&gt;satu genotipe kambing asli Indonesia yang menurut laporan FAO sudah termasuk&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 18px;"&gt;kategori langka dan hampir punah (endargement). Daerah populasi kambing Marica&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 18px;"&gt;dijumpai di sekitar Kabupaten Maros, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Sopeng dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 18px;"&gt;daerah Makassar di Propinsi Sulawesi Selatan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 18px;"&gt;Kambing Marica punya potensi genetik yang mampu beradaptasi baik di daerah&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 18px;"&gt;agro-ekosistem lahan kering, dimana curah hujan sepanjang tahun sangat rendah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 18px;"&gt;Kambing Marica dapat bertahan hidup pada musim kemarau walau hanya memakan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 18px;"&gt;rumput-rumput kering di daerah tanah berbatu-batu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 18px;"&gt;Ciri yang paling khas pada kambing ini adalah telinganya tegak dan relatif kecil&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 18px;"&gt;pendek dibanding telinga kambing kacang. Tanduk pendek dan kecil serta kelihatan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 18px;"&gt;lincah dan agresif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 18px;"&gt;&lt;b&gt;3. Kambing Muara&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; line-height: 18px; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUOWO-bxK2I/AAAAAAAAARw/RQMjWMrcv1Q/s1600/kambing-muara1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="138" src="http://3.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUOWO-bxK2I/AAAAAAAAARw/RQMjWMrcv1Q/s200/kambing-muara1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;Kambing Muara dijumpai di daerah Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli&amp;nbsp;Utara di Propinsi Sumatera Utara. Dari segi penampilannya kambing ini nampak&amp;nbsp;gagah, tubuhnya kompak dan sebaran warna bulu bervariasi antara warna bulu&amp;nbsp;coklat kemerahan, putih dan ada juga berwarna bulu hitam. Bobot kambing Muara&amp;nbsp;ini lebih besar dari pada kambing Kacang dan kelihatan prolifik.&amp;nbsp;Kambing Muara ini sering juga beranak dua sampai empat sekelahiran (prolifik).&amp;nbsp;Walaupun anaknya empat ternyata dapat hidup sampai besar walaupun tanpa pakai&amp;nbsp;susu tambahan dan pakan tambahan tetapi penampilan anak cukup sehat, tidak&amp;nbsp;terlalu jauh berbeda dengan penampilan anak tunggal saat dilahirkan. Hal ini diduga&amp;nbsp;disebabkan oleh produksi susu kambing relatif baik untuk kebutuhan anak kambing&amp;nbsp;4 ekor.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;4. Kambing Samosir&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan sejarahnya kambing ini dipelihara penduduk setempat secara&amp;nbsp;turun temurun di Pulau Samosir, di tengah Danau Toba, Kabupaten Samosir,&amp;nbsp;Provinsi Sumatera Utara. Kambing Samosir pada mulanya digunakan untuk bahan upacara persembahan pada acara keagamaan salah satu aliran kepercayaan&amp;nbsp;aninisme&amp;nbsp;(Parmalim) oleh penduduk setempat. Kambing yang dipersembahkan harus&amp;nbsp;yang berwama putih, maka secara alami penduduk setempat sudah selektif untuk&amp;nbsp;memelihara kambing mereka mengutamakan yang berwarna putih.&amp;nbsp;Kambing Samosir ini bisa menyesuaikan diri dengan kondisi ekosistem lahan&amp;nbsp;kering dan berbatu-batu, walaupun pada musim kemarau biasanya rumput sangat&amp;nbsp;sulit dan kering. Kondisi pulau Samosir yang topografinya berbukit, ternyata kambing&amp;nbsp;ini dapat beradaptasi dan berkembang biak dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUOYVN_oZdI/AAAAAAAAAR8/fdak0OfAvQA/s1600/kambing-samosir1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="138" src="http://2.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUOYVN_oZdI/AAAAAAAAAR8/fdak0OfAvQA/s200/kambing-samosir1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;Tubuh kambing dewasa yaitu rataan bobot badan betina 26 - 32 kg; panjang badan 57 - 63 cm; tinggi pundak 50 - 56 cm; tinggi pinggul 53 - 59 cm; dalam dada 28 - 33 cm dan lebar dada 17 - 20 cm.&amp;nbsp;Berdasarkan ukuran morfologik tubuh, bahwa kambing spesifik lokal Samosir ini hampir sama dengan kambing Kacang yang ada di Sumatera Utara, yang membedakannya terhadap kambing Kacang yaitu penotipe warna tubuh yang dominan putih dengan hasil observasi 39,18% warna tubuh putih dan 60,82% warna tubuh belang putih hitam. Pemberian nama kambing Samosir pada saat ini masih secara lokal dan dikenal dengan nama Kambing Putih atau Kambing Batak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;&lt;b&gt;4.Kambing Kosta&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUOYFEjmqHI/AAAAAAAAAR4/MdKFEv7WvJQ/s1600/kambing-kosta1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="137" src="http://1.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUOYFEjmqHI/AAAAAAAAAR4/MdKFEv7WvJQ/s200/kambing-kosta1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lokasi penyebaran kambing Kosta ada di sekitar Jakarta dan Propinsi Banten.&amp;nbsp;Kambing ini dilaporkan mempunyai bentuk tubuh sedang, hidung rata dan kadangkadang&amp;nbsp;ada yang melengkung, tanduk pendek, bulu pendek. Kambing ini diduga&amp;nbsp;terbentuk berasal dari persilangan kambing Kacang dan kambing Khasmir (kambing&amp;nbsp;impor).&amp;nbsp;Hasil pengamatan, ternyata sebaran warna dari kambing Kosta ini adalah coklat&amp;nbsp;tua sampai hitam. Dengan presentase terbanyak hitam (61 %), coklat tua (20%),&amp;nbsp;coklat muda (10,2%), coklat merah (5,8%), dan abu-abu (3,4%). Pola warna tubuh&amp;nbsp;umumnya terdiri dari 2 warna, dan bagian yang belang didominasi oleh warna putih.&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px;"&gt;Kambing Kosta terdapat di Kabupaten Serang, Pandeglang, dan disekitarnya serta ditemukan pula dalam populasi kecil di wilayah Tangerang dan DKI Jakarta. Selama ini masyarakat hanya mengenal Kambing Kacang sebagai kambing asli Indonesia, namun karena bentuk dan performa Kambing Kosta menyerupai Kambing Kacang, sering sulit dibedakan antara Kambing Kosta dengan Kambing Kacang, padahal bila diamati secara seksama terdapat perbedaan yang cukup signifikan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;Salah satu ciri khas Kambing Kosta adalah terdapatnya motif garis yang sejajar pada bagian kiri dan kanan muka, selain itu terdapat pula ciri khas yang dimiliki oleh Kambing Kosta yaitu bulu rewos di bagian kaki belakang mirip bulu rewos pada Kambing Peranakan Ettawa (PE), namun tidak sepanjang bulu rewos pada Kambing PE dengan tekstur bulu yang agak tebal dan halus. Tubuh Kambing Kosta berbentuk besar ke bagian belakang sehingga cocok dan potensial untuk dijadikan tipe pedaging. Saat ini populasi Kambing Kosta terus menyusut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;&lt;b&gt;6. Kambing Gembrong&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUOZUfCfqrI/AAAAAAAAASE/sSlY2zlOMb0/s1600/kambing-gembrong1.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="241" src="http://2.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUOZUfCfqrI/AAAAAAAAASE/sSlY2zlOMb0/s320/kambing-gembrong1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;Asal kambing Gembrong terdapat di daerah kawasan Timur Pulau Bali terutama&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; line-height: 18px;"&gt;di Kabupaten Karangasem. Ciri khas dari kambing ini adalah berbulu panjang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; line-height: 18px;"&gt;Panjang bulu sekitar berkisar 15-25 cm, bahkan rambut pada bagian kepala sampai&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; line-height: 18px;"&gt;menutupi muka dan telinga. Rambut panjang terdapat pada kambing jantan,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; line-height: 18px;"&gt;sedangkan kambing Gembrong betina berbulu pendek berkisar 2-3 cm.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; line-height: 18px;"&gt;Warna tubuh dominan kambing Gembrong pada umumnya putih (61,5%)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; line-height: 18px;"&gt;sebahagian berwarna coklat muda (23,08%) dan coklat (15,38%). Pola warna tubuh&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; line-height: 18px;"&gt;umumnya adalah satu warna sekitar 69,23% dan sisanya terdiri dari dua warna&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; line-height: 18px;"&gt;15,38% dan tiga warna 15,38%. Rataan litter size kambing Gembrong adalah 1,25.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; line-height: 18px;"&gt;Rataan bobot lahir tunggal 2 kg dan kembar dua 1,5 kg. Tingkat kematian prasapih&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; line-height: 18px;"&gt;20%.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;Pertama kali melihat hewan ini seperti melihat anjing berbulu panjang dan lebat, padahal kambing. Melihat badannya memang mirip kambing, tetapi bila melihat bulunya yang lebat mirip anjing. Dari badan hingga kepala, hewan ini juga hampir tertutup seluruhnya oleh bulu. Itulah kambing Gembrong, kambing asal Bali yang hampir punah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;a href="http://dompi.co.id/_dompi/_galeri/_besar/kambing-gembrong4.jpg" target="_blank"&gt;&lt;v:shapetype coordsize="21600,21600" filled="f" id="_x0000_t75" o:preferrelative="t" o:spt="75" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" stroked="f"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;a href="http://dompi.co.id/_dompi/_galeri/_besar/kambing-gembrong4.jpg" target="_blank"&gt;&lt;v:shape alt="http://dompi.co.id/_dompi/_galeri/kambing-gembrong4.jpg" href="http://dompi.co.id/_dompi/_galeri/_besar/kambing-gembrong4.jpg" id="Picture_x0020_5" o:allowoverlap="f" o:button="t" o:spid="_x0000_s1026" style="height: 76.5pt; margin-left: 72.5pt; margin-top: 0; mso-position-horizontal-relative: text; mso-position-horizontal: right; mso-position-vertical-relative: line; mso-position-vertical: absolute; mso-wrap-distance-bottom: 0; mso-wrap-distance-left: 0; mso-wrap-distance-right: 0; mso-wrap-distance-top: 0; mso-wrap-style: square; position: absolute; visibility: visible; width: 112.5pt; z-index: 1;" target="&amp;quot;_blank&amp;quot;" type="#_x0000_t75"&gt;  &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"&gt;  &lt;v:imagedata o:title="kambing-gembrong4" src="file:///C:\DOCUME~1\Hp\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.jpg"&gt;  &lt;w:wrap anchory="line" type="square"&gt; &lt;/w:wrap&gt;&lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:fill&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;Ciri khas kambing Gembrong jantan berbulu panjang lebat dan mengkilap, yang tumbuh mulai dari kepala hingga ekor. Bila dibiarkan, panjang bulu bisa mencapai 25—30 cm. Setiap 12—16 bulan sekali, bulunya mesti dicukur. Jika tidak, bulu bagian kepala dapat menutupi mata dan telinga, sehingga akan mempersulit kambing saat makan.&lt;br /&gt;Sedangkan bentuk dan ukuran tubuh kambing betina mirip kambing kacang. Tapi pada bagian bawah perut melebar. Kambing gembrong betina juga bertanduk, namun lebih pendek dan oval. Rambut panjang terdapat pada kambing jantan, sedangkan kambing Gembrong betina berbulu pendek berkisar 2-3 cm.&lt;br /&gt;Warna tubuh dominan kambing Gembrong pada umumnya putih sebagian berwarna coklat muda dan coklat. Pola warna tubuh kebanyakan satu warna, sebagian lagi dua - sampai tiga warna. Tinggi kambing (gumba) 58 - 65 cm, bobot badan kambing dewasa 32-45 kg. Kambing jantan berjumbai pada dahi. Jumbai terkadang menutup mata dan muka kambing.&lt;br /&gt;Kambing gembrong ini dulunya merupakan persilangan antara kambing Kashmir dengan kambing Turki. Kedua jenis kambing itu masuk ke Bali dari luar negeri sebagai hadiah untuk seorang bangsawan Bali, yang kemudian berkembang sampai sekarang di daerah Bali.&lt;br /&gt;Beberapa peternak mencoba menyilangkan kambing Gembrong dengan kambing Peranakan Ettawah (PE). Dari persilangan itu dihasilkan kambing gettah alias gembrong ettawah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;&lt;b&gt;7. Kambing Peranakan Etawa (PE)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUObAMrLk7I/AAAAAAAAASM/INnrjKBszUA/s1600/38321_1467228275206_1068522021_1342764_6524032_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUObAMrLk7I/AAAAAAAAASM/INnrjKBszUA/s200/38321_1467228275206_1068522021_1342764_6524032_n.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peranakan Ettawa (PE) merupakan hasil persilangan antara kambing Ettawa&amp;nbsp;(asal India) dengan kambing Kacang, yang penampilannya mirip Ettawa tetapi lebih&amp;nbsp;kecil. Kambing PE tipe dwiguna yaitu sebagai penghasil daging dan susu (perah).&amp;nbsp;Peranakan yang penampilannya mirip Kacang disebut Bligon atau Jawa randu, yang&amp;nbsp;merupakan tipe pedaging.&amp;nbsp;Ciri khas kambing PE antara lain; bentuk muka cembung melengkung dan dagu&amp;nbsp;berjanggut, terdapat gelambir di bawah leher yang tumbuh berasal dari sudut&amp;nbsp;janggut, telinga panjang, lembek menggantung dan ujungnya agak berlipat, ujung&amp;nbsp;tanduk agak melengkung, tubuh tinggi, pipih, bentuk garis punggung mengombak ke&amp;nbsp;belakang, bulu tumbuh panjang di bagian leher, pundak, punggung dan paha, bulu&amp;nbsp;paha panjang dan tebal.&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px; line-height: normal;"&gt;Kambing ini awalnya tersebar di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa, dan saat ini hampir di seluruh Indonesia. Pejantan mempunyai sex-libido yang tinggi,&amp;nbsp;&lt;b&gt;sifat inilah yang membedakan dengan kambing Etawa.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Ciri-ciri kambing Etawa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .2in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;·&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Warna bulu belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang putih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .2in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;·&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Badannya besar sebagaimana Etawa, bobot yang jantan bisa mencapai 91 kg, sedangkan betina mencapai 63 kg.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .2in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;·&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Telinganya panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir yang cukup besar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .2in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;·&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dahi dan hidungnya cembung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .2in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;·&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kambing jantan maupun betina bertanduk kecil/pendek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .2in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;·&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;Kambing Etawa mampu menghasilkan susu hingga tiga liter per hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-2591559970950161421?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/2591559970950161421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/01/kambing-asli-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/2591559970950161421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/2591559970950161421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/01/kambing-asli-indonesia.html' title='Kambing Asli Indonesia'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TUOUauw73nI/AAAAAAAAARk/VIlt-JjOEac/s72-c/IMAG0182.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-697443768284670477</id><published>2011-01-27T21:10:00.001+07:00</published><updated>2011-06-16T21:07:30.145+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kambing'/><title type='text'>Cyprus Shami (Damascus) Goats: MAHA EXPO 2010 AT MAEP SERDANG SELANGOR</title><content type='html'>&lt;a href="http://shamigoats.blogspot.com/2010/11/maha-expo-2010-at-maep-serdang-selangor.html?spref=bl"&gt;Cyprus Shami (Damascus) Goats: MAHA EXPO 2010 AT MAEP SERDANG SELANGOR&lt;/a&gt;: "Asreda Corporation Sdn. Bhd. shall be participating in MAHA EXPO 2010 between 25 November to 5 December at MAEPS Serdang Selangor Malaysia...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-697443768284670477?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/697443768284670477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/01/cyprus-shami-damascus-goats-maha-expo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/697443768284670477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/697443768284670477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/01/cyprus-shami-damascus-goats-maha-expo.html' title='Cyprus Shami (Damascus) Goats: MAHA EXPO 2010 AT MAEP SERDANG SELANGOR'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-5796594286690124354</id><published>2011-01-24T22:31:00.002+07:00</published><updated>2011-06-16T21:09:21.129+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen peternakan kambing'/><title type='text'>Beternak Kambing Perah</title><content type='html'>&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHp%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHp%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHp%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:"Arial\,Bold";	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:auto;	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}@font-face	{font-family:"Arial\,BoldItalic";	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:auto;	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}@font-face	{font-family:TimesNewRoman;	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:auto;	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Air susu kambing merupakan hasil utama dari ternak perah yang bergizi tinggi. Air susu kambing proteinya tidak kalah dari susu sapi, protein susu kambing adalah 3,7 % sedangkan protein air susu sapi adalah 3,3 %. Dilihat dari kandungan proteinnya yang lebih tinggi dari pada susu sapi, maka kemungkinan produksi susu kambing dapat dikembangkan dan dimasayarakatkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan susu di masyarakat yang semakin meningkat, di samping juga untuk meningkatkan pendapatan para peternak.&lt;span id="goog_1987132227"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1987132228"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial,Bold&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Keuntungan Memelihara Kambing Perah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Keuntungan-keuntungan dari beternak kambing perah, antara lain yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;1. Cepat berkembang biak, dalam waktu 2 tahun dapat beranak 3 kali dengan jumlah anak lebih dari seekor dalam satu kali kelahiran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;2. Tidak membutuhkan tempat yang luas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;3. Pemeliharaannya mudah dan jarang terkena penyakit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;4. Modal yang dibutuhkan tidak terlalu banyak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;5. Merupakan tabungan yang sewaktu-waktu bila diperlukan mudah dijual.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial,Bold&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Cara Memilih Bibit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Untuk pemilihan bibit kambing perah yang baik hal-hal yang harus diperhatikan antara lain yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;1. Kambing harus sehat, lincah/aktif dan tidak cacat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;2. Mata bersinar terang/tidak sayu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;3. Kambing yang putingnya cukup besar, lunak bila diraba, bentuk putting dan letaknya simetris.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;4. Berat badan harus normal, misalnya kambing perah peranakan etawa betina berumur satu tahun beratnya lebih kurang 20 Kg, yang jantan lebih kurang 30 Kg.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial,Bold&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Perkandangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Syarat-syarat kandang yang baik adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;1. Cukup kuat dan tahan lama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;2. Usahakan menghadap sinar matahari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;3. Ter[pisah dari rumah tempat tinggal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;4. Tidak lembab dan mudah dibersihkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;5. Pertukaran udara dalam kandang baik sehingga udara dalam kandang selalu segar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;6. Usahakan kandang pejantan disendirikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;7. Kandang sebaiknya dibuat sistem panggung, lantainya dibuat dari kayu atau bambu ½ meter diatas tanah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial,Bold&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Makanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Makanan utama kambing adalah hijauan berupa rumput-rumputan dan daundaunan, sedangkan makanan tambahanya berupa konsentrat atau makanan penguat. Makanan hijauan terdiri dari :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;1. Rumput unggul, antara lain rumput gajah, benggala, bede dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;2. Rumput Lapangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;3. Kacang-kacangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;4. Hijauan lainya, misalnya daun lamtoro, nangka, turi, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;5. Limbah dapur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Makanan penguat terdiri dari bekatul, ampas atahu, jagung, ketela dan singkong. Sedangkan sebagai bahan penyedap dapat tambahkan garam dapur dan tepung tulang. Untuk air minum harus disediakan cukup, diletakkan di tempat makanan. Banyak makanan yang diberikan untuk kambing dewasa adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;1. Hijauan 5-7 kg/ekor/hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;2. Konsentrat kurang lebih 0,5 kg/ekor/hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial,Bold&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pengembangbiakan kambing betina :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;1. Kambing betina yang sehat pada umumnya yaitu (a) dewasa kelamin pada umur 8-13 bulan, namun sebaiknya dikawinkan pertama kali setelah berumur 15-18 bulan; (b) lama kebuntingan 145-155 hari ; (c) masa birahi terlihat setiap 18-21 hari sekali dengan lama birahi antara 24-48 jam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;2. Tanda birahi, yaitu (a) gelisah, mengembik-ngembik berusaha mendekati kambing jantan atau menaiki punggung kambing betina; (b) ekor dikibaskibaskan; (c) sering kencing; (d) kemaluanya terlihat merah bengkak dan keluar lendirnya yang jernih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;3. Saat mengawinkan kambing perah, yaitu (a) bila terlihat tanda-tanda birahi pagi hari, sebaiknya segera dikawinkan pada sore harinya; dan (b) bila terlihat tanda-tanda birahi pada sore hari, sebaiknya segera dikawinkan pada esok harinya sebelum jam 12 siang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;4. Kambing yang baru beranak dapat dikawinkan lagi 3-5 bulan setelah beranak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial,Bold&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pemeliharaan Anak Kambing Sebelum Kelahiran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pemeliharaan anak kambing dilakukan semenjak masih dalam kandungan, sehingga pemeliharaanya dimulai dari induk bunting, yaitu (1) induk bunting perlu banyak bergerak, berjalan-jaln dan memperoleh sinar matahari cukup; (2) induk bunting 3 bulan harus dipisahkan dalam kandang sendiri atau dikelompokkan dengan induk bunting yang lain tanpa jantan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tanda-tanda kelahiran, yaitu (1) induk gelisah, menggaruk-garuk sesuatu, atau berpindah-pindah tempat; (2) seolah-olah berperilaku seperti membuat sarang; (3) kambing membesar, jika diperah keluar susu yang berwarna kuning; (4) alat kelaminya mengendor dan keluar lendir yang agak banyak; dan (5) bila tanda tanda tersebut telah nampak, tempatkan induk dalam kandang yang agak luas dan tersendiri, diberi alas jerami atau rumput kering yang bersih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial,Bold&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pemeliharaan Anak Kambing (Cempe) Setelah Lahir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Hal-hal yang harus dilakukan yaitu, antara lain (1) bersihkan semua ledir dari mulut,hidung dan seluruh tubuh; (2) potong tali pusar kurang lebih 2 cm dari lubang pusar dan olesi bekas luka dengan yodium; (3) alasi kandang anak kambing dengan jerami kering atau rumput kering; (4) beberapa menit lagi akan berdiri dan mulai menyusu induknya mendapatkan kolustrum (susu yang pertama keluar), bersihkan putting induknya terlebih dahulu; (5) anak kambing dibiarkan menyusu secara penuh selama 6 hari, kemudian pada hari ke 7 malam harinya dipisahkan dari induknya, agar pagi harinya induknya dapat diperah sehingga menghasilkan susu yang banyak, siang harinya dibiarkan berkumpul dengan induknya lagi; (6) pada umur 4-5 minggu anak kambing mulai belajar makan daun-daunan muda, setelah umur 1-2 bulan mulai belajar makan rumput; dan (7) anak kambing umur kurang lebih 4 bulan disapih dari induknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial,Bold&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pemeliharaan Masa Pertumbuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain yaitu (1) kambing betina mulai dewasa pada umur 8-14 bulan, tetapi saat itu belum boleh dikawinkan; (2) umur yang baik mulai mengawinkan adalah umur 15-18 bulan; (3) untuk menghindari perkawinan muda mulai umur 5 bulan kambing betina harus dipisahkan dengan kambing jantan; (4) waktu hari panas kambing-kambing dimandikan satu minggu sekali untuk menjaga gangguan penyakit kulit dan biarkan berjemur setelah dimandikan; dan (5) perawatan kuku perlu diperhatikan, oleh karenanya bila kuku sudah panjang harus dilakukan pemotongan dengan memakai gergaji halus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial,Bold&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pemerahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Cara-cara pemerahan yang baik adalah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(1) dilakukan pada waktu yang tetap,misalnya 2 kali sehari, pagi dan sore; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(2) bersihkan dulu tangan pemerah dengan sabun; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(3) cucilah putting dan kambing dengan air hangat, dilap dengan kain halus; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(4) hindari air susu tertinggal dalam putting, oleh karena itu susu harus habis diperah, untuk mengetahuinya adalah dengan jalan menyentuh atau sedikit menggoyangkan kambing; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(5) pada umumnya produksi susu kambing peranakan Etawa per ekor 1-11/2 liter. Dalam melakukan pemerahan hal-hal yang harus diketahui oleh peternak adalah (1) masa produksi kambing berlangsung antara 7-8 bulan, mulai sejak kambing sudah melahirkan anak yang disebut masa laktasi; (2) antara 2-3 bulan sebelum kambing melahirkan pemerahan harus dihentikan, maksudnya untuk menjaga kesehatan induk kambing dan persiapan kelahiran anaknya; dan (3) untuk menghindari bau-bauan yang lain maka pemerahan dilakukan di tempat khusus yaitu ruang untuk memerah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial,Bold&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Penyakit dan Cara Pencegahannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial,Bold&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kudis/Kurap/Scabies&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Penyebabnya antara lain yaitu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(a) kotoran dan parasit; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(b) kambing tidak pernah dimandikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tanda-tandanya adalah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(a) adanya bercak-bercak merah pada kulit dan bisul-bisul karena gigitan; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(b) ternak gelisah karena gatal; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(c) kambing menjadi kurus, karen tidak makan dan harus menggaruk-garuk, menggosokgosok dan menggigit-gigit badanya; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(d) kulit bertambah tebal merah dan bulubulu rontok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pencegahanya yaitu dengan jalan, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(a) kebersihan harus dijaga dan diperhatikan; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(b) kambing rutin dimandikan dan disikat; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(c) kambing yang sakit harus diasingkan, dipisahkan dari kambing lainya yang sehat. Pengobatan dapat dilakukan dengan cara &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(a) rambut kambing dicukur dan dimandikan, kerak-kerak kulit dibersihkan dengan air hangat dan sabun; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(b)setelah ituy diobati dengan (1) serbuk belerang dicampur kunyit dengan minyak kelapa dan dipanasi, kemudian digosokkan pada kulit yang sakit; (2) campurkan kreolin 1 bagian dengan spritus 10 bagian kemudian oleskan pada kulit yang luka; dan (3) kambing dimadikan dengan campuran 10 liter air dan asumtol 10 gram.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial,Bold&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Missitis (Radang Kelenjar Susu)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Penyebabnya adalah baktri steptococcus. Tanda-tandanya antara lain &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(a) timbul peradangan pada sluran susu, sehingga air susu yang tidak normal;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(b) Kambing membengkak, bila diraba terasa panas; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(c) air susu yang keluar encer, kadag-kadang bercampur darh dan akhirnya susu tidak keluar sama sekali; dan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(d) nafsu makan berkurang dan suhu tubuh naik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pencegahan dapat dilakukan dengan cara antara lain, yaitu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(a) kandang dan alat-alat perlengkapan kandang serta lantai kandang selau bersih; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(b) pemerahanya harus benar; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(c) kambing dan putting terlebih dahulu dibersihkan sebelum diperah; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(d) kambing dan putting dihindarkan terjadi luka yang dapat menyebabkan infeksi kuman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pengobatan dapat dilakukan dengan antibiotik, misalnya Penicillin, tetracycline, sulfamethasine, dll. Demikian tehnik-tehnik beternak kambing perah yang penulis sajikan untuk para peternak ataupun yang berminat untuk menggeluti usaha ternak kambing perah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Usaha ini apabila digeluti secara serius bukan tidak mungkin akan menghasilkan nilai ekonomis yang tinggi, disamping akan menambah pemenuhan kebutuhan susu di masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Semoga bermanfaat….!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial,BoldItalic&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sumber :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;TimesNewRoman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Liptan (Lembar Informasi Pertanian) Departemen Pertanian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-5796594286690124354?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/5796594286690124354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/01/beternak-kambing-perah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/5796594286690124354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/5796594286690124354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/01/beternak-kambing-perah.html' title='Beternak Kambing Perah'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-3178721642156893991</id><published>2011-01-24T16:43:00.005+07:00</published><updated>2011-06-16T21:37:11.397+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen peternakan kambing'/><title type='text'>Aplikasi EM4 (Effective Microorganisme) pada peternakan</title><content type='html'>Manfaat :&lt;br /&gt;1.Mengurangi polusi bau khususnya pada kandang ternak dan lingkungan sekitarnya.&lt;br /&gt;2.Mengurangi stres pada ternak&lt;br /&gt;3.Menyehatkan ternak&lt;br /&gt;4.Menyeimbangkan mikroorganisme di dalam perut ternak&lt;br /&gt;5.Meningkatkan nafsu makan ternak&lt;br /&gt;6.Menekan penyakit pada ternak&lt;br /&gt;7.Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ternak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Pemakaian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*.Sebagai air minum ternak, Larutkan 1 cc EM-4 per satu liter air minum setiap hari.&lt;br /&gt;*.Larutkan 1 cc EM-4 per satu liter air, kemudian disemprotkan ke dalam pakan ternak.&lt;br /&gt;*.Untuk mencegah bau kotoran dan kandang ternak, larutkan EM-4 dan Molas ke dalam air dengan perbandingan 1:1:100 kemudian disimpan dalam tempat yang tertutup rapat selama 1-2 hari kemudian dipergunakan untuk menyemprot kandang dan pada badan ternak dengan dosis 10 cc larutan dalamn 1 liter air.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-3178721642156893991?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/3178721642156893991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/01/manfaat-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/3178721642156893991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/3178721642156893991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/01/manfaat-1.html' title='Aplikasi EM4 (Effective Microorganisme) pada peternakan'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-7752049572131932498</id><published>2011-01-21T07:05:00.003+07:00</published><updated>2011-06-18T14:14:13.428+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen peternakan kambing'/><title type='text'>Susu Pengganti Cempe</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Adakalanya peternak mengalami musibah, di mana indukan yang dimiliki mati setelah melahirkan. sementara cempe membutuhkan susu dari induknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;salah satu solusi untuk mengatasi hal iniadalah dengan memberi susu pengganti baik dari susu induk kambing lain maupun susu sapi. snamun jika peternak mengalami kendala dalam menyediakan susu pengganti seperti tersebut di atas biasanya peternak membeli susu formula bayi yg harganya lumayan mahal dan beresiko menyebabkan diare pada cempe.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TTjMyca9r1I/AAAAAAAAAQI/tva3wPoHwCc/s1600/caprimel.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://1.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TTjMyca9r1I/AAAAAAAAAQI/tva3wPoHwCc/s640/caprimel.JPG" width="441" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sekarang sudah ada susu pengganti instan untuk cempe yang beredar di pasaran, sehingga dapat menjadi alternatif bagi para peternak yg kesulitan mendapatkan susu pengganti tersebut. salah satunya Caprimel dari Denkavit yg diedarkan ole PT. Inter cahya Bandung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;untuk wilayah pekanbaru dan sekitarnya susu pengganti ini bisa di dapatkan di peternakan kambing Umban Sari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-BSpFtYWUFXU/TfxFHFGtztI/AAAAAAAAAa8/SPlw6r_6rKo/s1600/takaran+denkamilk.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://1.bp.blogspot.com/-BSpFtYWUFXU/TfxFHFGtztI/AAAAAAAAAa8/SPlw6r_6rKo/s640/takaran+denkamilk.JPG" width="452" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-7752049572131932498?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/7752049572131932498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/01/susu-pengganti-cempe.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/7752049572131932498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/7752049572131932498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2011/01/susu-pengganti-cempe.html' title='Susu Pengganti Cempe'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TTjMyca9r1I/AAAAAAAAAQI/tva3wPoHwCc/s72-c/caprimel.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-2428315897056998999</id><published>2010-07-15T12:09:00.002+07:00</published><updated>2011-06-16T21:40:23.447+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pakan kambing'/><title type='text'>PENGGUNAAN AMPAS TAHU DAN PENGARUHNYA PADA PAKAN RUMINANSIA Oleh : Ana R. Tarmidi</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Ditinjau dari komposisi kimianya ampas tahu dapat digunakan sebagai sumber protein. Korossi (1982) menyatakan bahwa ampas tahu lebih tinggi kualitasnya dibandingkan dengan kacang kedelai. Sedangkan Pulungan, dkk. (1985) melaporkan bahwa ampas tahu mengandung NDF, ADF yang rendah sedangkan presentase protein tinggi yang menunjukkan ampas tahu berkualitas tinggi, tetapi mengandung bahan kering rendah.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Komposisi zat gizi ampas tahu dapat dilihat pada Tabel 3.&lt;br /&gt;Komposisi Zat-zat Makanan Ampas Tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; BK &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; PrK &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Serat kasar&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; lemak kasar&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; NDF&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ADF&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Abu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ca &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; P&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Eb&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; %&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; %&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; %*&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; %** &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; %&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; %&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; %&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; %&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; %&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kkal/Kg&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Ampas Tahu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 13,3&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 21&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 23,58&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 10,49&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 51,93&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 25,63&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2,96&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 0,53&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 0,24&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4730&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;*) Sutardi dkk, 1976&lt;br /&gt;**) Arianto (1983)&lt;br /&gt;Prabowo dkk., (1983) menyatakan bahwa protein ampas tahu mempunyai nilai biologis lebih tinggi daripada protein biji kedelai dalam keadaan mentah, karena bahan ini berasal dari kedelai yang telah dimasak.&lt;br /&gt;Ampas tahu juga mengandung unsur-unsur mineral mikro maupun makro yaitu untuk mikro; Fe 200-500 ppm, Mn 30-100 ppm, Cu 5-15 ppm, Co kurang dari 1 ppm, Zn lebih dari 50 ppm (Sumardi dan Patuan, 1983). Di samping memiliki kandungan zat gizi yang baik, ampas tahu juga memiliki antinutrisi berupa asam fitat yang akan mengganggu penyerapan mineral bervalensi 2 terutama mineral Ca, Zn, Co, Mg, dan Cu, sehingga penggunaannya untuk unggas perlu hati-hati (Cullison, 1978).&lt;br /&gt;Pengolahan dan Pengawetan Ampas Tahu&lt;br /&gt;Ampas tahu memiliki kadar air dan protein yang cukup tinggi sehingga bila disimpan akan menyebabkan mudah membusuk dan berjamur. Menurut Prabowo, dkk., (1983) bahwa ampas tahu dapat disimpan dalam jangka waktu lama bila dikeringkan terlebih dahulu. Biasanya ampas tahu kering digunakan sebagai komponen bahan pakan unggas. Untuk memperoleh ampas tahu kering, dilakukan dengan menjemur atau memasukkannya ke dalam oven sampai kering, kemudian digiling sampai menjadi tepung (IMALOSITA-IPB, 1981). Bila mengawetkan ampas tahu secara basah dapat dilakukan dengan pembuatan silase tanpa menggunakan stater. Terlebih dahulu ampas tahu dikurangi kadar airnya dengan cara dipres sampai kadar air mencapai kira-kira 75%. Lalu disimpan dalam ruang kedap udara atau plastik tertutup rapat supaya udara tidak dapat masuk. Setelah tertutup disimpan minimal 21 hari dan digunakan sesuai dengan kebutuhan. Penyimpanan dengan cara pembuatan silase dapat mengawetkan ampas tahu sampai 5-6 bulan (Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat, 1999). Pembuatan silase ampas tahu dapat dicampur dengan bahan pakan lain. Senyawa (1991) melaporkan bahwa ampas tahu dicampur dengan jerami padi menghasilkan silase yang baik dan siap untuk digunakan oleh ternak.&lt;br /&gt;Kendala adanya asam fitat yag kemungkinan akan mengganggu hewan monograstrik dapat dibatasi dengan menggunakan teknik fermentasi. Fardiaz dan Markakis (1981) menyatakan bahwa efek asam fitat dapat dikurangi dengan penambahan enzim fitase yang dihasilkan oleh beberapa mikroorganisme. Untuk hewan ruminansia asam fitat tidak perlu dirisaukan karena ternak tersebut memiliki mikroba rumen yang mampu menghasilkan enzim fitase dalam jumlah cukup untuk menghidrolisis asam fitat dari pakan.&lt;br /&gt;Penggunaan Ampas Tahu pada Ternak Ruminansia&lt;br /&gt;Surtleff dan Aoyagi (1979) melaporkan bahwa penggunaan ampas tahu sangat baik digunakan sebagai ransum ternak sapi perah. Di Jawa Barat ampas tahu telah banyak dan sudah biasa digunakan oleh peternak sebagai makanan ternak sapi potong untuk proses penggemukan. Di Taiwan ampas tahu digunakan sebagai pakan sapi perah mencapai 2-5 kg per ekor per hari (Heng-Chu, 2004), sedangkan di Jepang penggunaan ampas tahu untuk pakan ternak terutama sapi dan babi dapat mencapai 70% (Amaha, et al., 1996). Penelitian telah dilakukan pada domba oleh Pulungan, dkk., (1984), di mana ternak percobaannya diberi ransum perlakuan (A) rumput lapangan (ad libitum), (B) rumput lapangan (ad libitum) + ampas tahu 1,25% BB, (C) rumput lapangan (ad libitum) + ampas tahu 2,5% BB, (D) rumput lapangan (ad libitum) + ampas tahu (ad libitum). Hasil yang diperoleh disajikan pada Tabel 4. Dari data pada Tabel 4, dapat disimpulkan bahwa domba yang mendapat rumput berkualitas rendah, ampas tahu dapat diberikan sebagai ransum penggemukan dan dapat diberikan secara tak terbatas. Knipscheer et al. (1983) melakukan penelitian pada kambing dan menyimpulkan bahwa pemberian ampas tahu dapat memberikan keuntungan dalam usaha peternakan kambing atau domba yang dipelihara secara intensif.&lt;br /&gt;Tabel Penggunaan Ampas Tahu sebagai Makanan Tambahan pada&lt;br /&gt;Domba Lepas Sapih yang Memperoleh Rumput Lapangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; PERLAKUAN&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; A&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; B&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; C &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; D&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Berat badan awal (kg) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; 11,4 &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 11&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 12&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 12,4&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Berat badan akhir (kg) &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; 11,7 &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 15,6&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 19,9&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 22,7&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Pertambahan berat badan (g)&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 4&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 55&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 94&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 123&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Konsumsi:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Bahan kering:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Rumput lapangan &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; 338&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 224&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 153&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 143&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Ampas tahu &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; 0&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 166&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 414&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 508&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Total % berat badan&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 2.9&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3.1&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3.6&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3.7&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Protein Kasar &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 41&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 65&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 106&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 124&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;NDF&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 221&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 246&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 315&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 365&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Energi (M.Kal)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1.23&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1.67&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2.49&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2.92&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampas tahu merupakan sumber protein yang mudah terdegradasi di dalam rumen (Suryahadi, 1990) dengan laju degradasi sebesar 9,8% per jam dan rataan kecepatan produksi N-amonia nettonya sebesar 0,677 mM per jam (Sutardi, 1983). Penggunaan protein ampas tahu diharapkan akan lebih tinggi bila dilindungi dari degradasi dalam rumen (Suryahadi, 1990). Penelitian yang dilakukan Karimullan (1991) menunjukkan bahwa perlindungan ampas tahu dengan tanin menurunkan kadar amonia cairan rumen, hal ini berarti bahwa pemanfaatan protein ampas tahu dapat secara langsung digunakan oleh induk semang tanpa mengalami degradasi oleh mikroba rumen (protein by pass). Namun demikian perlindungan ini juga menyebabkan kadar VFA menurun dan diikuti pula dengan penurunan bakteri dan protozoa rumen. Kemungkinan besar karena pasokan nutrien ampas tahu, begitu pula dengan protozoa tidak cukup suplai bakteri dan nutriennya bagi kebutuhan untuk pertumbuhannya akibat perlindungan ampas tahu tersebut oleh tannin gambir.&lt;br /&gt;Tabel Pengaruh Perlindungan Ampas Tahu dengan Tanin Gambir terhadap Metabolisme dan Populasi Mikroba Rumen &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlakuan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; NH3 (mM)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; VFA (mM)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bakteri /ml&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Protozoa/ml&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Tepung Ikan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 7,514&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 187,66&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 7,2 x 1010&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 107.157&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Ampas Tahu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 7,183&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 172,14&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2,5 x 1010&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 95.117&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Ampas Tahu + Gambir&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5,015&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 136,55&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 0,39 x 1010&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 75.912&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Ampas Tahu + Gambir + Urea&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5,824&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 139,08&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1,9 x 1010&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 88.172&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Sumber: Karimullah (1991) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-2428315897056998999?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/2428315897056998999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/penggunaan-ampas-tahu-dan-pengaruhnya.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/2428315897056998999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/2428315897056998999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/penggunaan-ampas-tahu-dan-pengaruhnya.html' title='PENGGUNAAN AMPAS TAHU DAN PENGARUHNYA PADA PAKAN RUMINANSIA Oleh : Ana R. Tarmidi'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-4748144066882025175</id><published>2010-07-15T12:06:00.001+07:00</published><updated>2011-06-16T21:42:21.392+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pakan kambing'/><title type='text'>PENGARUH SUPLEMENTASI AMPAS TAHU DAN DEDAK PADI DALAM RANSUM DASAR RUMPUT LAPANGAN TERHADAP PERFORMAN KAMBING JANTAN PERANAKAN ETAWA Oleh : M. Yusuf Setiyawan</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi ampas tahu dan dedak padi serta kombinasinya dalam ransum terhadap performan kambing jantan peranakan etawa. Penelitian ini dilaksanakan di Tegalurung, desa Banyubiru, kecamatan Dukun, kabupaten Magelang, menggunakan 16 ekor kambing jantan peranakan etawa dengan bobot badan rata-rata 16,25 + 2,63 kg. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dan Rancangan Kovarian dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Ransum dasar pada penelitian ini berupa rumput lapangan dan perlakuan yang diberikan adalah suplementasi ampas tahu dan dedak padi dalam ransum, yaitu : &lt;br /&gt;P0 (tanpa suplementasi), &lt;br /&gt;P1 (400 gr ampas tahu), &lt;br /&gt;P2 (200 gr ampas tahu + 200 gr dedak padi) dan &lt;br /&gt;P3 (400 gr dedak padi). &lt;br /&gt;Parameter yang diamati adalah : &lt;br /&gt;konsumsi pakan, &lt;br /&gt;pertambahan berat badan, &lt;br /&gt;konversi pakan dan &lt;br /&gt;feed cost per gain. &lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi ampas tahu dan dedak padi serta kombinasinya berpengaruh sangat nyata (P&amp;lt;0,01) terhadap konsumsi pakan, dan berpengaruh nyata (P&amp;lt;0,05) pada pertambahan berat badan dan konversi pakan serta menurunkan nilai feed cost per gain. Pertambahan berat badan pada P1 paling tinggi sedangkan konversi pakan dan feed cost per gain paling rendah dibanding dengan P0, P2 dan P3. Disimpulkan bahwa suplementasi ampas tahu 400 gr, merupakan suplemen yang optimal untuk performan kambing jantan peranakan etawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-4748144066882025175?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/4748144066882025175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/pengaruh-suplementasi-ampas-tahu-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/4748144066882025175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/4748144066882025175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/pengaruh-suplementasi-ampas-tahu-dan.html' title='PENGARUH SUPLEMENTASI AMPAS TAHU DAN DEDAK PADI DALAM RANSUM DASAR RUMPUT LAPANGAN TERHADAP PERFORMAN KAMBING JANTAN PERANAKAN ETAWA Oleh : M. Yusuf Setiyawan'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-4114970616843726313</id><published>2010-07-11T23:22:00.002+07:00</published><updated>2011-06-16T21:43:52.048+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reproduksi'/><title type='text'>BIRAHI PADA INDUK KAMBING</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TD6bNj-xhHI/AAAAAAAAAIc/1l-hx25_wO8/s1600/2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="128" src="http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TD6bNj-xhHI/AAAAAAAAAIc/1l-hx25_wO8/s200/2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Perkawinan pada induk kambing hanya dapat terjadi dalam masa birahi yang  berlangsung selama 12-48 jam, sangat bervariasi antar induk. Ovulasi  (pelepasan sel telur) terjadi 12-36 jam setelah birahi muncul, dan saat  kawin paling tepat adalah setelah ovulasi berlangsung. Oleh karena itu,  pada sistem perkawinan yang dilakukan secara terkontrol yaitu setiap  individu induk telah diprogramkan atau ditetapkan untk dikawinkan dengan  pejantan terseseleksi tertentu, maka apabila pada seekor induk birahi  muncul pada pagi hari sebaiknya induk dikawinkan pada sore harinya, atau  bila birahi timbul pada sore hari induk sebaiknya dikawinkan pada  keesokan paginya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Pada sistem perkawinan kelompok dimana pejantan  disatukan dalam kelompok betina, perkawinan dapat terjadi setiap saat,  terutama 12-15 jam setelah tanda birahi muncul (setelah ovulasi). Perlu  diingat bahwa masa hidup sel telur berkisar antara 12-24 jam, sedangkan  masa hidup sperma didalam saluran reproduksi induk antara 24-48 jam.  Oleh karena itu, terdapat waktu yang cukup panjang agar pembuahan sel  telur oleh sperma dapat berlangsung dengan baik. Siklus birahi atau  selang waktu antara dua birahi pada induk kambing berlangsung selama  18-22 hari. &lt;br /&gt;Banyak tanda-tanda yang dapat diamati yang menunjukan timbulnya birahi  pada seekor induk kambing. Menjelang masa birahi (pro-estrus) ternak  lain sering mencoba menaiki induk, namun biasanya induk menunjukan  reaksi penolakan. Namun, bila telah memasuki periode estrus (birahi)  reasksi nduk biasanya tidak menolak, bila dinaiki oleh ternak lain dalam  kelompoknya. Induk juga biasanya mengeluarkan suara yang khas seolah  kelaparan atau kesakitan dan menggerakan ekor secara konsisten. Pada  kebanyak induk organ vulva mengalami pembengkakan dan berwarna  kemerahan. Beberapa induk sering mengeluarkan cairan dari vulva yang  awalnya bening, namun berubah menjadi kental dan berwarna putih pada  saat memasuki masa akhir birahi. Frekuensi urinasi (mengeluarkan air  seni) akan meningkat dan bermaksud untuk menarik perhatian pejantan.  Jika terdapat induk yang dalam masa birahi, pejantan biasanya menunjukan  ‘rekasi Flehmen’ yaitu gerakan dengan menggulung/memutar kebelakng  bibir bagian atas sambil mengangkat kepala dan mendengus. Reaksi ini  umum terjadi pada binatang berkuku sebagai respon terhadap aroma khas  yang berasal dari urin betina yang dalam masa birahi. &lt;br /&gt;Pengamatan berulang/beberapa kali dalam sehari perlu dilakukan oleh  peternak untuk memastikan apakah induk dalam masa birahi atau tidak. Hal  ini penting artinya untuk meningkatkan efisiensi reproduksi induk  kambing. Jika terdapat induk atau beberapa induk yang tidak menunjukan  gejala birahi yang jelas, maka dapat digunakan pejantan untuk memicu  timbulnya birahi. Sebaiknya digunakan pejantan dewasa yang memiliki  aroma khas. Umumnya, birahi yang timbul pada seekor induk dalam suatu  kelompok setelah dicampur dengan pejantan akan memicu timbulnya birahi  pada induk lain. &lt;br /&gt;Induk yang sedang birahi menunjukan tanda yang khas dan akan menarik  perhatian pejantan sehingga memungkinkan perkawinan  pada waktu yang  tepat&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Simon P Ginting&lt;br /&gt;LOLIT KAMBING POTONG SEI PUTIH SUMUT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-4114970616843726313?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/4114970616843726313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/birahi-pada-induk-kambing_11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/4114970616843726313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/4114970616843726313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/birahi-pada-induk-kambing_11.html' title='BIRAHI PADA INDUK KAMBING'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TD6bNj-xhHI/AAAAAAAAAIc/1l-hx25_wO8/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-3289683867364015541</id><published>2010-07-11T23:21:00.002+07:00</published><updated>2011-06-16T21:43:58.303+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reproduksi'/><title type='text'>MENGELOLA PERKAWINAN KAMBING</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TD6bZXPKxtI/AAAAAAAAAIk/6y2aPG1iw0Q/s1600/3.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="128" src="http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TD6bZXPKxtI/AAAAAAAAAIk/6y2aPG1iw0Q/s200/3.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pola perkawinan dalam produksi kambing dapat dilakukan melalui dua  pendekatan yaitu pendekatan perkawian secara individual atau perkawinan  dengan pendekatan kelompok. Pada pola perkawinan individual, maka seekor  induk dikawinkan satu persatu dengan pejantan terpilih yang telah  ditetapkan sebagai pemacek. Pada pola perkawinan individual ini  pengamatan masa birahi oleh peternak perlu dilakukan secara cermat untuk  memastikan induk akan kawin pada saat yang paling optimal (setelah  ovulasi). Tingkat keberhasilan perkawinan induk dalam pola perkawinan  individu ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan peternak dalam mendeteksi  waktu birahi pada induk. Oleh karena itu perlu melakukan pengamatan  pada pagi dan sore hari. Biasanya pejantan dibiarkan melakukan  perkawinan paling tidak sebanyak 2 kali dalam selang waktu setengah jam.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Perkawinan yang baik/coitus biasanya ditandai dengan gerakan induk yang  menekan/menurunkan ekor dan bagian belakang tubuh kearah bawah dengan  kuat selama kira-kira 20 detik. &lt;br /&gt;Pada pola perkawinan kelompok pejantan terpilih dicampur dengan beberapa  ekor induk dalam kurun waktu tertentu sampai induk mengalami  kebuntingan. Pejantan terpilih disarankan dicampur dengan kelompok  betina selama dua siklus birahi yaitu selama 42-45 hari dengan alasan  bahwa apabila pada siklus birahi pertama ternyata tidak terjadi  perkawinan, maka diharapkan pada siklus birahi kedua perkawinan tidak  akan terlewatkan. Dengan demikian, kepastian kebuntingan ternak lebih  terjamin. Pola ini juga dapat mempersempit rentang waktu melahirkan  antara individu induk, sehingga mendekati waktu beranak yang lebih  seragam. Setelah memastikan bahwa induk telah bunting (dapat diduga dari  tidak munculnya tanda birahi pada induk), maka pejantan disarankan  dikeluarkan dari kandang induk. Pejantan yang terus bercampur dengan  induk dapat mengalami penurunan libido atau agresivitas terhadap betina  estrus. Dalam sistem perkawinan baik individual maupun kelompok, rasio  pajantan/induk dapat mencapai 1/20-30 apabila kondisi pejantan sangat  baik. &lt;br /&gt;Dalam pola ini deteksi masa birahi dilakukan oleh pejantan dan biasanya  jarang yang terlewatkan. Deteksi birahi oleh peternak dalam pola  perkawinan kelompok tetap memiliki arti manajemen yang penting untuk  mengetahui atau memprediksi waktu melahirkan. Dengan demikian manjemen  yang terkait dengan masa kebuntingan dan waktu melahirkan dapat dikelola  dan dipersiapkan dengan lebih terencana. Perlu mengetahui induk yang  sedang birahi agar dapat meyiapkan pejantan untuk perkawinan pada waktu  yang optimal.&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;LOLIT KAMBING POTONG &lt;br /&gt;SEI PUTIH SUMUT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-3289683867364015541?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/3289683867364015541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/mengelola-perkawinan-kambing_11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/3289683867364015541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/3289683867364015541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/mengelola-perkawinan-kambing_11.html' title='MENGELOLA PERKAWINAN KAMBING'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TD6bZXPKxtI/AAAAAAAAAIk/6y2aPG1iw0Q/s72-c/3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-3454196163312837934</id><published>2010-07-11T23:20:00.004+07:00</published><updated>2011-06-16T21:44:21.414+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reproduksi'/><title type='text'>PERKAWINAN INDUK MUDA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TD6br5ql4yI/AAAAAAAAAIs/p4-QZWeZdTA/s1600/IMAG0051.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TD6br5ql4yI/AAAAAAAAAIs/p4-QZWeZdTA/s200/IMAG0051.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Masa produktif seekor induk dimulai saat terjadi perkawinan dengan  pejantan yang subur. Penentuan umur kawin pada induk muda sering menjadi  pertimbangan dalam pengelolaan induk. Namun, umur sebenarnya bukan  satu-satunya faktor utama yang menentukan saat kawin yang optimal pada  induk muda. Faktor lain yang sangat penting adalah bobot tubuh. Pada  saat timbulnya birahi pertama kali pada induk muda, induk secara  biologis sudah mau menerima pejantan. Oleh karena itu pada prinsipnya  induk muda dapat dikawinkan pada umur 7 bulan saat tanda birahi pertama  timbul. Namun sebaiknya perkawinan ditunda sampai induk mencapaibobot  tubuh tertentu. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Direkomendasian bahwa saat yang paling baik untuk  pertama kawin adalah pada saat bobot tubuh mencapai 70-75% dari potensi  bobot dewasa tubuhnya. Ada pengalaman bahwa perkawinan pertama kali  induk muda pada bobot tubuh dan umur yang tidak optimal berpotensi  memiliki jumlah anak sekelahiran yang tunggal selama masa produksinya.  Perkawinan pertama pada umur muda atau bobot tidak optimal berpotensi  menyebabkan induk melahirkan anak dengan bobot tubuh yang rendah pula  atau induk tidak pernah mampu mencapai potensi bobot tubuhnya. &lt;br /&gt;Besaran bobot dewasa tubuh sangat tergantung kepada ras atau bangsa  kambing. Oleh karena bobot tubuh berhubungan erat dengan umur, maka  rekomendasi umur kawin pertama juga tergantung kepada bangsa kambing.  Bangsa kambing dengan bobot tubuh besar, seperti kambing Boer biasanya  dikawinkan pada umur yang lebih tua dibandingkan dengan bangsa kambing  dengan ukuran tubuh kecil, seperti kambing Kacang. Pada kambing Boer  misalnya, induk biasanya dikawinkan pertama kali pada umur 15 bulan atau  lebih. Pada bangsa kambing Kacang induk muda biasanya dikawinkan pada  umur 8-9 bulan atau saat mencapai bobot tubuh sekitar 14-16 kg. &lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;LOLIT KAMBING POTONG &lt;br /&gt;SEI PUTIH SUMUT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-3454196163312837934?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/3454196163312837934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/perkawinan-induk-muda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/3454196163312837934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/3454196163312837934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/perkawinan-induk-muda.html' title='PERKAWINAN INDUK MUDA'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TD6br5ql4yI/AAAAAAAAAIs/p4-QZWeZdTA/s72-c/IMAG0051.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-7926226572529957898</id><published>2010-07-11T23:19:00.005+07:00</published><updated>2011-06-16T21:45:01.860+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen peternakan kambing'/><title type='text'>MENGELOLA INDUK BUNTING</title><content type='html'>Kebuntingan pada seekor induk dapat dianggap terjadi apabila induk tidak  menunjukan tanda birahi kurang lebih 3 minggu setelah terjadi  perkawinan. Proses kebuntingan pada induk menimbulkan banyak perubahan  fisiologis, sehingga setiap cekaman dari luar harus dapat dicegah  semaksimal mungkin. Kepekaaan induk terhadap berbagai potensi cekaman  ini semakin kuat seiring dengan bertambahnya usia kebuntingan.  Kebuntingan biasanya menyebabkan kapasitas saluran cerna untuk menampung  pakan menurun, sehingga secara fisik menekan konsumsi pakan, sedangkan  kebutuhan nutrisi meningkat sejalan dengan bertambhnya bobot fetus  didalam kandungan. Masa bunting pada induk kambing sekitar 5 bulan  (146-155 hari), namun periode paling kritis terjadi selam 6-8 minggu  sebelum melahirkan, karena 80% pertumbuhan janis terjadi dalam masa  singkat tersebut. Oleh karena itu, mengetahui saat terjadinya perkawinan  menjadi sangat penting dalam menduga umur kebuntingan seekor induk. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Walaupun mengetahui saat kawin, umur kebuntingan dan prediksi waktu  melahirkan sangat strategis dalam mengelola usaha produksi kambing,  namun hal tersebut sering tidak menjadi perhatian yang serius oleh  petetrnak. Oleh karena itu diperlukan alat bantu lain yang lebih praktis  walaupun kakuratannya dalam menduga umur kebuntingan dan waktu  melahirkan lebih rendah dibandingkan bila dilakukan berdasarkan waktu  terjadinya perkawinan yang dicatat dengan baik. Beberapa tanda  kebuntingan tua dapat digunakan sebagai alat bantu manajemen. Sebulan  sebelum melahirkan induk kebuntingan jelas terlihat dengan membesarnya  perut sebelah….. secara nyata, disertai pula dengan pembesaran ambing  dan putting yang sangat jelas. Dalam periode ini kolostrum mulai  diproduksi sehingga kebutuhan energy, protein, vitamin dan mineral juga  sangat tinggi. Dapat deiperhatikan bahwa dalam umur kebuntingan ini  induk mulai mengalami kelambanan/ jika bangkit atau berjalan akibat  bobot kebuntingan. &lt;br /&gt;Sumber :LOLIT KAMBING POTONG &lt;br /&gt;SEI PUTIH SUMUT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-7926226572529957898?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/7926226572529957898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/mengelola-induk-bunting.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/7926226572529957898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/7926226572529957898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/mengelola-induk-bunting.html' title='MENGELOLA INDUK BUNTING'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-3789336264433493032</id><published>2010-07-11T23:19:00.004+07:00</published><updated>2011-06-16T21:44:47.323+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pakan kambing'/><title type='text'>MENGELOLA PAKAN PERKAWINAN</title><content type='html'>Manajemen pakan dapat diterapkan untuk merangsang timbulnya birahi pada  induk kambing, sehingga memungkinkan terjadinya keserentakan waktu kawin  dan waktu melahirkan.Manajemen pakan untuk maksud tersebut dilakukan  dengan meningkatkan suplai atau asupan nutrisi bagi induk, khususnya  asupan protein dan energi. Selain memperce[pat timbulnya birahi,  pemberian pakan dengan konsentrasi energy tinggi dapat meningkatkan laju  ovulasi (pelepasan sel telur) untuk meningkatkan kelahiran kembar.  Pemberian energi dan protein tinggi lebih sering mendapatkan respon  berupa peningkatan laju ovulasi pada induk dengan kondisi tubuh relatif  kurus. Pada induk dengan kondisi tubuh gemuk biasanya kurang responsif  terhadap pemberian pakan konsentrat tinggi. &lt;br /&gt;sumber :&lt;br /&gt;LOLIT KAMBING POTONG &lt;br /&gt;SEI PUTIH SUMUT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-3789336264433493032?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/3789336264433493032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/mengelola-pakan-perkawinan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/3789336264433493032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/3789336264433493032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/mengelola-pakan-perkawinan.html' title='MENGELOLA PAKAN PERKAWINAN'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-6347180581642137488</id><published>2010-07-11T23:18:00.003+07:00</published><updated>2011-06-16T21:45:35.780+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen peternakan kambing'/><title type='text'>MANAJEMEN PAKAN PADA INDUK BUNTING</title><content type='html'>Pengelolaan pakan pada induk bunting dapat dibagi menjadi dua periode  yaitu periode awal masa kebuntingan dan periode akhir masa kebuntingan.  Periode awal kebuntingan berlangsung selama 3-4 bulan pertama usia  kebuntingan dan periode akhir kebuntingan berlansung selama 1-2 bulan  sebelum melahirkan. &lt;br /&gt;Selama awal masa kebuntingan tingkat kebutuhan induk akan nutrisi tidak  berbeda jauh dengan kebutuhan induk yang tidak bunting. Oleh karena itu,  kondisi pakan yang diberikan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok  (maintenance). Dengan kata lain, induk cukup diberikan pakan hijauan  dengan kualitas yang baik (tanaman muda, rasio daun/batang tinggi) dalam  jumlah tidak terbatas (15-20% dari bobot tubuh) dan diberikan 2-3 kali  dalam sehari. Apabila kondisi pakan ini dapat dipenuhi, maka pemberian  konsentrat tidak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutris induk. Salah  satu indikasi yang mudah digunakan untuk mengetahui apakah jumlah  hijauan yang diberikan sudah mencukupi adalah ada tidaknya sisa pakan  pada keesokan harinya. Kombinasi rumput dengan tanaman legum seperti  Glirisidia, Lamtoro, Kaliandra ataupun Indigospera sangat bermanfaat.  Daun legum dapat diberikan sebanyak 500-1000 g/ekor/hari dalam bentuk  segar, tergantung ketersediaan bahan. Apabila ketersediaan legum sangat  terbatas, pemberiannya dapat dilakukan secara berselang atau  intermittent. Induk kambing yang belum terbiasa dengan salah satu jenis  legume tersebut biasanya membutuhkan waktu adaptasi selama 1-2 minggu  sebelum mampu mengkonsumsi dalam jumlah banyak. &lt;br /&gt;Dalam periode akhir masa kebuntingan (1-2 bulan sebelum melahirkan)  kebutuhan nutrisi induk meningkat secara tajam, oleh karena pada periode  ini pertumbuhan janni didalam kandungan meningkat tajam. Penggunaan  pakan konsentrat yang mengandung banyak energy, protein dan vitamin  perlu dipertimbangkan. Dalam periode ini peningkatan asupan nutrisi  diperlukan untuk 1) pertumbuhan janin secara maksimal dan 2) pembentukan  cadangan lemak dan protein dalam tubuh induk agar dapat digunakan  sebagai sumber nutrisi selama masa menyususi. &lt;br /&gt;Pakan konsentrat dari bahan baku yang tersedia secara lokal sangat baik  diberikan kepada induk kambing sedang bunting tua dan sedang menyusui &lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;LOLIT KAMBING POTONG SEI PUTIH SUMUT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-6347180581642137488?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/6347180581642137488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/manajemen-pakan-pada-induk-bunting.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/6347180581642137488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/6347180581642137488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/manajemen-pakan-pada-induk-bunting.html' title='MANAJEMEN PAKAN PADA INDUK BUNTING'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-8663755905785691679</id><published>2010-07-11T23:17:00.004+07:00</published><updated>2011-06-16T21:45:55.000+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reproduksi'/><title type='text'>GEJALA DAN PROSES MELAHIRKAN PADA KAMBING</title><content type='html'>Pengelolaan induk menjelang melahirkan, saat melahirkan dan beberapa  saat setelah anak dilahirkan merupakan salah satu periode singkat naum  kritis bagi pencapaian produktivitas seekor induk kambing. Diperlukan  berbagai tindakan persiapan yang mendetail ataupun tindakan pada saat  melahirkan maupun setelah dilahirkan untuk terutama mencegah kematian  baik induk maupun anak yang dilahirkan. Sehubungan dengan itu, maka  kemampuan menduga secara akurat saat melahirkan seekor induk akan sangat  membantu keberhasilan manajemen melahirkan secara keseluruhan. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tanda yang menunjukan bahwa seekor induk akan melahirkan perlu  dipahami. Beberapa hari sebelum melahirkan maka terlihat ambing menjadi  penuh , mengeras dan berkilat, walaupun dapat terjadi bahwa seekor induk  tidak menunjukan perubahan pada ambing. secara nyata saat menjelang  melahirkan. Vulva mulai membengkak dan terjadi relaksasi otot didaerah  pinggul. Tanda akan melahirkan semakin jelas beberapa jam sebelum  melahirkan seperti induk sering berbaring dan berdiri, gelisah didalam  kandang, sering memalingkan kepala kebagian belakang tubuh, keluarnya  cairan putih dari vulva, mengangkat ekor dan mengeluarkan suara. Gejala  tersebut dapat berlangsung singkat dalam beberapa jam atau berlangsung  selama 12-24 jam. Pada umumnya seekor induk tidak membutuhkan  pertolongan pada saat melahirkan kecuali pada kasus tertentu, misalnya  posisi anak yang tidak normal. Penanganan kesehatan juga perlu  diperhatikan apabila cairan yang keluar dari vulva berubah dari berwarna  putih menjadi kemerahan. &lt;br /&gt;Tahapan berikutnya dalam proses melahirkan biasanya ditandai dengan  keluarnya kantong air yang dapat tetap utuh ataupun pecah. Kentong air  kediua dapat juga muncul dengan warna cairan yang lebih gelap. Setelah  kantong air ini keluar dari vulva induk biasanya membaringkan diri,  kemudian berdiri lalu berbaring kembali. Hal ini dapat terjadi beberapa  kali sebelum melahirkan. Anak biasanya lahir kurang lebih 30 menit  setelah kantung air keluar atau pecah. Induk yang segera akan melahirkan  seperti terlihat adanya cairan putih.bening yang keluar dari vulva &lt;br /&gt;Persiapan yang perlu dilakukan untuk proses melahirkan: &lt;br /&gt;• Siapkan kandang untuk induk-anak atau buat sekat dalam kandang untuk  induk-anak. &lt;br /&gt;• Induk yang akan melahirkan menunjukan tanda tanda seperti gelisah,  menggesekan kaki di lantai,sering menoleh kebelakang, mengeluarkan  cairan putih yang kental. &lt;br /&gt;• Secara normal induk tidak membutuhkan bantuan untuk melahirkan, naum  penting memperhatikan apakah ternak membutuhkan bantuan untuk  mengeluarkan janin. &lt;br /&gt;• Proses melahirkan biasanya tidak lebih dari ½ jam. &lt;br /&gt;• Jika ada kelahiran lebih dari satu selang melahirkan antara anak  biasanya sekitar 15 menit &lt;br /&gt;• Ikat tali pusar dan olesi dengan larutan iodium untuk mencegah infeksi  &lt;br /&gt;• Setelah anak terakhir dilahirkan kantong plasenta muncul dan lepas  dalam 4-5 jam &lt;br /&gt;• Cek apakah induk memproduksi susu dan saluran puting terbuka dengan  memeras puting secra lembut &lt;br /&gt;• Induk diberi air minum yang dicampur dengan konsentrat setelah  melahirkan seluruh anak yang dikandung &lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;LOLIT KAMBING POTONG &lt;br /&gt;SEI PUTIH - SUMUT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-8663755905785691679?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/8663755905785691679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/gejala-dan-proses-melahirkan-pada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/8663755905785691679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/8663755905785691679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/gejala-dan-proses-melahirkan-pada.html' title='GEJALA DAN PROSES MELAHIRKAN PADA KAMBING'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-1433174989615600405</id><published>2010-07-11T23:17:00.000+07:00</published><updated>2010-07-11T23:17:03.850+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen peternakan kambing'/><title type='text'>PENANGANAN KELAHIRAN PADA KAMBING</title><content type='html'>Apabila terlihat posisi hidung diatas jari kaki anak mulai terlihat  keluar maka proses kelahiran akan berjalan normal dan dibutuhkan waktu  kurang dari satu jam sejak induk merejan/kontraksi pertama kali.  Kadang-kadang diperlukan sedikit bantuan untuk menarik secara perlahan  bagian kepala anak, namun penting diingat bahwa penarikan secara  perlahan tidak dilakukan pada saat induk berhenti merejan tetapi  dilakukan bersamaan dengan saat merejan/kontraksi. Posisi anak yang  normal selama proses kelahiran adalah bahwa kepala teletak diatas dan  diantara keduankaki depan yang menjulur keluar dari vulva. Kedua kaki  juga mengarah kebawah. Jika yang terlihat keluar hanya bagian hidung  saja dan tidak terlihat jari kaki atau hanya terlihat jari kaki saja,  sedangkan hidung tidak terlihat, maka diperlukan bantuan. Sebelum  melakukan tindakan terlebih dahulu dibersihkan seluruh bagian tangan  dengan desinfektan lalu dilumuri dengan lubrikan/pelicin (jeli).  Perbaikan posisi anak dilakukan dengan perlahan menggunakan jari saat  induk dalam status istirahat (tidak kontraksi), dan setelah posisi  normal anak ditarik secara perlahan kearah bawah mengikuti arah kaki  induk. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Proses kelhiran yang normal dengan posisi kepala dan kedua kaki depan  terlebih dahulu keluar&lt;br /&gt;Proses Melahirkan Tidak Normal &lt;br /&gt;• Induk dapat mengalami kesulitan dalam melahirkan akibat 1) posisi  janin tidak normal, 2) induk memiliki pinggul yang sempit, 3) bobot  janin terlalu besar, 4) janin telah mati sebelum dilahirkan, 4)induk  dalam kondisi lemah/sakit &lt;br /&gt;• Ada dua posisi normal janin sebelum dilahirkan yaitu 1) kepala dan  kedua kaki depan menghadap kearah saluran keluar (anterior), dan 2)  kedua kaki belakang mengharah kesaluran keluar &lt;br /&gt;• Posisi tidak normal yaitu 1) salah satu kaki depan mengarah  kebelakang, 2) kepala memutar kebelakang, 3) kepala dan keempat kaki  mengarah kebelakang. &lt;br /&gt;• Terjadinya kesulitan melahirkan dapat diperkirakan terjadi apabila  janin/anak tidak dapat keluar/dilahirkan setelah 45-60 menit setelah  pecahnya ketuban &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganan Kelahiran Tidak Normal &lt;br /&gt;• Baringkan induk pada bagian/sisi kanan sambil menekan dengan lembut  bagian leher &lt;br /&gt;• Bersihkan bagian vulva dan daerah sekitarnya dengan sabun &lt;br /&gt;• Bersihkan tangan dan lumuri dengan sabun (pelicin) &lt;br /&gt;• Masukan tangan dengan lembut kedalam vulva dalam posisi setengah  menutup &lt;br /&gt;• Raba dan rasakan posisi bagian tubuh anak seperti kaki dan kepala dan  cari tau apakah anak tunggal atau kembar &lt;br /&gt;• Pada kondisi posisi normal tarik secara perlan bagian kepala dan kaki &lt;br /&gt;• Pada kondisi tidak normal sebisanya kembalikan keposisi normal, lalu  ditarik secara perlan &lt;br /&gt;• Utuk membantu anak yang baru dilahirkan bersihkan seluruh tubuhnya  dari selaput dan cairan yang menempel dengan kain bersih dan kering,  terutama dibagian hidung agar dapat bernafas dengan normal &lt;br /&gt;• Dekatkan anak yang sudah dibersihkan dan kering lepada induknya. &lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;LOLIT KAMBING POTONG &lt;br /&gt;SEI PUTIH - SUMUT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-1433174989615600405?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/1433174989615600405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/penanganan-kelahiran-pada-kambing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/1433174989615600405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/1433174989615600405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/penanganan-kelahiran-pada-kambing.html' title='PENANGANAN KELAHIRAN PADA KAMBING'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-2652675006589517395</id><published>2010-07-11T23:16:00.000+07:00</published><updated>2010-07-11T23:16:00.933+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen peternakan kambing'/><title type='text'>PENANGANAN PASCA KELAHIRAN</title><content type='html'>Hal penting yang perlu dilakukan adalah tindak agar terjalin hubungan  induk-anak secara maksimal. Tindakan induk yang membersihkan seluruh  tubuh anak dengan menjilat merupakan cara paling efektif menciptakan  hubungan induk-anak yang baik pada waktu selanjutnya. Hubungan ini dapat  mempengaruhi ketersediaan/akses air susu induk untuk anak yang baru  dilahirkan. Seekor induk dapat menunjukan penolakan terhadap anaknya  apabila hubungan ini tidak terbentuk sejak awal.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Apabila induk menolak  membersihkan anak yang lahir sebaiknya diberi bantuan dengan  membaringkan anak didekat hidung induknya agar induk dapat membersihkan  anaknya dengan menjilat sekujur tubuh. Apabila induk menolak  membersihkan tubuh anaknya bersihkan seluruh tubuh anak dengan kain  kering dan berswih dan bersihkan bagian kepala dan hidung agar anak  dapat bernafas dengan lancar. Apabila anak tidak menunjukan gerakan  bernafas secara normal lakukan bantuan dengan mencoba menempelkan jerani  halus atau rumput kering kedalam rongga hidung untuk merangsang anak  bernafas. Selanjutnya anak dapat diangkat dengan menarik kaki bagian  belakang keatas sambil meremas sekujur badan dengan lembut. &lt;br /&gt;Setelah proses kelahir berjalan dengan baik, maka tali pusar biasanya  terputus pada saat induk berdiri. Untuk mencegah infeksi talipusar  diolesi larutan iodine. Pemotongan tali pusar anal dapat meyebabkan  pendarahan apabila pemotongan terlalu panajng. Disarankan pemotongan  dilakukan dengan gunting yang bersih sepanjang 5-7 cm lalu diolesi  dengan larutan iodium untuk mencegah infeksi. Tali pusar dapat dibiarkan  terpotong sendiri. &lt;br /&gt;Induk dan anak dapat ditempatkan pada kandang beranak portable ( 1,0 x  1,0 m) selama seminggu atau induk dikelompokan dalam kandang beranak.  Pengelompokan induk dilakukan berdasarkan keseragaman bobot dan besaran  anak. Besaran kelompok bervariasi dan tergantung skala usaha. Disarankan  untuk membentuk 10-15 induk per kelompok pada usaha yang intensif. &lt;br /&gt;Ringkasan langkah yang perlu diperhatian penanganan segera setelah  melahirkan adalah sbb: &lt;br /&gt;• Setelah melahirkan biarkan induk menjilat anak untuk membangun  hubungan (kontak) induk-anak, sehingga induk akan mau merawat anak  dengan baik dan untuk membersihkan dan mengeringkan tubuh anak dari  cairan yang melekat agar dapat bernafas secara normal &lt;br /&gt;• Pembersihan dapat dibantu menggunakan kain yang bersih &lt;br /&gt;• Anak yang normal akan mampu berdiri dan menyusu dalam waktu 1 jam  setelah dilahirkan. &lt;br /&gt;• Pastikan bahwa anak segera menyusui induk dalam 4 jam pertama setelah  melahirkan. &lt;br /&gt;• Anak yang menyusui induk dalam kurun waktu 4 jam pertama setelah  melahirkan akan mendapat kolostrum yang akan menguatkan daya tahan anak  terhadap serangan penyakit. &lt;br /&gt;• Apabila anak yang baru lahir lemah sehingga tidak mampu mennyusu,  perlu dibantu menyusukan ke induk atau gunakan botol susu atau tabung  alat suntik (tanapa jarum)) berisi kolostrum yang diperah dari induknya.  Induk yang baik membersihkan seluruh tubuh terutama dibagian kepala dan  mulut/hidung agar anak dapat bernafas dengan normal&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;LOLIT KAMBING POTONG &lt;br /&gt;SEI PUTIH - SUMUT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-2652675006589517395?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/2652675006589517395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/penanganan-pasca-kelahiran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/2652675006589517395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/2652675006589517395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/penanganan-pasca-kelahiran.html' title='PENANGANAN PASCA KELAHIRAN'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-1328851855865366977</id><published>2010-07-11T23:15:00.000+07:00</published><updated>2010-07-11T23:15:13.766+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen peternakan kambing'/><title type='text'>MANAGEMENT PAKAN INDUK MENYUSUI</title><content type='html'>Selama menyusui (1-6 minggu setelah melahirkan) kebutuhan induk akan zat  nutrisi sangat tinggi, karena dibutuhkan untuk memproduksi air susu  bagi anaknya. Selama masa menyususi selain pakan hijauan perlu diberikan  pakan konsentrat. Hijauan diberikan secara tidak terbatas, kurang lebih  20% dari bobot tubuhnya. Gunakan jenis hijauan yang berkualitas baik  yaitu berumur muda dengan porsi daun yang banyak. Hijauan diberikan  paling tidak 2 x dalam sehari. Konsentrat diberikan sebanyak 200-300 g  per ekor per hari. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Komposisi konsentrat tergantung kepada bahan yang  tersedia di lokasi. Beberapa bahan yang umum digunakan adalah dedak padi  (20-30%), bungkil kelapa (15-20%), ampas singkong (10-15%), tepung  gaplek (10-20%), ampas tahu (tidak terbatas). Bahan tersebut dicampur  menjadi satu campuran pakan konsentrat dan diberikan pada pagi hari.  Daun tanaman leguminosa seperti Lamtoro, Gliricidia, Indigofera,  Kaliandra sangat baik diberikan pada induk selama menyususi untuk  merangsang produksi susu. Daun leguminosa ini dapat diberikan tidak  terbatas tergantung ketersediaan dilapang. Daun leguminosa seperti  Indigofera sp sangat baik diberikan kepada induk sedang menysusui agar  produksi susu meningkat Kepada induk laktasi sebaiknya diberikan mineral  dalam bentuk blok yang disebut mineral blok, karena kebutuhan induk  menyususi akan mineral meningkat dan sering tidak dapat dipenuhi dari  bahan makan yang dikonsumsi. &lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;LOLIT KAMBING POTONG &lt;br /&gt;SEI PUTIH - SUMUT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-1328851855865366977?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/1328851855865366977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/management-pakan-induk-menyusui.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/1328851855865366977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/1328851855865366977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/management-pakan-induk-menyusui.html' title='MANAGEMENT PAKAN INDUK MENYUSUI'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-2804345705078301616</id><published>2010-07-11T23:14:00.004+07:00</published><updated>2011-06-16T21:48:13.574+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pakan kambing'/><title type='text'>MEMBUAT MINERAL BLOCK SENDIRI</title><content type='html'>Mineral blok dengan berat 5,0 kg dapat dibuat menggunakan bahan sbb: &lt;br /&gt;1. ultra mineral (1,0 kg) &lt;br /&gt;2. garam dapur halus (3,45 kg) &lt;br /&gt;3. semen (0,55kg) &lt;br /&gt;4. air &lt;br /&gt;5. ember plastik ukuran 4-5 liter &lt;br /&gt;6. kawat (40 cm) &lt;br /&gt;7. lembar plastik &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TD6hM571cTI/AAAAAAAAAI4/5oA23Nm0b-c/s1600/Mineral_Block_10_Kg.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TD6hM571cTI/AAAAAAAAAI4/5oA23Nm0b-c/s200/Mineral_Block_10_Kg.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;8. ember besar untuk mencampur bahan. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pembuatan mineral blok dilakukan sbb: &lt;br /&gt;1. Lapisi ember plastik bagian permukaan sebelah dalam dengan lembaran  plastik agar mineral blok yang akan terbentuk mudah dikeluarkan &lt;br /&gt;2. Tekuk kawat setengah lingkaran pada salah satu ujungnya &lt;br /&gt;3. Kedalam ember besar dimasukan dan air secukupnya, lalu tambahlan  ultra mineral dan garam halus dan diaduk merata&lt;br /&gt;4. Masukan kawat dengan bagian tertekuk kedalam ember yang telah  dilapisi plastic dan tuangkan campuran bahan kedalam ember &lt;br /&gt;5. Tempatkan ember berisi campuran bahan pada tempat yang terhindar dari  hujan dan biarkan selama 4 hari atau sampai mongering &lt;br /&gt;6. Setelah kering keluarkan mineral blok dari ember dan digantung  didalam kandang agar dapat dijilat oleh kambing. Mineral blok sanagt  baik untuk memenuhi kebutuahn kambing akan berbagai macam mnineral yang  tidak dapat dipenuhi dari pakan. Pemberian pakan yang berkualitas tinggi  dalam jumlah yang cukup sangat penting selama 1 bulan masa laktasi. Ada  dua tujuan pemberian pakan yang baik selama masa tersebut yaitu: 1)  untuk mendukung kebutuhan bagi produksi air susu yang mengalami puncak  produksi dalam masa tersebut dan 2) untuk menjaga agar kondisi tubuh  induk tetap dalam skor yang baik( tidak kurus) agar induk dapat segera  birahi dan kawin kembali. Status nutrisi yang jelek menyebabkna induk  yang sedang menysusui menjadi kurus, sehingga induk tidak akan birahi  selama kondisi tubuhnya tidak meningkat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-2804345705078301616?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/2804345705078301616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/membuat-mineral-block-sendiri.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/2804345705078301616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/2804345705078301616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/membuat-mineral-block-sendiri.html' title='MEMBUAT MINERAL BLOCK SENDIRI'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TD6hM571cTI/AAAAAAAAAI4/5oA23Nm0b-c/s72-c/Mineral_Block_10_Kg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-1696156435359316890</id><published>2010-07-11T23:13:00.003+07:00</published><updated>2011-02-12T06:14:02.534+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen peternakan kambing'/><title type='text'>AIR MINUM BAGI INDUK MENYUSUI</title><content type='html'>Induk yang sedang menysusui sangat membutuhkan air minum dalam jumlah  cukup setiap hari. Air minum sangat penting untuk menjamin  berlangsungnya proses metabolisme didalam tubuh, mengatur suhu tubuh dan  untuk memproduksi susu. Kebutuhan air minum seekor kambing kurang lebih  1,5 – 2,5 liter per hari. Ternak mendapat asupan air dari makanan,  terutama hijauan yang dikonsumsi, namun jumlah ini tidak mencukupi  kebutuhan, terutama didaerah panas atau jika ternak digembalakan setiap  hari. Oleh karena itu, air minum harus tersedia didalam kandang setiap  saat. &lt;br /&gt;Air minum harus selalu bersih dan hindari terkontaminasi oleh air  kencing/urin ataupun kotoran, karena air minum yang telah terkontaminasi  biasanya tidak dikonsumsi ternak. Ganti air minum setiap hari atau bila  terlihat sudah keruh. Kambing membutuhkan air minum setiap saat dalam  jumlah yang cukup dan harus tersedia didalam kandang&lt;br /&gt;Sumber: LOLIT LOKA Kambing potong Sei Putih&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-1696156435359316890?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/1696156435359316890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/air-minum-bagi-induk-menyusui.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/1696156435359316890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/1696156435359316890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/air-minum-bagi-induk-menyusui.html' title='AIR MINUM BAGI INDUK MENYUSUI'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-4578975356315023070</id><published>2010-07-11T23:12:00.000+07:00</published><updated>2010-07-11T23:12:58.179+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen peternakan kambing'/><title type='text'>MANAGEMENT PENGELOLAAN ANAK DARI LAHIR SAMPAI DISAPIH</title><content type='html'>Pemberian Kolostrum &lt;br /&gt;Pada ternak ruminansia seperti kambing, plasenta yang membungkus janin  selama didalam kandungan menghambat transfer atau perpindahan senyawa  antibodi (immunoglobulin) dari induk ke anak. Oleh karena itu, saat  dilahirkan seekor anak memiliki sistem pertahanan tubuh terhadap  berbagai penyakit yang relatif sangat rendah, karena kandungan  immunoglobulin didalam serum sangat rendah (1,2-3,3 g/dl), dalam waktu  24 jam setelah dilahirkan. Dengan demikian, anak yang baru dilahirkan  akan memiliki sistem pertahanan tubuh dengan mengkonsumsi kolostrum  yaitu cairan yang pertama sekali dikeluarkan induk saat anak menyusui.  &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kolostrum ini diproduksi didalam ambing pada akhir masa kebuntingan dan  mengandung antibody serta nutrisi (energi, vitamin dan protein) dalam  konsentrasi yang tinggi. Kolostrum memiliki 3 fungsi yang sangat vital  bagi anak yang baru dilahirkan yaitu: 1) fungsi laxatif/pencahar untuk  membantu pengeluaran mucus yang melapisi saluran cerna anak yang baru  dilahirkan sehingga mampu menyerap nutrisi yang dikonsumsi, 2) fungsi  nutritif yaitu sebagai sumber nutrisi terutama energi yang sangat baik  karena kandungan lemaknya yang tinggi bagi anak baru lahir yang memiliki  cadangan energi relatif rendah saat dilahirkan dan 3) fungsi protektif  yaitu mengandung senyawa antibodi untuk melindungi anak yang baru  dilahirkan dari berbagai penyakit sebelum sistem pertahan tubuh anak  berkembang dengan baik sampai umur 3 minggu. Dari sebab itu, asupan  kolostrum ini menjadi sangat penting karena merupakan cara paling  efektif untuk meningkatkan sistem pertahanan tubuh anak yang baru  dilahirkan. Dengan demikian, untuk mencegah tingkat kematian anak yang  tinggi, maka anak yang baru dilahirkan harus mendapatkan kolostrum dari  ambing induk dalam waktu setengah atau satu jam setelah dilahirkan.  Beberapa saat setelah dilahirkan anak kambing mampu menyerap antibodi  dalam kolostrum dengan efektif, namun kemampuan serap ini cepat menurun  dalam waktu 48 jam setelah dilahirkan. Anak yang baru lahir harus segera  dapat menyusui induknya agar mendapatkan kolostrum sebagai sumber anti  bodi dan zat nutrisi &lt;br /&gt;Untuk memastikan bahwa saluran putting susu tidak mengalami penyumbatan,  maka dapat dilakukan pemerahan untuk memastikan cairan ambing/kolostrum  dapat keluar. Apabila induk cenderung menolak menyusui anak untuk  mendapatkan kolostrum, maka sebaiknya ambing induk diperah dan kolostrum  ditampung dalam botol untuk diberikan kepada anak. Pemberian Susu Pengganti/Milk Replacer &lt;br /&gt;Pemberian susu pengganti atau milk replacer diperlukan pada beberapa  kasus seperti 1) air susu induk tidak mencukupi, 2) air susu induk tidak  ada sama sekali dan 3) induk mati. Untuk menyelamatkan anak perlu  diberikan susu pengganti. Susu pengganti yang paling baik adalah susu  kambing dari induk lain yang sedang menyusui, namun apabila  tidaktersedia dapat digunakan susu sapid an hal ini secara ekonomis  lebih efisien karena harga susu sapi biasanya jauh lebih murah  dibandingkan dengan susu kambing. Hasil penelitian menunjukan tidak ada  perbedaan antara susu sapi dan susu kambing bila digunakan sebagai  pengganti susu pada anak kambing. susu pengganti/ milk replacer  diberikan kepada anak kambing yang tidak mendapat susu dari induk. &lt;br /&gt;Susu pengganti dapat dibuat dari campuran beberapa bahan apabila tidak  terdapt atau sulit mendapatkan susu segar. Susu pengganti dapat diamu  dari campuran: susu bubuk ( 0,5 liter) + minyak ikan (1 sendok the) +  telur ayam ( 1 butir) + gula ( 0,5 sendok teh). Susu pengganti diberikan  2-3 x dalam sehari. Formula susu pengganti. ini juga dapat digunakan  sebagai pengganti susu induk apabila karena sesuatu hal induk tidak  dapat menyusui anaknya, seperti akibat kematian, puting susu tersumbat  atau produksi susu yang sangat rendah.&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;LOLIT KAMBING POTONG &lt;br /&gt;SEI PUTIH - SUMUT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-4578975356315023070?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/4578975356315023070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/management-pengelolaan-anak-dari-lahir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/4578975356315023070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/4578975356315023070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/management-pengelolaan-anak-dari-lahir.html' title='MANAGEMENT PENGELOLAAN ANAK DARI LAHIR SAMPAI DISAPIH'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-8027786791507380169</id><published>2010-07-11T23:11:00.000+07:00</published><updated>2010-07-11T23:11:20.613+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen peternakan kambing'/><title type='text'>MANAGEMENT PENGELOLAAN PAKAN PADA ANAK PRA SAPIH</title><content type='html'>Anak kambing biasanya mulai mengkonsumsi pakan padat berupa hijauan  ataupun konsentrat pada umur 2-3 minggu. Konsumsi pakan padat pada usia  tersebut sangat berguna untuk merangsang perkembangan saluran cerna agar  segera mampu mengkonsumsi pakan pada dalam jumlah banyak sebagaimana  layknya ternak ruminansia. Pemberian konsentrat akan memacu pertumbuhan  bobot badan lebih tinggi, sehingga dapat disapih pada usia lebih dini  saat telah mencapai bobot sapih. Bobot sapih biasanya ditentukan seberat  2,5 x bobot lahir, namun tergantung kepada kondisi tubuh.  Anak kambing  masa pra-sapih (0-3 bulan) membutuhkan perawatan intensif untuk  mencegah kematian dan merangsang pertumbuhan&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;LOLIT KAMBING POTONG &lt;br /&gt;SEI PUTIH - SUMUT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-8027786791507380169?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/8027786791507380169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/management-pengelolaan-pakan-pada-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/8027786791507380169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/8027786791507380169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/management-pengelolaan-pakan-pada-anak.html' title='MANAGEMENT PENGELOLAAN PAKAN PADA ANAK PRA SAPIH'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-9021532158527430664</id><published>2010-07-11T23:10:00.001+07:00</published><updated>2010-07-11T23:10:27.515+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen peternakan kambing'/><title type='text'>Manajemen Kesehatan Induk</title><content type='html'>Setelah melahirkan biasanya terdapat bercak darah disekitar vulva dan  hal ini dapat terjadi sampai 2-3 minggu setelah melahirkan. Dalam  keadaan normal bercak atau cairan tersebut akan semakin bersih dan  bening seiring dengan berjalannya waktu. Namun, apabila cairan tersebut  tidak berhenti dan tetap berwarna serta volumenya cenderung meningkat  disertai dengan bau yang tajam, maka perlu dicurigai adanya infeksi  pasca melahirkan dan perlu diberikan antibiotika seperti penicillin.  Kandang dan ternak perlu dibersihkan dari berbagai jenis parasit untuk  mencegah scabies maupun kutu yang dapat menggangu kesehatan dan  menurunkan produktivitas &lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;LOLIT KAMBING POTONG &lt;br /&gt;SEI PUTIH - SUMUT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-9021532158527430664?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/9021532158527430664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/manajemen-kesehatan-induk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/9021532158527430664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/9021532158527430664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/manajemen-kesehatan-induk.html' title='Manajemen Kesehatan Induk'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-4850840336509048614</id><published>2010-07-11T23:09:00.006+07:00</published><updated>2011-06-16T22:01:16.348+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyakit kambing'/><title type='text'>Penanganan Cacingan</title><content type='html'>Parasit pada saluran cerna kambing dapat menganggu kesehatan dan  menurunkan produktivitas atau menyebabkan kematian pada kasus akut.  Kontaminasi cacing parasit berasal dai hijauan pakan yang dikonsumsi  yang telah terinfestasi larva parasit. Gejala infestasi cacing parasit  pada ternak kambing ditandai oleh kepucatan pada lingkar putih mata,  dbagian dalam mulut, didalam bagian rectum atau vagina. Gejala lain  adalah membengkaknya rahang bagian bawah yang disebut bottle jaw dan  kadang-kadang disertai dengan adanya diarea/mencret. Pengendalain cacing  parasit dapat dilakukan dengan memberikan anti parasit setiap 2-3 bulan  sekali. Jenis anti parasit yang digunakan sebaiknya dirotasi setiap  tahun untuk mencegah timbulnya resistensi terhadap anti parasit yang  diberikan. Pemberian obat anti parasit pada kambing dalam skala besar  dapat dipermudah dengan alat drenching. Beberapa obat anti cacing  parasit yang beredar dipasar antara laian adalah kalbaze, rintal&lt;br /&gt;Pemberian obat cacing penting dilakukan kepada induk setiap 2-3 bulan &lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;LOLIT KAMBING POTONG &lt;br /&gt;SEI PUTIH - SUMUT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-4850840336509048614?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/4850840336509048614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/penanganan-cacingan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/4850840336509048614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/4850840336509048614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/penanganan-cacingan.html' title='Penanganan Cacingan'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-2187484266578355288</id><published>2010-07-11T23:09:00.005+07:00</published><updated>2011-06-16T21:49:04.662+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyakit kambing'/><title type='text'>Penanganan Masitis</title><content type='html'>&lt;span&gt;Penyakit mastitis biasanya disebabkan oleh infeksi baktei akibat  sanitasi/kebersihan yang kurang baik. Penyakit ini ditandai oleh  pembengkakan ambing yang biasanya disebabkan oleh kontaminasi bakteri.  Gejala terserang mastitis adalah demam/temperature tubuh meningkat,  ternak kelihatan kesakitan bila ambing disentuh dan putting membengkak.  Ambing yang terinfeksi terasa dingin dan berubah warna dari warna normal  pink menjadi kemerahan atau menghitam. Warna air susu  kemerahan/kuning/kehijauan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;,  sangat kental. &lt;br /&gt;Pengobatan dapat dilakukan dengan suntikan antibiotik pada ambing  (intramammary). Sebelum disuntik putting diperas dengan lembut untuk  mengeluarkan air susu, lalu disuntik dengan antibiotik pada putting.  Antibiotik untuk mengobati mastitis beredar dipasar, salah satunya  adalah terrexin. Tedrgantung antibiotic yang digunakan, penyuntikan  dilakukan setiap hari selama 3-4 hari. Untuk mengurangi rasa sakit basuh  ambing dengan air hangat 2-3 x dalam sehari. Penyakit mastitis dapat  menyebar sehingga perlu segera ditangani. Pencegahan mastitis dilakukan  dengan menjaga kebersihan kandang.&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;LOLIT KAMBING POTONG &lt;br /&gt;SEI PUTIH - SUMUT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-2187484266578355288?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/2187484266578355288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/penanganan-masitis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/2187484266578355288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/2187484266578355288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/penanganan-masitis.html' title='Penanganan Masitis'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-3532075409842426370</id><published>2010-07-11T23:08:00.003+07:00</published><updated>2011-06-16T21:49:22.767+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyakit kambing'/><title type='text'>Penanganan ORF</title><content type='html'>Orf atau keropeng/puru/dakangan merupakan penyakit yang disebabkan oleh  jenis virus. Penyakit ini ditandai dengan timbulnya bintil kemerahan  terutama disekeliling mulut, mata dan telinga. Orf biasanya timbul  disuatu peternakan jika terjadi kondisi yang menyebebkan cekaman,  seperti pertukaran musim, transportasi jauh dan kepadatan kandang yang  tinggi. Penyakit orf cepat menular, sehingga perlu segera ditangani bila  terjadi kasus dikelompok ternak. &lt;br /&gt;Pengobatan dapat dilakukan dengan melepas bintil dari tempatnya lalu  dibubuhi larutan iodium pada bekas tuimbulnya bintil. Bintil yang telah  dikelupas dapat digiling dan diberikan kepada ternak melalui mulut agar  ternak menjadi lebih tahan terhadapp serangan penyakit tersebut diwaktu  mendatang.&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;LOLIT KAMBING POTONG &lt;br /&gt;SEI PUTIH - SUMUT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-3532075409842426370?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/3532075409842426370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/penanganan-orf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/3532075409842426370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/3532075409842426370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/penanganan-orf.html' title='Penanganan ORF'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-3965035736364032851</id><published>2010-07-11T23:07:00.001+07:00</published><updated>2011-06-16T21:49:48.777+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyakit kambing'/><title type='text'>Penyakit skabies</title><content type='html'>Penyakit skabies adalah gangguan pada permukaan kulit akibat infestasi  parasit eksternal (kutu). Penyakit ini sering juga disebut kudisan  karena menyebabkan kerusakan pada permukaan kulit. Skabies sering  mewabah pada kambing akibat cekaman misalnya pakan yang kurang baik  jumlah maupun kualitas, kelembaban dan kepadatan kandang yang tinggi .  Wabah disuatu kelompok ternak dapat juga terjadi apabila ada migrasi  ternak dari luar yang telah terinfeksi skabies. Penyakit ini dapat  menyebabkan kerugian ekonomi cukup tinggi bahkan sampai menimbulkan  kematian. Skabies biasanya menular akibat kontak langsung dengan ternak  sakit atau kontak dengan peralatan atau kandang yang telah tercemar  parasit skabies. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gejala terserang skabies dapat dilihat permukaan tubuh yang tidak  ditumbuhi bulu seperti bagian muka dan mulut yang berwarna kemerahan  atau mengering (pada kasus berat), bulu yang rontok pada bagian  terserang terutama bagian punggung dan kaki bagian dalam. &lt;br /&gt;Penanganan skabies paling efektif pada kasus yang berat adalah dengan  penyuntikan ivomex dibawah kulit (subcutan). Pada kasus ringan  pengobatan dapat dilakukan secara tradisional, misalnya mencampur  belerang dengan oli bekas. Ternak yang telah terserang skabies sebaiknya  diisolasi dan ditangani secara khusus.  Pengobatan induk kambing yang  terkena scabies dilakukan dengan penyuntikan ivomex secara intra  muskuler&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-3965035736364032851?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/3965035736364032851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/penyakit-skabies.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/3965035736364032851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/3965035736364032851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/penyakit-skabies.html' title='Penyakit skabies'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-2166792328206730782</id><published>2010-07-10T11:53:00.000+07:00</published><updated>2010-07-10T11:53:20.301+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen peternakan kambing'/><title type='text'>Manajemen Kesehatan Anak Pra Sapih</title><content type='html'>Studi Kasus &lt;br /&gt;Angka kematian anak pra-sapih merupakan salah satu sumber kerugian yang penting dalam usaha produksi kambing. Tidak jarang angka kematian mencapai 30-40% apabila usaha produksi tidak dikelola dengan baik. Kematian umumnya disebabkan terutama oleh penyakit yang muncul akibat manajemen yang buruk. Angka kematian anak sekitar 5-10 % dapat dianggap sangat baik untuk suatu usaha produksi yang baik. &lt;br /&gt;Pada Tabel 1 dipaparkan suatu kasus sebaran penyakit yang meyebebkan kematian pada anak kambing umur 0-3 bulan disuatu peternakan. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa terdapat dua jenis penyakit yang paling banyak menyebebkan kematian anak kambing pra-sapih yaitu pneumonia dan koksidiosis, yaitu keduanya menyebabkan kematian 64,7% dari total kematian. Jika Enteritis dianggap sebagai indikasi Koksidiosis dan Cachexia merupakan konskuensi logis sebelum kematian maka total kontribusi kematian dari penyakit tersebut adalah 79,3%. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tabel 1. Beberapa penyakit penyebab kematian anak kambing umur 0- 3 bulan Penyebab kematian Jumlah anak mati (ekor) Tingkat kematian (%) &lt;br /&gt;Pneumonia  54  32,6 &lt;br /&gt;Koksidiosis  53  32,1 &lt;br /&gt;Enteritis/Mencret  9  5,5 &lt;br /&gt;Cachexia  15  9,1 &lt;br /&gt;Infeksi puerperal*  15  9,1 &lt;br /&gt;Kematian saat lahir/Neonatal mortality** 10  6,1 &lt;br /&gt;Lain-lain*** 9  5,5 &lt;br /&gt;Total  165  100 &lt;br /&gt;*Termasuk: Septicaema (8), E. coli (3), myocarditis (1), pericarditis (1), arthritis (1), pyogenik bakteri embolisma (1) &lt;br /&gt;**Termasuk: mati lahir (4), lahir lemah (5), hypothermia (1) &lt;br /&gt;***Termasuk: Cerebrotical necrosis (1), defisiensi vitamin E/Selenium (1), ataxia (1), renal dysplasia (1) &lt;br /&gt;Sumber: Donkin dan Boyazoglu (2004). &lt;br /&gt;Pneumonia &lt;br /&gt;Pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai bacteria maupun virus, bahkan parasit (parasit paru) serta akibat reaksi alergik. Penyakit ini sangat mudah terjadi pada anak kambing pra-sapih yang tidak mendapat cukup kolostrum saat dilahirkan atau dipelihara dalam kandang dengan kepadatan tinggi. Penyakit ini mudah timbul pada anak kambing pada umur sangat muda (&amp;lt;35 hari) ataupun pada umur 2-3 bulan. Istilah umum pneumonia digunakan untuk menjelaskan gangguan paru baik akibat infeksi bakteri maupun virus dan parasit juga akibat sebab lain yang mengakibatkan pembengkakan paru (inflamasi). Pneumonia dapat bersifat akut (menyebabkan sakit dan kematian dalam beberapa jam) maupun kronik. Penyakit ini sering dipicu oleh cekaman, misalnya akibat ventilasi yang kurang baik sehingga humiditas (kelembaban) didalam kandang tinggi. &lt;br /&gt;Gejala terserang pneumonia adalah nafsu makan hilang, batuk berulang, demam, sulit bernafas, keluar cairan dari lubang hidung. Pada kasus yang berat ternak bernafas melalui mulut yang membuka. Jika sampai mengalami sakit di paru, ternak menunjukan tanda dengan selalu berdiam (tidak aktif bergerak). &lt;br /&gt;Pengobatan dapat dilakukan dengan suntikan antibiotik atau preparat sulfa intravena atau intra muscular (otot) sesuai petunjuk produser obat. Pencegahan dilakukan dengan mengurangi kepadatan kandang, mengurangi kelembaban kandang, membuat kandang tetap kering dan bersih. Lakukan perbaikan ventilasi kandang, tingkatkan kebersihan dan kurangi kepadatan kandang serta pastikan tersedia dan terjangkau pakan yang segar dan air minum yang bersih didalam kandang. &lt;br /&gt;Koksidiosis &lt;br /&gt;Penyakit koksidiosis disebabkan oleh parasit koksidia didalam saluran cerna (usus). Kondisi stress akibat kepadatan kandang yang terlalu tinggi, kelembaban tinggi dan kandang kotor memacu timbulnya koksidiosis. Koksidiosis juga mendiring timbulnya penyakit lain seperti pneumonia. Kombinasi koksidiosis dengan pneumonia sering berdampak fatal. yang menyebabkan diarea disertai bercak darah. &lt;br /&gt;Gejala koksidiosis ditandai dengan turunnya nafsu makan, kotoran cair (mencret) dan berwarna kehitaman dengan disertai bercak darah, berlendir, bobot badan turun dan bulu serta kulit terlihat kasar dan kering. Anak kambing pra-sapih umur 3-4 minggu sangat peka terhadap gangguan koksidia. Jika koksidiosis terjadi mewabah disuatu kandang atau peternakan kambing perlakuan terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan sanitasi kandang dan isolasi ternak yang terserang koksi. Kambing yang selamat dari wabah koksi biasanya telah memiliki kekebalaqn. &lt;br /&gt;Pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotika. Obat sulfa sangat efektif untuk mengendalikan koksi. Obat sulfa dapat diberikan selama 4 hari berturut-turut atau sesuai dengan petunjuk. Produser obat. Namun, pengobatan biasanya kurang efektif apabila tidak disertai dengan sanitasi yang baik, pengurangan kepadatan kandang dan memisahkan anak kambing dari kambing yang lebih dewasa. &lt;br /&gt;Diarea/Mencret &lt;br /&gt;Diarea atau mencret merupakan indikasi adanya gangguan pada saluran cerna akibat bebagai penyebab baik penyakit seperi koksidiosis maupun gangguan metabolism pakan atau kombinasi keduanya. Tanda diarea adalah feses atau kotoran yang encer dan berwarna hijau muda atau hijau tua, atau hijau kemerahan atau kuning kehijauan serta ternak terlihat lemah. Penanganan diarea adalah sbb: &lt;br /&gt;• Isolasi ternak yang terserang mencret dan cek kondisi dan warna serta keenceran feses, frekuensi buang kotoran. Dengan mengetahui perubahan kondisi feses/kotoran, maka ternak lain didalam kandang yang mungkin mengalami hal yang sama dapat diidentifikasi &lt;br /&gt;• Jika diarea sangat parah dan kondisi ternak memburuk langsung diberi antibiotic. &lt;br /&gt;• Sangat penting bagi ternak untuk mendapatkan cairan. Oleh karena itu, paksa ternak mengkonsumsi larutan garam dan gula yang dibuat dengan mencampur 1 sendok the (10 g) garam dan 1 sendok the (10 g) gula dalam 2,5 liter air dingin yang telah dimasak. Oralit dapat ditambahkan kedalam larutan, lalu berikan larutan tersebut sebanyak 1/6 dari bobot tubuhnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-2166792328206730782?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/2166792328206730782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/manajemen-kesehatan-anak-pra-sapih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/2166792328206730782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/2166792328206730782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/manajemen-kesehatan-anak-pra-sapih.html' title='Manajemen Kesehatan Anak Pra Sapih'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-6581137913365733386</id><published>2010-07-10T11:52:00.000+07:00</published><updated>2010-07-10T11:52:10.232+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen peternakan kambing'/><title type='text'>Manajemen Pengelolaan Perkawinan Induk</title><content type='html'>Usaha produksi kambing merupakan komponen penting dalam pola usaha tani campuran (mix farming) yang masih banyak diadopsi oleh petani-ternak di Indonesia. Produksi kambing juga dapat diusahakan sebagai usaha monokultur berskala ekonomi dengan orientasi usaha kearah komersial. Bagaimanapun tipologi usaha produksi kambing yang akan dilakukan, peran induk sebagai unit produksi sangat strategis, terlebih dalam memanfaatkan sifat prolifik (kesuburan) yang memungkinkan induk melahirkan anak kembar 2-4. Potensi kelahiran anak kembar ini merupakan keunggulan penting dalam budidaya kambing, terutama dalam usaha perbibitan. Oleh karena itu, manajemen pengelolaan induk beserta anak yang dilahirkan sampai mencapai usia sapih menjadi sangat penting. Target dalam pengelolaan induk dan anak dapat dirumuskan menjadi :1) meningkatkan jumlah anak per kelahiran, 2) memaksimalkan pertumbuhan anak selama masa pra-sapih, 3) memaksimalkan skor kondisi tubuh induk ( skor 3) selama menyususi, 4) memperpendek selang antara partus/melahirkan dengan timbulnya birahi (1-2 bulan). Dengan target seekor induk akan birahi 1-2 bulan setelah melahirkan maka, induk dipredikasi dapat melahirkan paling tidak 3 kali dalam dua tahun dan tidak tertutuk kemungkinan melahirkan dua kali dalam satu tahun. Dengan target manajemen tersebut dapat diharapkan meningkatnya efisiensi usaha produksi kambing secara nyata yang berdampak kepada meningkatkan keuntungan finansial. Kondisi ini berpotensi untuk memacu perkembangan ternak kambing lebih cepat di wilayah sentra produksi ataupun mendorong berkembangnya sentra produksi baru diwaktu mendatang. &lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;SIMON P GINTING&lt;br /&gt;LOLIT KAMBING POTONG &lt;br /&gt;SEI PUTIH - SUMUT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-6581137913365733386?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/6581137913365733386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/manajemen-pengelolaan-perkawinan-induk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/6581137913365733386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/6581137913365733386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/manajemen-pengelolaan-perkawinan-induk.html' title='Manajemen Pengelolaan Perkawinan Induk'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-8563996513618518164</id><published>2010-07-10T11:47:00.001+07:00</published><updated>2011-06-16T21:50:08.102+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pakan kambing'/><title type='text'>SILASE KOMPLIT Sebagai upaya pemenuhan kebutuhan ternak</title><content type='html'>Problematika umum usaha peternakan di negara-negara tropis seperti Indonesia adalah faktor suhu lingkungan dan kelembaban udara yang cukup tinggi. Kondisi ini berdampak langsung pada sistem metabolisme dan termoregulasi pada tubuh ternak. Lingkungan yang relatif panas menyebabkan sebagian ternak akan enggan makan sehingga secara kuantitas asupan zat makanan (nutrient) yang masuk dalam tubuh juga kurang. Padahal, asupan nutrient ini berperan penting untuk mencukupi kebutuhan pokok (maintenance), perkembangan tubuh dan untuk kebutuhan bereproduksi. Implikasi dari kondisi asupan gizi ternak yang kurang, tak jarang dijumpai ternak dengan pertambahan berat hidup (average daily gain/ADG) yang masih sangat jauh dari hasil yang diharapkan baik di tingkat peternakan rakyat maupun industri.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor kuantitas dan kualitas pakan merupakan faktor utama penentu keberhasilan usaha peternakan karena hampir 2/3 biaya produksi berasal dari pakan. Oleh karena itu, perhatian terhadap asupan zat makanan ke ternak akan sangat menentukan keberhasilan budidaya peternakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 masalah utama yang menyebabkan pakan ternak khususnya pakan ternak ruminansia yang diberikan tidak memenuhi kecukupan jumlah dan asupan nutrient. Diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bahan pakan pada umumnya berasal dari limbah pertanian yang rendah kadar protein kasarnya dan tinggi serat kasarnya. Tingginya kadar serat ini yang umumnya didominasi komponen lignoselulosa (karbohidrat komplek) yang sulit dicerna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ketersedian pakan yang tidak kontinyu. Ini dikarenakan langkanya bahan pakan terutama di musim kemarau. Untuk mengatasi masalah tersebut berbagai terobosan telah dilakukan. Untuk meningkatkan nilai gizi dari pakan ternak yang umum dilakukan adalah dengan memebuat menjadi hijauan kering (hay), penambahan urea (amoniasi) dan awetan hijauan (silase). Pengolahan bahan pakan dengan pengeringan sangat tergantung dengan musim/panas matahari sedangkan pengolahan dengan amoniasi (penambahan urea) acapkali terjadi kausus toksikasi karena tingginya amonia. Teknologi yang sekarang berkembang adalah pembuatan pakan tidak hanya sekedar awet (silase) tapi juga kadar nutrient sesuai dengan kebutuhan gizi ternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa dibuat SILASE KOMPLIT?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dikarenakan sebagian besar pakan sapi mengandung serat yang tinggi, sehingga perlu teknologi pengolahan agar nilai kecernaannya maningkat. Salah satu pengolahan yang bisa dilakukan adalah dalam bentuk silase. Silase merupakan hijauan yang diawetkan dengan cara fermentasi dalam kondisi kadar air yang tinggi (40-80 persen). Keunggulan pakan yang dibuat silase adalah pakan awet (tahan lama), tidak memerlukan proses pengeringan, meminimalkan kerusakan zat makanan/gizi akibat pemanasan serta mengandung asam-asam organik yang berfungsi menjaga keseimbangan populasi mikroorganisme pada rumen (perut) sapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep teknologi silase yang dikembangkan selama ini masih bersifat silase tunggal (single silage) dan proses pembuatannya dalam kondisi anaerob (tanpa oksigen). Dalam praktek di lapangan, konsep silase ini cukup terkendala karena selain meminta tempat simpan (pemeraman) yang cukup vakum juga silase yang dihasilkan jika diberikan ke ternak hanya memenuhi 30-40 persen kebutuhan nutrisi ternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan SILASE KOMPLIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan silase tunggal, silase komplit memiliki beberapa keunggulan diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)   Lebih mudah dalam pembuatannya karena tidak perlu memerlukan tempat pemeraman yang an-aerob, cukup dengan semi aerob.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)   Kandungan gizi yang dihasilkan juga lebih tinggi, dapat memenuhi 70-90 persen kebutuhan gizi ternak sapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3)   Memiliki sifat organoleptis (bau harum, asam) sehingga lebih disukai ternak (palatable).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik Pembuatan SILASE KOMPLIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip pembuatan pakan komplit dalam bentuk silase ini seperti proses fermentasi pada umumnya. Setelah bahan disiapkan dan dicampur, selanjutnya diperam selama beberapa minggu dalam wadah yang tertutup rapat (anaerob). Teknik pembuatan silase komplit yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Bahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahan yang digunakan terdiri dari 3 kelompok bahan yakni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)     Kelompok bahan pakan hijauan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan pakan hijauan disini dapat berupa bahan pakan dari hijauan makanan ternak (HMT) seperti rumput gajah (Pennisetum purpureum), rumput kolonjono (Panicum muticum), Tanaman Jagung (Zea mays) dan rumput-rumput lainnya. Selain dari HMT, limbah-limbah dari sisa panen seperti jermai padi, jerami kedelai juga dapat digunakan. Bahan pakan ini sebagai sember serat utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)     Kelompok bahan pakan konsentrat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok bahan pakan konsentrat dapat berupa dedak padi/bekatul, onggok (ampas tapioka), ampas sagu, ampas tahu dan lain-lain. Bahan pakan konsentrat ini selain untuk memperbaiki kandungan nutrisi dari pakan yang dihasilkan juga berfungsi sebagai substrat penopang proses fermentasi (ensilase).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3)   Kelompok bahan pakan aditif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok ketiga adalah bahan-bahan aditif. Bahan aditif disini dapat terdiri dari campuran urea, mineral, tetes dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Rasio Bahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasio dari ketiga kelompok bahan tadi dapat mengacu pada formula 7:2:1 atau 6:3:1 berturut-turut untuk Hijauan : Konsentrat : Aditif yang didasarkan pada persentase berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Pencampuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencampuran dilakukan dengan urutan komponen bahan aditif dicampur dulu dengan konsentrat hingga merata selanjutnya dicampurkan ke hijauan. Jika kondisi hijauan atau limbah petanian agak kering maka diperlukan tambahan air sehingga kadar air campuran mencapai + 40 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masukkan bahan silase kedalam drum yang telah dilapisi plastik tebal. Tutup dan tekan dengan kuat atau diinjak-injak agar udara didalam keluar. Kemudian ikat plastik tersebut secara rapih, rapat dan tidak ada udara masuk ke dalam, serta jangan sampai bocor. Tutup drum rapat-rapat dengan penutupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Pengeraman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua bahan dimasukkan dan tertutup rapat dalam drum kemudian dieramkan dengan disimpan selama 3 minggu (21 hari). Silasedapat dibuka (dipanen) untuk diberikan langsung kepada ternak. Apabila silase yang dinuat tidak langsung diberikan pada ternak, silase jangan dibuka. Silase harus disimpan dalam kondisi tertutup dan dapat disimpan hingga 4 – 8 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Pemberian Pakan Pada Ternak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu pemberian kepada ternak jangan sering dibuka-tutup, dalam 1 hari cuma boleh dibuka 1 kali (untuk makan ternak pagi dan sore dikeluarkan sekaligus) sebab kalau sering dibuka tutup kualitas silase akan cepat rusak. Apabila sapi belum terbiasa makan silase, silase diberikan sedikit demi sedikit dengan cara dicampur dengan hijauan yang biasa dimakan. Jika sudah terbiasa dapat seluruhnya diberikan silase sesuai dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyediaan Pakan saat Musim Kemarau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan silase komplit dapat dijadikan salah satu cara untuk mengatasi kekurangan pakan di musim kemarau sekaligus memperbaiki kualitas gizi pakan ternak. Pada kondisi hijauan melimpah di musim penghujan, bahan pakan hijauan baik berupa HMT maupun sisa tanaman pangan diperam dengan penambahan bahan konsentrat akan dapat tahan sampai 4-8 bulan. Persediaan pakan ini bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan ternak saat musim kemarau. Dengan demikian menerapkan teknologi ini dapat memberikan solusi pemenuhan pakan di musim kemarau sekaligus dapat mempertahankan kualitas asupan gizi untuk ternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Annonimous. 2008.Teknologi, Alat dan Mesin Peternakan. Modul Diklat Teknis Substantif Peternakan Tingkat Dasar. Teknologi Peternakan dan Alsin.Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anonimous.2001.Pengawetan Hijauan Untuk Pakan Ternak (Silase). Proyek Peningkatan Teknologi Sapi Perah.Direktorat Jenderal Peternakan. Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat. JICA Japan. Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sofyan A. dan Febrisiantosa A. 2007.Pakan Ternak dengan Silase Komplit. UPT. BPPTK – LIPI, Yogyakarta. Sumber: Majalah INOVASI Edisi 5 Desember 2007.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-8563996513618518164?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/8563996513618518164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/silase-komplit-sebagai-upaya-pemenuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/8563996513618518164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/8563996513618518164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/silase-komplit-sebagai-upaya-pemenuhan.html' title='SILASE KOMPLIT Sebagai upaya pemenuhan kebutuhan ternak'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-443559589098398213</id><published>2010-07-10T11:31:00.001+07:00</published><updated>2011-06-16T21:50:25.873+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyakit kambing'/><title type='text'>MENGATASI PERUT KEMBUNG</title><content type='html'>Bagi peternak di pedesaan untuk mengobati ternak yang sakit sering mengalami kesulitan, karena jauh dari kota (toko obat) dan harga obat yang terlalu mahal, sehingga sulit terjangkau oleh peternak. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dicari alternatif lain yaitu dengan menggunakan obat tradisional yang ada dan dapat dilakukan peternak serta harganya murah. Namun demikian usaha pencegahan juga perlu dilakukan dengan menjaga kebersihan ternak dan lingkungannya, pemberian pakan yang cukup (kualitas dan kuantitas), bersih dan tidak beracun. Tips bagi Anda untuk mengatasi berbagai penyakit yang sering menyerang kambing melalui pengobatan tradisional&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kembung (bloat) disebabkan oleh penimbunan gas dalam perut akibat proses fermentasi berjalan cepat. Tingginya akumulasi gas menekan organ dalan tubuh sehingga menimbulkan kesakitan, pernapasan dengan mulut terbuka atau frekuensi pernapasan tinggi, serta frekuensi buang air besar dan kencing meningkat. Agar ternak terhindar dari perut kembung, hindari pemberian pakan kambing sebagai berikut :&lt;br /&gt;Pakan hijauan yang masih terlalu muda, banyak mengandung air atau terlalu basah, baik terkena air hujan atau embun. Maka sebaiknya kambing diberi pakan hijauan yang sudah kering dari embun pagi. &lt;br /&gt;Pakan dari bahan pakan yang mudah dan cepat difermentasi seperti kol, lobak dan wortel secara berlebihan. &lt;br /&gt;Pakan biji-bijian yang tergiling halus terlalu banyak, tetapi kuarang mendapat hijauan berserat. &lt;br /&gt;Pakan leguminosa (daun kacang-kacangan) terlalu banyak. Bila keadaan memaksa, hijauan sebaiknya diberi percikan minyak kelapa. &lt;br /&gt;Tanda klinis : &lt;br /&gt;Kambing merasa gelisah, sakit, dan sulit bernapas. Perut bagian kiri mengalami pembesaran yang bila ditepuk akan berbunyi seperti bedug/gendang.&lt;br /&gt;Punggung membungkuk, denyut jantung melemah, selaput lender mulut kebiruan.&lt;br /&gt;Ternak jatuh dan susah bangun lagi, bila dibiarkan ternak dapat mati mendadak. &lt;br /&gt;Pengobatan jamu : &lt;br /&gt;1. Minyak nabati (minyak kelapa, minyak kedelai, atau minyak sawit) sebanyak 100-200 ml (sekitar ½ – 1 gelas) dengan cara dicekok. &lt;br /&gt;2. Kambing dicekok 200 cc “Sprite/soda”, lalu perut yang kembung sebelah kiri dibalur dengan bawang merah hanlus dan sudah dicampur dengan minyak angina. Bila angina sudah keluar melalui anus, kedua kakidepan diangkat ke atas sambil sisi perut dijepit dengan kaki kita. Mulut kambing harus selalu terbuka, dengan cara mulut kambing disumbat dengan kayu/paralon secara melintang dan usahakan kambing tetap berdiri. Dengan cara ini semua timbunan gas dalam perut akan keluar. &lt;br /&gt;3. Bagian anus kambing ditusuk dengan tangkai daun papaya yang ujungnya sudah diolesi minyak goreng agar tidak melukai dinding anus. Setelah itu kedua sisi perut kambing dijepit sehingga gas akan keluar melalui tangkai daun papaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-443559589098398213?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/443559589098398213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/mengatasi-perut-kembung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/443559589098398213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/443559589098398213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/mengatasi-perut-kembung.html' title='MENGATASI PERUT KEMBUNG'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-6622038008182321661</id><published>2010-07-10T11:21:00.003+07:00</published><updated>2011-06-16T22:01:40.388+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyakit kambing'/><title type='text'>PENGOBATAN TRADISIONAL MENGATASI SCABIES</title><content type='html'>Kudis atau kurap disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabei, Psoroptes communis var.ovis dan Chorioptes ovis. Tungau ini mudah menular ke ternak lain. &lt;br /&gt;Tanda klinis : &lt;br /&gt;Kulit tampak bercak-bercak merah yang membentuk bisul sehingga mengalami kekakuan, penebalan dan bersisik. Ternak menggosok-gosokkan bulunya ke dinding kandang karena gatal, bulu rontok. Ternak kurus, nafsu makan berkurang dan anemia/kekurangan darah. Produksi susu menurun. &lt;br /&gt;Pencegahan : &lt;br /&gt;Sanitasi kandang dan penyemprotan pada kandang yang tercemar atau pernah terdapat ternak kudisan. &lt;br /&gt;Ternak sakit dipisahkan dari yang sehat dan hindari kontak langsung dengan ternak sehat. &lt;br /&gt;Penyebab: &lt;br /&gt;parasit yang terdapat pada kotoran yang terjadi karena kandang kotor dan ternak tidak pernah dimandikan. &lt;br /&gt;Tanda- tanda: &lt;br /&gt;Kerak - kerak pada permukaan kulit, Ternak selalu menggesekan bagian kulit yang terserang kudis, Kerontokan bulu, kulit menjadi tebal dan kaku&lt;br /&gt;Pengobatan :&lt;br /&gt;Cukur bulu sekitar daerah terserang, mandikan ternak dengan disikat dan dengan sabun antiseptic/deterjen. sampai bersih, kemudian jemur sampai kering. Setelah kering dapat diobati&lt;br /&gt;Permukaan kulit yang sakit digosogkan campuran serbuk belerang, kunyit dan minyak kelapa yang dipanaskan setiap 2 hari sekali digosokkan pada kulit yang sakit.. &lt;br /&gt;Kulit yang sakit diolesi dengan oli bekas secara teratur seminggu sekali. Pengobatan dengan oli bekas dari kendaraan yang sidah menempuh jarak 1.000 km paling efektif karena pertumbuhan bulu dan perbaikan kulit sangat baik dibandingkan dengan menggunakan belerang (Balai Penelitian Veteriner/Balitvet).&lt;br /&gt;Jeruk purut digiling halus, ditambahkan garam dapur dan minyak kelapa. Gosokkan pada kulit yang terserang kudis.&lt;br /&gt;Lengkuas, daun ketepeng kerbau dan garam dapur dihaluskan dan dioleskan pada bagian kulit yang terserang kudis.&lt;br /&gt;Kamper / kapur barus digerus, dicampur minyak kelapa dan dioleskan pada bagian kulit yang sakit. &lt;br /&gt;Pencegahan:&lt;br /&gt;Ternak yang berpenyakit kudis tidak boleh bercampur dengan ternak yang sehat. &lt;br /&gt;Ternak yang baru dibeli harus bebas dari penyakit kudis &lt;br /&gt;Mandikan ternak dua minggu sekali.&lt;br /&gt;Bersihkan kandang seminggu sekali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-6622038008182321661?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/6622038008182321661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/pengobatan-tradisional-mengatasi_10.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/6622038008182321661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/6622038008182321661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/pengobatan-tradisional-mengatasi_10.html' title='PENGOBATAN TRADISIONAL MENGATASI SCABIES'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-5584223834278176482</id><published>2010-07-10T11:20:00.003+07:00</published><updated>2011-06-16T22:01:59.993+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyakit kambing'/><title type='text'>PENGOBATAN TRADISIONAL MENGATASI MYASIS</title><content type='html'>Penyebab: &lt;br /&gt;Luka daerah yang berdarah diinfeksi oleh lalat sehingga lalat berkembangbiak (bertelur) dan menghasilkan larva belatung. &lt;br /&gt;Tanda-tanda:&lt;br /&gt;Adanya belatung yang bergerak-gerak pada bagian yang luka&lt;br /&gt;Bila belatungan pada kaki/teracak maka ternak terlihat pincang.&lt;br /&gt;Pengobatan:&lt;br /&gt;Bersihkan luka dari belatung, kemudian obati dengan gerusan kapur barus atau tembakau.&lt;br /&gt;Luka dibungkus dengan kain/perban untuk melindungi dari terjadinya luka baru atau kotoran.&lt;br /&gt;Pada hari berikutnya luka dibersihkan, pengobatan diulang dan dibungkus kembali. Biasanya dua atau tiga kali pengobatan sudah sembuh.&lt;br /&gt;Bila belatung sudah terbasmi, pemberian yodium tinctur dapat dipakai untuk mempercepat pertumbuhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-5584223834278176482?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/5584223834278176482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/pengobatan-tradisional-mengatasi-myasis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/5584223834278176482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/5584223834278176482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/pengobatan-tradisional-mengatasi-myasis.html' title='PENGOBATAN TRADISIONAL MENGATASI MYASIS'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-3156727548434600630</id><published>2010-07-08T08:52:00.001+07:00</published><updated>2011-06-16T21:50:49.117+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyakit kambing'/><title type='text'>PENGOBATAN TRADISIONAL MENGATASI CACINGAN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TDUvYkYC9RI/AAAAAAAAAIQ/chjat6h5MX0/s1600/korban+pnomia+kronis.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TDUvYkYC9RI/AAAAAAAAAIQ/chjat6h5MX0/s200/korban+pnomia+kronis.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Penyebab: &lt;br /&gt;Bermacam-macam cacing terjadi karena kandang yang kotor atau padang pengembalaan yang kotor. Cacing yang banyak menimbulkan kerugian pada kambing adalah cacing Haemonchus contortusi. Cacing ini hidup sebagai parasit di pencernaan kambing menghisap sari makanan, cairan tubuh dan darah, serta mengeluarkan racun yang mengakibatkan kambing menjadi lemah dan lesu.&lt;br /&gt;Tanda klinis :&lt;br /&gt;Kambing terlihat kurus, lemah, pucat, bulu berdiri dan kusam.&lt;br /&gt;Kambing diare, nafsu makan berkurang, perut membesar dan produksi susu menurun.&lt;br /&gt;Daerah rahang terlihat membengkak Mati mendadak&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan jamu :&lt;br /&gt;Buah pinang/jambe tua sebanyak 2 buah yang sudah dijemur hingga kering dan ditumbuk halus lalu diaduk dengan gula jawa dan dibentuk pellet/butiran. Pemberian ini diberikan dengan cara dicekokkan.&lt;br /&gt;Daun tembakau 5 lembar dilumatkan, lalu dicampur air secukupnya dan disaring. Air saringannya diminumkan pada ternak yang sakit&lt;br /&gt;Serbuk getah papaya muda dicampur air dengan perbandingan 1 : 5 hingga terbentuk suspensi. Suspensi getah papaya ini diminumkan atau dicekokkan dengan menggunakan selang agar langsung masuk ke dalam perut. Pemberian sebanyak 1,2 gr/Kg berat badan.&lt;br /&gt;Tepung buah pinang dicampur dengan nasi hangat dikepal-kepal kemudian dipaksakan untuk dimakan ternak. Ternak dianjurkan untuk dipuasakan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Daun kelor yang tua dibakar, kemudian debunya dicampur air dan diminumkan. Pengobatan diulangi satu minggu kemudian.&lt;br /&gt;Pencegahan:&lt;br /&gt;Kandang dibuat panggung dan bersih&lt;br /&gt;Pengaritan rumput setelah panas yaitu pada jam 12.00-15.00 atau pengembalaan ternak pada siang hari jam 10.00-15.00.&lt;br /&gt;Jangan menggembalakan ternak pada daerah rawa, sungai dan sawah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-3156727548434600630?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/3156727548434600630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/pengobatan-tradisional-mengatasi_2990.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/3156727548434600630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/3156727548434600630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/pengobatan-tradisional-mengatasi_2990.html' title='PENGOBATAN TRADISIONAL MENGATASI CACINGAN'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TDUvYkYC9RI/AAAAAAAAAIQ/chjat6h5MX0/s72-c/korban+pnomia+kronis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-1173563855202960580</id><published>2010-07-08T08:51:00.001+07:00</published><updated>2011-06-16T21:51:05.557+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyakit kambing'/><title type='text'>PENGOBATAN TRADISIONAL MENGATASI KERACUNAN MAKANAN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TDUuypNGEUI/AAAAAAAAAII/ncmrARPnb9I/s1600/makan+sore.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TDUuypNGEUI/AAAAAAAAAII/ncmrARPnb9I/s200/makan+sore.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Penyebab: &lt;br /&gt;Ternak memakan rumput-rumputan atau daun-daunan yang mengandung zat racun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda:&lt;br /&gt;Mati mendadak, mulut berbusa, kebiruan pada selaput lendir, pengelupasan kulit/eksim atau terjadi pendarahan. mulut berbusa, kejang, kebiruan pada selaput lendir dan&lt;br /&gt;terkadang mati mendadak&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan :&lt;br /&gt;Minyak kelapa 1 gelas diminumkan pada 1 ekor kambing dan beri minum air kelapa sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;Air kelapa dicampur dengan asam jawa dan garam dapur secukupnya duminumkan pada ternak yang keracunan.&lt;br /&gt;Bila ternak keracunan insektisida, kambing diberi air minum santan kelapa hangat 1 gelas.&lt;br /&gt;Ternak jangan diberi hijauan beracun seperti, daun singkong dan daun dadap serep.&lt;br /&gt;Pencegahan:&lt;br /&gt;Tidak memberikan tanaman beracun atau menggembalakan ternak di daerah yang banyak tumbuh tanaman yang mengandung racun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-1173563855202960580?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/1173563855202960580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/pengobatan-tradisional-mengatasi_3627.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/1173563855202960580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/1173563855202960580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/pengobatan-tradisional-mengatasi_3627.html' title='PENGOBATAN TRADISIONAL MENGATASI KERACUNAN MAKANAN'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TDUuypNGEUI/AAAAAAAAAII/ncmrARPnb9I/s72-c/makan+sore.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-259888281342841172</id><published>2010-07-08T08:39:00.002+07:00</published><updated>2011-06-16T22:00:59.264+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyakit kambing'/><title type='text'>PENGOBATAN TRADISIONAL MENGATASI BELEKAN / PINK EYE</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TDUsJ61Z5UI/AAAAAAAAAH8/sfs8ibB7EDw/s1600/IMAG0027.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TDUsJ61Z5UI/AAAAAAAAAH8/sfs8ibB7EDw/s200/IMAG0027.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kambing yang terserang belekan aktivitasnya akan terganggu ini disebabkan oleh trauma akibat tertusuk ujung rambut, debu dan duri. Walaupun demikian penyakit ini dapat disebabkan oleh bakteri, virus, Chlamidia dan Ricketsia.&lt;br /&gt;Tanda klinis :&lt;br /&gt;Mata mengeluarkan air, tertutup dan berkedip-kedip. Mata membengkak, merah, kemudian keruh dan timbul borok pada selaput bening hinga mengalami kebutaan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan :&lt;br /&gt;Kebersihan kandang dijaga/sanitasi, pisahkan ternak yang sakit. Pakan dipotong pendek agar tidak melukai mata. Memandikan kambing 1 bulan 2 kali pada waktu cuaca cerah.&lt;br /&gt;Pengobatan :&lt;br /&gt;Mata ternak dicuci dengan air hangat. Semprotkan dengan teh dan garam yang dilarutkan dalam air hangat. Penyemprotan dilakukan oleh mulut kita. Sesudah disemprot berikan obat tetes mata atau salep mata manusia. Pengobatan ini dilakukan setiap hari hingga sembuh.&lt;br /&gt;bisa juga mata yg sakit di teteskan OXYVET LA atau Erlamicetin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-259888281342841172?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/259888281342841172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/pengobatan-tradisional-mengatasi_08.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/259888281342841172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/259888281342841172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/pengobatan-tradisional-mengatasi_08.html' title='PENGOBATAN TRADISIONAL MENGATASI BELEKAN / PINK EYE'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TDUsJ61Z5UI/AAAAAAAAAH8/sfs8ibB7EDw/s72-c/IMAG0027.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-4292284428140495619</id><published>2010-07-08T08:35:00.001+07:00</published><updated>2011-06-16T21:51:28.609+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyakit kambing'/><title type='text'>PENGOBATAN TRADISIONAL MENGATASI MENCRET / DIARE</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TDUrP-ai01I/AAAAAAAAAH0/cmJI8hmqw4M/s1600/IMAG0024.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TDUrP-ai01I/AAAAAAAAAH0/cmJI8hmqw4M/s200/IMAG0024.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mencret terjadi karena adanya gangguan pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri, makanan rusak, serta lingkungan atau udara dingin.&lt;br /&gt;Tanda Klinis :&lt;br /&gt;Feses atau kotoran kambing berwarna hijau muda, hijau mengkilap, hijau kekuningan, hijau kemerahan atau hijau kehitaman. Ternak tampak lesu, lemah dan pucat.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan :&lt;br /&gt;Hindari hijauan kacang-kacangan atau daun muda secara berlebihan.&lt;br /&gt;Jaga sanitasi kandang.&lt;br /&gt;Pengobatan jamu :&lt;br /&gt;1. Kambing sakit diberi larutan garam 10 gr dan gula pasir 10 gr dan air matang 2,5 liter.&lt;br /&gt;2. Ternak sakit diberi larutan oralit atau norit sebanyak 3 tablet.&lt;br /&gt;3. Air kelapa muda diminumkan secukupnya.&lt;br /&gt;4. Daun jambu biji 5 lembar dilumatkan bersama garam dapur dan diberikan pada kambing.&lt;br /&gt;5. Ternak lebih banyak diberi hijauan daun jambu biji, daun bambu muda dan daun buni.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-4292284428140495619?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/4292284428140495619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/pengobatan-tradisional-mengatasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/4292284428140495619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/4292284428140495619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/pengobatan-tradisional-mengatasi.html' title='PENGOBATAN TRADISIONAL MENGATASI MENCRET / DIARE'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TDUrP-ai01I/AAAAAAAAAH0/cmJI8hmqw4M/s72-c/IMAG0024.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-6320942481334632685</id><published>2010-07-07T17:54:00.004+07:00</published><updated>2011-06-16T21:51:44.703+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reproduksi'/><title type='text'>MENGELOLA PERKAWINAN KAMBING</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TDUn6teMrtI/AAAAAAAAAHg/Va3imXf8TzE/s1600/3.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="128" src="http://2.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TDUn6teMrtI/AAAAAAAAAHg/Va3imXf8TzE/s200/3.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pola perkawinan dalam produksi kambing dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu pendekatan perkawian secara individual atau perkawinan dengan pendekatan kelompok. Pada pola perkawinan individual, maka seekor induk dikawinkan satu persatu dengan pejantan terpilih yang telah ditetapkan sebagai pemacek. Pada pola perkawinan individual ini pengamatan masa birahi oleh peternak perlu dilakukan secara cermat untuk memastikan induk akan kawin pada saat yang paling optimal (setelah ovulasi). &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Tingkat keberhasilan perkawinan induk dalam pola perkawinan individu ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan peternak dalam mendeteksi waktu birahi pada induk. Oleh karena itu perlu melakukan pengamatan pada pagi dan sore hari. Biasanya pejantan dibiarkan melakukan perkawinan paling tidak sebanyak 2 kali dalam selang waktu setengah jam. Perkawinan yang baik/coitus biasanya ditandai dengan gerakan induk yang menekan/menurunkan ekor dan bagian belakang tubuh kearah bawah dengan kuat selama kira-kira 20 detik. &lt;br /&gt;Pada pola perkawinan kelompok pejantan terpilih dicampur dengan beberapa ekor induk dalam kurun waktu tertentu sampai induk mengalami kebuntingan. Pejantan terpilih disarankan dicampur dengan kelompok betina selama dua siklus birahi yaitu selama 42-45 hari dengan alasan bahwa apabila pada siklus birahi pertama ternyata tidak terjadi perkawinan, maka diharapkan pada siklus birahi kedua perkawinan tidak akan terlewatkan. Dengan demikian, kepastian kebuntingan ternak lebih terjamin. Pola ini juga dapat mempersempit rentang waktu melahirkan antara individu induk, sehingga mendekati waktu beranak yang lebih seragam. Setelah memastikan bahwa induk telah bunting (dapat diduga dari tidak munculnya tanda birahi pada induk), maka pejantan disarankan dikeluarkan dari kandang induk. Pejantan yang terus bercampur dengan induk dapat mengalami penurunan libido atau agresivitas terhadap betina estrus. Dalam sistem perkawinan baik individual maupun kelompok, rasio pajantan/induk dapat mencapai 1/20-30 apabila kondisi pejantan sangat baik. &lt;br /&gt;Dalam pola ini deteksi masa birahi dilakukan oleh pejantan dan biasanya jarang yang terlewatkan. Deteksi birahi oleh peternak dalam pola perkawinan kelompok tetap memiliki arti manajemen yang penting untuk mengetahui atau memprediksi waktu melahirkan. Dengan demikian manjemen yang terkait dengan masa kebuntingan dan waktu melahirkan dapat dikelola dan dipersiapkan dengan lebih terencana. Perlu mengetahui induk yang sedang birahi agar dapat meyiapkan pejantan untuk perkawinan pada waktu yang optimal.&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;LOLIT KAMBING POTONG &lt;br /&gt;SEI PUTIH SUMUT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-6320942481334632685?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/6320942481334632685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/mengelola-perkawinan-kambing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/6320942481334632685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/6320942481334632685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/mengelola-perkawinan-kambing.html' title='MENGELOLA PERKAWINAN KAMBING'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TDUn6teMrtI/AAAAAAAAAHg/Va3imXf8TzE/s72-c/3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-2825774241638749482</id><published>2010-07-07T17:52:00.008+07:00</published><updated>2011-06-16T21:48:33.665+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reproduksi'/><title type='text'>BIRAHI PADA INDUK KAMBING</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TDUoKx3klsI/AAAAAAAAAHo/wAr34nZQXg8/s1600/2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TDUoKx3klsI/AAAAAAAAAHo/wAr34nZQXg8/s320/2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Perkawinan pada induk kambing hanya dapat terjadi dalam masa birahi yang berlangsung selama 12-48 jam, sangat bervariasi antar induk. Ovulasi (pelepasan sel telur) terjadi 12-36 jam setelah birahi muncul, dan saat kawin paling tepat adalah setelah ovulasi berlangsung. Oleh karena itu, pada sistem perkawinan yang dilakukan secara terkontrol yaitu setiap individu induk telah diprogramkan atau ditetapkan untk dikawinkan dengan pejantan terseseleksi tertentu, maka apabila pada seekor induk birahi muncul pada pagi hari sebaiknya induk dikawinkan pada sore harinya, atau bila birahi timbul pada sore hari induk sebaiknya dikawinkan pada keesokan paginya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Pada sistem perkawinan kelompok dimana pejantan disatukan dalam kelompok betina, perkawinan dapat terjadi setiap saat, terutama 12-15 jam setelah tanda birahi muncul (setelah ovulasi). Perlu diingat bahwa masa hidup sel telur berkisar antara 12-24 jam, sedangkan masa hidup sperma didalam saluran reproduksi induk antara 24-48 jam. Oleh karena itu, terdapat waktu yang cukup panjang agar pembuahan sel telur oleh sperma dapat berlangsung dengan baik. Siklus birahi atau selang waktu antara dua birahi pada induk kambing berlangsung selama 18-22 hari. &lt;br /&gt;Banyak tanda-tanda yang dapat diamati yang menunjukan timbulnya birahi pada seekor induk kambing. Menjelang masa birahi (pro-estrus) ternak lain sering mencoba menaiki induk, namun biasanya induk menunjukan reaksi penolakan. Namun, bila telah memasuki periode estrus (birahi) reasksi nduk biasanya tidak menolak, bila dinaiki oleh ternak lain dalam kelompoknya. Induk juga biasanya mengeluarkan suara yang khas seolah kelaparan atau kesakitan dan menggerakan ekor secara konsisten. Pada kebanyak induk organ vulva mengalami pembengkakan dan berwarna kemerahan. Beberapa induk sering mengeluarkan cairan dari vulva yang awalnya bening, namun berubah menjadi kental dan berwarna putih pada saat memasuki masa akhir birahi. Frekuensi urinasi (mengeluarkan air seni) akan meningkat dan bermaksud untuk menarik perhatian pejantan. Jika terdapat induk yang dalam masa birahi, pejantan biasanya menunjukan ‘rekasi Flehmen’ yaitu gerakan dengan menggulung/memutar kebelakng bibir bagian atas sambil mengangkat kepala dan mendengus. Reaksi ini umum terjadi pada binatang berkuku sebagai respon terhadap aroma khas yang berasal dari urin betina yang dalam masa birahi. &lt;br /&gt;Pengamatan berulang/beberapa kali dalam sehari perlu dilakukan oleh peternak untuk memastikan apakah induk dalam masa birahi atau tidak. Hal ini penting artinya untuk meningkatkan efisiensi reproduksi induk kambing. Jika terdapat induk atau beberapa induk yang tidak menunjukan gejala birahi yang jelas, maka dapat digunakan pejantan untuk memicu timbulnya birahi. Sebaiknya digunakan pejantan dewasa yang memiliki aroma khas. Umumnya, birahi yang timbul pada seekor induk dalam suatu kelompok setelah dicampur dengan pejantan akan memicu timbulnya birahi pada induk lain. &lt;br /&gt;Induk yang sedang birahi menunjukan tanda yang khas dan akan menarik perhatian pejantan sehingga memungkinkan perkawinan pada waktu yang tepat&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Simon P Ginting&lt;br /&gt;LOLIT KAMBING POTONG SEI PUTIH SUMUT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-2825774241638749482?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/2825774241638749482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/birahi-pada-induk-kambing_07.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/2825774241638749482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/2825774241638749482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/birahi-pada-induk-kambing_07.html' title='BIRAHI PADA INDUK KAMBING'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TDUoKx3klsI/AAAAAAAAAHo/wAr34nZQXg8/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-2897358408942450604</id><published>2010-07-07T17:51:00.001+07:00</published><updated>2011-06-16T21:54:50.223+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pakan kambing'/><title type='text'>UREA MOLASES MULTINUTRIENT BLOCK FORMULA BATAN</title><content type='html'>Pengenalan dan Pemanfaatan UMMB&lt;br /&gt;UMMB adalah hasil penelitian yang dapat memberikan peluang kepada peternak untuk meningkatkan pendapatan melalui usaha peternakan. Dari hasil penerapan UMMB kepada berbagai jenis ternak ruminansia di beberapa daerah menunjukkan adanya peningkatan produktivitas ternak baik pada daging maupun susunya.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Bila dibandingkan&lt;br /&gt;dengan biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan UMMB, maka peningkatan produktivitasnya masih lebih besar. Penggunaan formula UMMB kepada masyarakat dimulai sejak akhir tahun 1987, tetapi masih terbatas pada daerah tertentu, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat. Dari uji coba tersebut hasil peningkatan rata-rata dapat mencapai 3% dibandingkan dengan ternak yang tidak diberi tambahan UMMB. Selanjutnya penyebarluasan penggunaan UMMB terus dikembangkan ke wilayah wilayah lain yang mempunyai potensi peternakan. Melalui program pemanfaatan iptek nuklir di daerah (Iptekda), sampai saat ini telah diterapkan UMMB di 23 propinsi yang meliputi Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Tujuan dari program Iptekda adalah pemberdayaan dan peningkatan kemampuan ekonomi, serta kemandirian masyarakat di daerah memanfaatkan teknologi. Hasil kajian dampak sosial ekonomi dari pengamatan lapangan terhadap penerapan hasil litbang melalui Iptekda, menunjukkan:&lt;br /&gt;· Perbaikan pendapatan peternak&lt;br /&gt;· Menumbuhkan swadaya masyarakat dalam usaha peternakan (pengadaan pakan pokok dan pakan suplemen )&lt;br /&gt;· Meningkatkan kemampuan inovasi peternak dalam mengembangkan peralatan pembuatan pakan suplemen&lt;br /&gt;· Mendorong berkembangnya kegiatan usaha baru dalam memproduksi UMMB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengembangan teknologi suplemen pakan ternak bergizi tinggi yang diberi nama molase Blok atau Urea Molasses Multinutrient Block ( UMMB), sampai saat ini telah dihasilkan sebanyak 6 ( enam) formula dengan berbagai komposisi yang bertujuan agar&lt;br /&gt;dapat diterapkan di daerah yang bahan bakunya dapat disesuaikan dengan formula yang ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formula I&lt;br /&gt;Bahan Persen (%) Bahan dalam 10 kg&lt;br /&gt;Molasses&lt;br /&gt;Onggok&lt;br /&gt;Dedak&lt;br /&gt;Tepung kedelai &lt;br /&gt;Tepung tulang&lt;br /&gt;Kapur&lt;br /&gt;Urea&lt;br /&gt;Lakta mineral&lt;br /&gt;Garam dapur 33&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt;18&lt;br /&gt;13&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;9&lt;br /&gt;4.25&lt;br /&gt;1.25&lt;br /&gt;7.5 3.3&lt;br /&gt;0.8&lt;br /&gt;1.8&lt;br /&gt;1.3&lt;br /&gt;0.6&lt;br /&gt;0.9&lt;br /&gt;0.425&lt;br /&gt;0.125&lt;br /&gt;0.75&lt;br /&gt;Jumlah 100 10 kg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formula II&lt;br /&gt;Bahan Persen (%) Bahan dalam 10 Kg&lt;br /&gt;Molasses&lt;br /&gt;Onggok&lt;br /&gt;Dedak&lt;br /&gt;Tepung daun singkong kering&lt;br /&gt;Tepung tulang&lt;br /&gt;Kapur&lt;br /&gt;Urea&lt;br /&gt;Lakta mineral&lt;br /&gt;Garam dapur 39&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;13.50&lt;br /&gt;14.50&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;9&lt;br /&gt;4.30&lt;br /&gt;1.20&lt;br /&gt;7.50 3.900&lt;br /&gt;0.500&lt;br /&gt;1.350&lt;br /&gt;1.450&lt;br /&gt;0.600&lt;br /&gt;0.900&lt;br /&gt;0.430&lt;br /&gt;0.120&lt;br /&gt;0.750&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah 100 10 Kg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formula III&lt;br /&gt;Jenis Bahan Persen(%) Dalam 10 Kg campuran&lt;br /&gt;Molasses&lt;br /&gt;Pollard&lt;br /&gt;Bungkil biji kapuk&lt;br /&gt;Tepung tulang&lt;br /&gt;Kapur&lt;br /&gt;Urea&lt;br /&gt;Lakta mineral&lt;br /&gt;Garam dapur 29.25&lt;br /&gt;22.95&lt;br /&gt;22.75&lt;br /&gt;4.9&lt;br /&gt;6.5&lt;br /&gt;2.6&lt;br /&gt;0.85&lt;br /&gt;3.9 2.925&lt;br /&gt;2.295&lt;br /&gt;2.275&lt;br /&gt;0.490&lt;br /&gt;0.650&lt;br /&gt;0260&lt;br /&gt;0.085&lt;br /&gt;0.390&lt;br /&gt;Jumlah 100 10 Kg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formula IV&lt;br /&gt;Jenis Bahan Persen(%) Dalam 10 Kg campuran&lt;br /&gt;Molasses&lt;br /&gt;Onggok&lt;br /&gt;Bungkil kedelai&lt;br /&gt;Pollard&lt;br /&gt;Tepung tulang&lt;br /&gt;Kapur&lt;br /&gt;Urea&lt;br /&gt;Lakta mineral&lt;br /&gt;Garam dapur  &lt;br /&gt;Jumlah 100 10 Kg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formula V&lt;br /&gt;Jenis Bahan Persen(%) Dalam 10 Kg campuran&lt;br /&gt;Molasses&lt;br /&gt;Onggok&lt;br /&gt;Bekatul&lt;br /&gt;Tepung tulang&lt;br /&gt;Ampas kecap&lt;br /&gt;Kapur&lt;br /&gt;Urea&lt;br /&gt;Mineral mix&lt;br /&gt;Garam dapur 30&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;2.10&lt;br /&gt;1.50&lt;br /&gt;38.4&lt;br /&gt;9&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;7 3.000&lt;br /&gt;0.600&lt;br /&gt;0.210&lt;br /&gt;0.150&lt;br /&gt;3.840&lt;br /&gt;0.900&lt;br /&gt;0.500&lt;br /&gt;0.100&lt;br /&gt;0.700&lt;br /&gt;Jumlah 100 10 Kg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formula VI&lt;br /&gt;Bahan Persen (%) Campuran 10 kg&lt;br /&gt;Molasses&lt;br /&gt;Dedak&lt;br /&gt;Bungkil kedelai&lt;br /&gt;Tepung tulang&lt;br /&gt;Garam&lt;br /&gt;Kapur&lt;br /&gt;Urea&lt;br /&gt;Mineral mix 33&lt;br /&gt;24&lt;br /&gt;14&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;7.5&lt;br /&gt;9&lt;br /&gt;4.25&lt;br /&gt;1.25&lt;br /&gt;3.3&lt;br /&gt;2.4&lt;br /&gt;1.5&lt;br /&gt;0.6&lt;br /&gt;0.75&lt;br /&gt;0.9&lt;br /&gt;0.425&lt;br /&gt;0.125&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah 100 10 kg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat Suplemen Pakan&lt;br /&gt;· Mengurangi defisiensi unsur mikro baik mineral, vitamin, asam amino maupun protein by-pass&lt;br /&gt;· Meningkatkan efisiensi pencernaan pakan dalam lambung ternak ruminansis&lt;br /&gt;· Meningkatkan produksi dan perbaikan kinerja reproduksi&lt;br /&gt;· Memperbaiki nilai gizi pakan&lt;br /&gt;Cara Pembuatan UMMB&lt;br /&gt;Dalam pembuatan UMMB bahan-bahan yang digunakan adalah: molase, onggok, dedak, tepung daun singkong kering, tepung tulang, kapur, urea, lakta mineral dan garam dapur ( disesuaikan dengan formula yang diinginkan). Untuk pembuatan UMMB dapat dipilih salah satu formula tersebut di atas. Proses pembuatannya adalah seluruh bahan pada formula yang dibuat dicampur kecuali molase. Setelah bahan-bahan dicampur secara merata, kemudian molase ditambahkan kedalam campuran dan diaduk-aduk hingga tidak ada gumpalan-gumpalan, kemudian adonan dipanaskan/ digoreng dengan api kecil selama kira-kira 3 ( menit) atau 4 ( menit). Selanjutnya adonan UMMB yang masih panas tersebut dipres dalam wadah-wadah atau cetakan. UMMB telah siap untuk diberikan kepada hewan atau disimpan di tempat yang tidak lembab.&lt;br /&gt;Cara Pemberian UMMB kepada Ternak&lt;br /&gt;UMMB diberikan pada pagi hari sebelum hewan diberi pakan pokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah Pemberian&lt;br /&gt;Ternak Jenis Jumlah&lt;br /&gt;Ruminansia Besar Sapi potong&lt;br /&gt;Sapi Dara&lt;br /&gt;Sapi perah&lt;br /&gt;Anak sapi berumur 6 bln-1thn &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;350-500 g/ekor/hari&lt;br /&gt;150-250 g/ekor/hari&lt;br /&gt;Ruminansia kecil Kambing, domba 75-150 g/ekor/hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat Diseminasi Iptek Nuklir&lt;br /&gt;Gedung Perasten : Jl. Lebak Bulus Raya No. 49, Pasar Jum'at, Jakarta 12440&lt;br /&gt;Kotak Pos : 4390, Jakarta 12043, Indonesia, telp : (021) 7659401, 7659402&lt;br /&gt;Fax (021) 75913833, Email : pdin@batan.go.id, infonuk@jkt.bozz.com&lt;br /&gt;www.batan.go.id, www.infonuklir.com&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-2897358408942450604?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/2897358408942450604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/urea-molases-multinutrient-block_07.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/2897358408942450604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/2897358408942450604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/urea-molases-multinutrient-block_07.html' title='UREA MOLASES MULTINUTRIENT BLOCK FORMULA BATAN'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-6959533247286067196</id><published>2010-07-07T17:46:00.003+07:00</published><updated>2011-06-16T21:55:06.144+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pakan kambing'/><title type='text'>PENGAWETAN HIJAUAN DENGAN PEMBUATAN SILASE</title><content type='html'>Pengawetan hijauan merupakan bagian dari sistem produksi ternak. Pengawetan hijauan dengan pembuatan silase bertujuan agar pemberian hijauan sebagai pakan ternak dapat berlangsung secara merata sepanjang tahun, untuk mengatasi kekurangan pakan di musim paceklik harus dilaksanakan pengawetan. Tanaman mempunyai kecepatan tumbuh yang&lt;br /&gt;besar di musim penghujan, jadi ketersediaan hijauan ataupun limbah hasil pertanian pada musim tersebut akan berlimpah (jerami padi,sisa tanaman jagung,kacang-kacangan).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Fungsi pengawetan akan tercapai bila setelah hijauan ataupun limbah pertanian dipanen segera dilakukan pencacahan baik dengan golok atau chopper rumput. Hal ini merupakan upaya agar proses respirasi yang terjadi pada sel tanaman segera terputus dan berhenti. Tujuannya adalah agar kandungan air hijauan dapat mencapai titik dimana aktivitas air dalam sel tanaman dapat mencegah perkembangan mikroba. Pengawetan tersebut akan berdampak pada keadaan fisik serta komposisi kimia hijauan tersebut antara lain dengan kehilangan sebagian dari zat makanan (gizi tanaman/nutrien) yang nantinya akan berdampak pada nilai nutrisi hijauan tersebut.&lt;br /&gt;Pembuatan Silase :&lt;br /&gt;Silase adalah hijauan makanan ternak ataupun limbah pertanian yang diawetkan dalam keadaan segar (dengan kandungan air 60-70 %) melalui proses fermentasi dalam silo. Silo dapat dibuat diatas tanah yang bahannya berasal dari: tanah, beton, baja, anyaman bambu, tong plastik, drum bekas dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Prinsip Pembuatan Silase :&lt;br /&gt;Prinsip pembuatan silase yaitu usaha untuk mencapai dan mempercepat :&lt;br /&gt;·  Keadaan hampa udara (anaerob).&lt;br /&gt;·  Terbentuk suasana asam dalam penyimpanan (terbentuk asam laktat).&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan suasana anaerob dikerjakan dengan cara :&lt;br /&gt;· Pemadatan bahan silase (hijauan) yang telah dicacah dengan cara ditekan, baik dengan menggunakan alat atau diinjak-injak sehingga udara sekecil mungkin (minimal).&lt;br /&gt;·  Tempat penyimpanan (silo) jangan ada kebocoran dan harus tertutup rapat yang diberi pemberat.&lt;br /&gt;· Pembentukan suasana asam dengan cara penambahan bahan pengawet atau bahan imbuhan (additif) secara langsung dan tidak langsung. Pemberian bahan pengawet secara langsung dengan menggunakan:&lt;br /&gt;- Natrium bisulfat&lt;br /&gt;- Sulfur oxida&lt;br /&gt;- Asam chlorida&lt;br /&gt;- Asam sulfat&lt;br /&gt;- Asam propionat.&lt;br /&gt;- dll.&lt;br /&gt;Pemberian bahan pengawet / bahan imbuhan (additif) secara tidak langsung ialah dengan memberikan tambahan bahan-bahan yang mengandung hidrat arang (carbohydrate) yang siap diabsorpsi oleh mikroba, antara lain :&lt;br /&gt;·  Molase (melas) : 2,5 kg /100 kg hijauan.&lt;br /&gt;·  Onggok (tepung) : 2,5 kg/100 kg hijauan.&lt;br /&gt;·  Tepung jagung : 3,5 kg/100 kg hijauan.&lt;br /&gt;·  Dedak halus : 5,0 kg/100 kg hijauan.&lt;br /&gt;·  Ampas sagu : 7,0 kg/100 kg hijauan.&lt;br /&gt;Panjang pemotongan rumput :&lt;br /&gt;Rumput yang dipotongnya terlalu panjang, akan menyulitkan saat pengepakan ke dalam silo, dan kemungkinan masih banyak oksigen yang tersisa. Jadi ini akan menyulitkan tercapainya suasana anaerob. Sedangakan pemotongan/pencincangan rumput yang terlalu lama akan berakibat menurunnya kandungan lemak susu, ruminasi, proses memamah biak, pengeluaran air liur (salivasi) dan menyebabkan rendahnya pH rumen (acidosis).&lt;br /&gt;Jenis hijauan yang dapat dibuat silase :&lt;br /&gt;- Rumput.&lt;br /&gt;- Sorghum.&lt;br /&gt;- Jagung.&lt;br /&gt;- Biji-bijian kecil.&lt;br /&gt;Pembuatan Silase&lt;br /&gt;I. Alat&lt;br /&gt;1.1 Silo : alat yang akan dipakai untuk melakukan proses fermentasi, pengawetan hijauan, dan penyiapan. Sebaiknya dengan kapasistas untuk 50 kg hijauan yang telah dicacah.&lt;br /&gt;1.2 Mesin pencacah (Chopper) atau golok dan talenan: untuk mencacah hijauan yang akan dibuat silase.&lt;br /&gt;1.3 Plastik atau bahan lain yang tidak tembus rembesan air sebagai pelapis pada dinding dan penutup silo.&lt;br /&gt;1.4 Ban bekas/bahan-bahan yang digunakan sebagai pemberat.&lt;br /&gt;II. Bahan&lt;br /&gt;2.1 Hijauan makanan ternak (bahan yang telah dipanen) yang akan diawetkan dengan dibuat silase.&lt;br /&gt;2.2 Bahan pengawet (additif) yang dipilih dari salah satu yang tersebut di atas.&lt;br /&gt;III. Kesehatan dan Keselamatan Kerja &lt;br /&gt;·  Gunakan chopper seperlunya, jauhkan tangan dari mata pisau chopper.&lt;br /&gt;· Berhati-hati pada saat pembukaan silo, setelah proses ensilage berakhir karena proses yang tidak sempurna berbahaya untuk saluran pernafasan.&lt;br /&gt;·  Gunakan blower untuk menghilangkan gas yang terbentuk dan tidak dikehendaki.&lt;br /&gt;IV. Langkah Kerja Pembuatan Silase :&lt;br /&gt;4.1 Hijauan makanan ternak (rumput maupun limbah pertanian), dilayukan dengan cara diangin-anginkan kurang lebih semalaman, kemudian dicacah dengan panjang potongan 2-5 cm atau dilakukan dengan mesin pencacah (chopper).&lt;br /&gt;4.2 Bila tidak dicampur dengan bahan pengawet/ additif, hijauan yang telah dicacah dapat langsung di masukkan ke dalam silo. Jika diberi pengawet/additif, penambahannya dilakukan dengan cara menaburkan secara merata selapis demi selapis untuk hijauan dengan ketebalan 10 cm, kemudian diaduk sampai rata.&lt;br /&gt;4.3 Hijauan yang telah dicampur dengan additif atau pengawet, ditekan kuat-kuat dalam silo (bak silo/kantung plastik), dipadatkan dengan jalan diinjak-injak sehingga tidak ada lagi udara yang tersisa (hampa udara). Silo diisi padat atau nya.&lt;br /&gt;4.4 Silo dapat dibongkar sesudah proses fermentasi selesai (30 hari).&lt;br /&gt;V. Kualitas Silase yang baik :&lt;br /&gt;·  pH sekitar 4&lt;br /&gt;·  Kandungan air 60-70%.&lt;br /&gt;·  Bau segar dan bukan berbau busuk.&lt;br /&gt;·  Warna hijau masih jelas.&lt;br /&gt;·  Tidak berlendir.&lt;br /&gt;·  Tidak berbau mentega tengik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-6959533247286067196?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/6959533247286067196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/pengawetan-hijauan-dengan-pembuatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/6959533247286067196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/6959533247286067196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/pengawetan-hijauan-dengan-pembuatan.html' title='PENGAWETAN HIJAUAN DENGAN PEMBUATAN SILASE'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-8202413582630726584</id><published>2010-07-07T17:45:00.001+07:00</published><updated>2011-06-16T21:55:32.647+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pakan kambing'/><title type='text'>PENGAWETAN HIJAUAN DENGAN PEMBUATAN HAY</title><content type='html'>Produksi hijauan disaat berlimpah misalnya pada saat musim penghujan hendaknya disimpan dengan berbagai cara pengawetan antara lain dibuat menjadi hay (sale rumput), silase dan diamoniasi. Prinsip dasar dari pengawetan dengan cara dibuat hay adalah dengan cara mengeringkan hijauan, baik secara alami (menggunakan sinar matahari) maupun menggunakan mesin pengering (dryer). Adapun kandungan air hay ditentukan sebesar 12-20 %, hal ini dimaksud agar hijauan saat disimpan sebagai hay tidak ditumbuhi jamur. Jamur akan merusak kualitas hijauan yang diawet menjadi hay. Adapun tujuan pembuatan hay adalah untuk penyediaan hijauan untuk pakan ternak pada saat kritis dan pada saat ternak diangkut untuk jarak jauh. Hay merupakan pakan yang dapat diperjual-belikan jadi merupakan komoditas yang dapat diperdagangkan. Hal tersebut ditunjang oleh masa panen hijauan dalam waktu yang tepat, dimana produksi hijauan sedang berlebih. Bahan untuk pembuatan hay sangat bergantung dari cara panennya, sebab panen yang kurang baik akan mengakibatkan banyaknya hijauan yang akan tercecer dan terbuang. Juga bila hijauan telah dipanen dan belum sempat ditempat yang teduh dan memadai, tertimpa hujan maka kualitas hijauan tersebut akan menurun. Proses pengeringan yang berlangsung terlalu lama akan mengakibatkan kehilangan nutrisi dan memudahkan tumbuhnya jamur. Pengeringan yang berlebihan juga akan menurunkan kualitas hay.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Syarat hijauan (anaman) yang dibuat Hay :&lt;br /&gt;- Bertekstur halus.&lt;br /&gt;- Dipanen pada awal musim berbunga.&lt;br /&gt;- Hijauan (tanaman) yang akan dibuat hay dipanen dari area yang subur.&lt;br /&gt;Agar hay dapat lebih awet disimpan, perlu diberi pengawet. Adapun macam-macam pengawet yang dapat dipakai antara lain garam dapur (Nacl), asam propionic, dan amonia cair. Garam sebagai pengawet diberikan 1-2% akan dapat mencegah timbulnya panas karena kandungan uap air, juga dapat mengontrol aktivitas mikroba, serta dapat menekan pertumbuhan jamur. Asam propionic berfungsi sebagai fungicidal dan fungistalic yaitu mencegah dan memberantas jamur yang tumbuh serta tidak menambah jumlah jamur yang tumbuh. Adapun pemberian untuk hay yang diikat (dipak) sebanyak 1% dari berat hijauan. Amoniak cair juga berfungsi sebagai fungicidal dan pengawet, mencegah timbulnya panas, meningkatkan kecernaan hijauan tersebut dan memberikan tambahan N yang bukan berasal dari protein (NPN).&lt;br /&gt;Langkah Pembuatan Hay&lt;br /&gt;Alat&lt;br /&gt;1. Sabit rumput/gunakan mesin pemanen rumput.&lt;br /&gt;2. Pelataran untuk menjemur rumput dan rak untuk menghamparkan rumput yang akan dikeringkan.&lt;br /&gt;3. Alat pengukur kandungan air hay (Delmhorst digital hay meter andbale sensor).&lt;br /&gt;4. Gudang untuk menyimpan hay.&lt;br /&gt;5. Tali untuk mengikat hay yang sudah kering.&lt;br /&gt;Bahan&lt;br /&gt;1. Rumput yang berbatang halus sehingga mudah dikeringkan.&lt;br /&gt;Kesehatan dan Keselamatan Kerja&lt;br /&gt;·  Gunakan jas laboratorium selama bekerja.&lt;br /&gt;·  Bekerjalah secara serius dan berhati-hati.&lt;br /&gt;Langkah Kerja&lt;br /&gt;1. Sabit rumput dikebun rumput.&lt;br /&gt;2. Lakukan penimbangan berat rumput.&lt;br /&gt;3. Bila dilakukan pengeringan dengan sinar matahari kerjakan dilantai jemur, jika lantai jemur menggunakan para-para yang mendatar maupun yang miring, hijauan hendaknya dibalik tiap 2 jam. Lama pengeringan tergantung tercapainya kandungan air antara12-20 %&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;4. Bila memakai ‘dryer’, hijauan dimasukkan ke pengering. Lakukan pemotongan dengan panjang yang memadai dengan mesin pengering tersebut. Gunakan suhu pengering 100-250 _C, hentikan bila kandungan air sudah mencapai 12-20 %.&lt;br /&gt;5. Lakukan pengukuran kandungan air hay dengan menggunakan alat pengukur kandungan air (Delmhorst digital hay meter and bale sensor).&lt;br /&gt;6. Ukur suhu gudang tempat penyimpanan hay.&lt;br /&gt;Adapun kriteria hay yang baik :&lt;br /&gt;·  Berwarna tetap hijau meskipun ada yang berwarna kekuningkuningan.&lt;br /&gt;·  Daun yang rusak tidak banyak, bentuk hijauan masih tetap utuh dan jelas, tidak terlalu kering sebab akan mudah patah.&lt;br /&gt;·  Tidak kotor dan tidak berjamur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-8202413582630726584?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/8202413582630726584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/pengawetan-hijauan-dengan-pembuatan-hay.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/8202413582630726584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/8202413582630726584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/pengawetan-hijauan-dengan-pembuatan-hay.html' title='PENGAWETAN HIJAUAN DENGAN PEMBUATAN HAY'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-6529571638210313755</id><published>2010-07-07T17:42:00.001+07:00</published><updated>2011-06-16T21:55:50.104+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pakan kambing'/><title type='text'>MEMBUAT HAY DARI JERAMI PADI (MENGAWETKAN HIJAUAN DENGAN PROSES AMONIASI)</title><content type='html'>Faktor makanan adalah sangat penting bagi produksi ternak; produksi yang baik tidak akan dapat dicapai tanpa makanan yang cukup tersedia. Bagi ternak ruminansia (domba,sapi,kambing dan kerbau) makanan utamanya adalah hijauan, seperti jenis rumput-rumputan, leguminosa dan daun-daun lainnya. Akan tetapi penyediaan pakan hijauan masih memiliki kendala, terutama pada musim kemarau. Sebagian besar lahan pertanian&lt;br /&gt;dipergunakan untuk sawah, dan tidak ada lahan khusus untuk menanam hijauan. Dengan demikian peternak dapat memperoleh hijauan, seperti rumput lapangan, dari galagan-galangan, atau pinggir jalan dan lain-lain. Walau demikian limbah produksi padi, yaitu jerami padi cukup berlimpah, bahkan sebagian dibakar. Ini masih dapat dimanfaatkan untuk ternak. Akan tetapi jerami padi kualitasnya sangat rendah, sehingga perlu pengolahan&lt;br /&gt;agar kualitasnya meningkat. Jerami padi masih termasuk hijauan, tapi kualitasnya rendah. Kandungan gizi jerami padi diantaranya protein hanya 3-5 %, padahal hijauan rumput, misalnya rumput gajah mencapai 12-14%. Demikian pula kadar vitamin dan mineralnya rendah pula, sehingga jerami padi dikategorikan pakan yang “miskin”. Disamping itu seratnya sangat liat, atau dengan kata lain kecernaannya rendah 25-45%, tergantung varietasnya. Ternak yang hanya diberi ransum jerami padi saja, berat badannya akan menurun. Untuk itu jangan diberikan pada ternak perah terutama yang sedang laktasi. Namun demikian masih dapat diberikan pada ternak potong. Itupun dicampur dengan rumput yang bagus dan konsentrat. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Penyebab dari rendahnya kecernaan adalah terdapat lignin sekitar 6-7%. Lignin tidak dapat dicerna dalam rumen atau dalam pencernaan. Juga&lt;br /&gt;mengandung 13 % silikat. Silikat ini adalah seperti kaca, jadi dapat dimengerti zat yang berguna (protein, selulose, hemiselulose) masih dibungkus oleh pelapis yang keras yaitu lignin dan silikat. Belum lagi ikatan serat di dalamnya sangat kuat. Walaupun demukian karbohidrat struktural, yaitu yang dinamakan sellulosa dan hemisellulosa. Inilah yang mempunyai nilai energi bagi ternak. Potensi sellulosa dan hemisellulosa pada jerami padi ini perlu pengolahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Amoniasi Jerami Padi.&lt;br /&gt;Sellulosa dan hemisellulosa adalah bagian dari serat kasar hijauan Keduanya secara kimia merupakan rantai yang panjang dari glukosa. Ikatan rantai ini cukup kuat. Disamping itu mereka berikatan pula dengan lignin, ikatan inipun lebih kuat dari ikatan diantara sellulosa tadi. Semuanya itu secara bersama-sama cukup tahan terhadap “serangan” enzim yang&lt;br /&gt;dikeluarkan oleh mikroba rumen (pencernaan). Jika rangkaian ini dapat lepas maka sellulosa dan hemisellulosa tadi dimanfaatkan oleh tubuh ternak sebagai energi. Dengan demikian maksud dari pengolahan amoniasi adalah memotong ikatan rantai tadi dan membebaskan sellulosa dan hemisellulosa agar dapat dimanfaatkan oleh tubuh ternak. Amoniak (NH3) yang berasal dari urea akan bereaksi dengan jerami padi. Dalam hal ini ikatan tadi lepas diganti mengikat NH3, dan sellulosa serta hemisellulosa lepas. Ini semua berakibat pada kecernaan meningkat, juga kadar protein jerami padi meningkat; NH3 yang terikat berubah menjadi senyawa sumber protein.&lt;br /&gt;Dengan demikian keuntungan amoniasi adalah :&lt;br /&gt;·  Kecernaan meningkat&lt;br /&gt;·  Protein jerami meningkat.&lt;br /&gt;·  Menghambat pertumbuhan jamur.&lt;br /&gt;·  Memusnahkan telur cacing yang terdapat dalam jerami.&lt;br /&gt;Tampaklah bahwa kedua keuntungan yang terakhir sekaligus merupakan pengawetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Pengawetan Hijauan Dengan Amoniasi&lt;br /&gt;I. Alat&lt;br /&gt;1. Kotak kayu (dapat digunakan kotak bekas buah-buahan /telur) untuk mencetak ukuran jerami.&lt;br /&gt;2. Tali rafia untuk mengikat.&lt;br /&gt;3. Kantung plastik besar (plastik untuk pembungkus sampah)&lt;br /&gt;4. Karung plastik.&lt;br /&gt;5. Ban bekas untuk pemberat.&lt;br /&gt;II. Bahan&lt;br /&gt;1. Jerami padi.&lt;br /&gt;III. Langkah Kerja&lt;br /&gt;1. Sediakan jerami padi yang sudah kering.&lt;br /&gt;2. Sediakan kotak untuk mencetak jerami.&lt;br /&gt;3. Susun jerami dalam kotak cetak tersebut.&lt;br /&gt;4. Lakukan pemadatan jerami dalam kotak cetak tersebut.&lt;br /&gt;5. Jerami hasil pengepakan dan pengepresan ditekan keluar.&lt;br /&gt;6. Jerami hasil pak siap disusun.&lt;br /&gt;7. Siapkan kantung plastik dan karung plastik untuk mengantongi jerami.&lt;br /&gt;8. Masukkan jerami padi tersebut kedalam plastik. Taburkan urea dengan takaran 3 % dari berat jerami (3 kg urea untuk setiap 100 kg jerami padi), sedikit demi sedikit setiap lapis jerami, lakukan pemadatan dengan cara diinjak-injak.&lt;br /&gt;9. Tutup dan ikat plastik, usahakan tidak tersisa udara.&lt;br /&gt;10. Berikan beban tekanan (pemberat/ban mobil bekas) pada karung.&lt;br /&gt;11. Setelah 21 hari, karung dibuka, jerami diangin-anginkan sebelum diberikan pada ternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria hasil amoniasi yang baik adalah :&lt;br /&gt;·  Berwarna kecoklat-coklatan.&lt;br /&gt;·  Kering.&lt;br /&gt;·  Jerami padi hasil amoniasi lebih lembut dibandingkan jerami asalnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-6529571638210313755?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/6529571638210313755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/membuat-hay-dari-jerami-padi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/6529571638210313755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/6529571638210313755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/membuat-hay-dari-jerami-padi.html' title='MEMBUAT HAY DARI JERAMI PADI (MENGAWETKAN HIJAUAN DENGAN PROSES AMONIASI)'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-7268859589605828115</id><published>2010-07-07T17:37:00.001+07:00</published><updated>2011-06-16T21:56:04.349+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pakan kambing'/><title type='text'>Membuat Pakan Komplit (complete feed)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TDRYZCGVdbI/AAAAAAAAAHU/rr2PtNady2c/s1600/IMAG0022.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TDRYZCGVdbI/AAAAAAAAAHU/rr2PtNady2c/s200/IMAG0022.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Permasalahan utama dalam pengembangan ternak Kambing dan domba adalah masalah ketersediaan pakan, terutama pada musim kemarau.&lt;br /&gt;Sumber daya local potensial yang dapat digunakan sebagai bahan pakan ternak kambing dan domba adalah pemamfaatan hasil samping budi daya tanaman pangan dan perkebunan. Bahan bahan tersebut masih mudah didapat dalam jumlah banyak di suatu lokasi pertanian, perkebunan atau kehutanan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kelemahannya adalah bahan tersebut belum lazim di pakai sebagai bahan pakan ternak dan biasanya berkualitas rendah (protein dan energi) serta kurang ramah lidah. Jerami padi, tongkol jagung, tebon jagung (batang dan daun jagung sisa panen), jerami kacang tanah, kulit buah dan biji cokelat, serat dan lumpur sawit, bungkil dan inti sawit dan ampas sagu merupakan beberapa sumber daya local yang dapat digunakan sebagai sumber penyedia bahan pakan berkualitas bagi tenak kambing dan domba. Melalui proses bioteknlogi praktis dan sederhana akan dapat diciptakan pola pengembangan usaha ternak kambing dan domba berbasis sumber daya local yang bernilai ekonomis tinggi&lt;br /&gt;Penggunaan pakan lengkap mampu mengatasi factor pembatas pengembangan usaha yang selama ini dihadapi para peternak pada umumnya, yakni kemampuan dalam menyediakan hijauan setiap hari. Dengan menerapkan complete feed, peternak mampu memelihara 40-80 ekor .&lt;br /&gt;Proses Pembuatan COMPLETE FEED&lt;br /&gt;Berikut ini contoh pembuatan pakan lengkap untuk ternak Kambing dan Domba&lt;br /&gt;Bahan :&lt;br /&gt;Bahan berasal dari sumber daya local yang tersedia, terdiri atas limbah pertanian seperti tebon jagung dan limbah agroindustry seperti onggok dan dedak padi. Formulasi pakan lengkap (berdasarkan bahan kering) dari tim IPTEKDA-LIPI Fakultas Peternakan Universitas Jendral Sudirman sebagai berikut.&lt;br /&gt;Tebon jagung yang sudah kering atau layu 71 kg, onggok kering 15 kg, dedak padi halus 10 kg, molasses (dapat diganti air gula kelapa) 1,5%, serta garam 2%.&lt;br /&gt;Alat&lt;br /&gt;Drum plastic atau karung plastic (fermentor)  dan alat pencacah (chooper).&lt;br /&gt;Cara membuat&lt;br /&gt;Cacah tebon jagung menggunakan chooper  atau secara manual denagn ukuran 0,5-2 cm.&lt;br /&gt;Campur cacahan tebon jagung dengan onggok, dedak padi, molases dan garam.&lt;br /&gt;Masukkan campuran tersebut secara bertahap ke dalam fermentor lalu tutup rapat.&lt;br /&gt;Biarkan selama 3 minggu hingga bahan campuran matang. Hasil fermentasi siap diberikan kepada ternak. Satu ekor kambing dewasa membutuhkan pakan lengkap sekitar 2,5-3 kg per hari.&lt;br /&gt;Pakan yang sudah di fermentasi ini bisa disimpan selama 6 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba.&lt;br /&gt;Maraji :  &lt;br /&gt;Meningkatkan produksi Kambing Peranakan Etawa ; dr. Ir. Akhmad sodiq, MSc . agr &amp;amp; Ir. Zainal abidin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955746141587962840-7268859589605828115?l=www.kambingindonesia.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kambingindonesia.com/feeds/7268859589605828115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/membuat-pakan-komplit-complete-feed.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/7268859589605828115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7955746141587962840/posts/default/7268859589605828115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kambingindonesia.com/2010/07/membuat-pakan-komplit-complete-feed.html' title='Membuat Pakan Komplit (complete feed)'/><author><name>umban sari goat farm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/S3_7ZcxlYpI/AAAAAAAAAAM/okA_60t4WWs/S220/15744_1157534584054_1398439853_30362877_6825183_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TDRYZCGVdbI/AAAAAAAAAHU/rr2PtNady2c/s72-c/IMAG0022.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955746141587962840.post-8065321257928605226</id><published>2010-06-04T17:00:00.000+07:00</published><updated>2010-06-04T17:00:00.778+07:00</updated><title type='text'>Urea Mollasses Mineral Block</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}@page Section1	{size:595.35pt 842.0pt;	margin:89.85pt 67.35pt 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:35.45pt;	mso-footer-margin:35.45pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="text-transform: uppercase;"&gt;Penggunaan urea mineral molasses block (UMMB) dan dodol sebagai pengganti konsentrat pada sapi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TAjOAxKdFoI/AAAAAAAAAFQ/vp5ZXKAdvOg/s1600/IMAG0194.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TAjOAxKdFoI/AAAAAAAAAFQ/vp5ZXKAdvOg/s200/IMAG0194.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pakan sapi berkualitas baik, apabila diberikan pakan pokok hijauan berupa rumput segar dan konsentrat yang lengkap kandungan asam aminonya sebagai bahan tambahan. Untuk mendapatkan konsentrat dengan kandungan asam amino yang lengkap diperlukan biaya yang cukup mahal, karena konsentrat yang lengkap kandungan asam amino terbuat dari campuran beberapa bahan pakan tambahan, contoh konsentrat lengkap apabila tersusun dari katul, jagung, bungkil kedelai, bungkil kelapa, tetes, garam dan mineral campuran (premix) dengan persentase tepat. Di negara maju pemberian pakan pada sapi dengan kualitas baik tidak menjadi masalah. Sedangkan di negara berkembang seperti Indonesia pemberian pakan berkualitas baik mengalami kesulitan karena memerlukan biaya yang besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Merupakan suatu keuntungan bagi peternak sapi bahwa pakan dengan kualitas yang cukup sudah dapat meningkatkan produksi daging. Untuk mendapatkan pakan berkualitas cukup, berarti pakan sapi tidak harus mengandung keseluruhan asm amino seperti pakan pada ternak unggas. Pakan yang berkualitas cukup tidak menyebabkan sapi kekurangan asam amino karena semua asam amino yang dibutuhkan oleh sapi dapat dibentuk di dalam rumen asalkan bahan untuk menyusun asam amino di adalam rumen adalah urea, selain itu juga karbohidrat dan mineral yang ada dalam konsentrat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kebutuhan urea, karbohidrat dan mineral untuk membentuk asam amino dalam rumen dapat diupayakan dalam satu bentuk yang di sebut &lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Urea Mineral Molasses Block (UMMB). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Kegunaan UMMB selain membentuk asam amino yang dibutuhkan oleh sapi juga untuk membantu meningkatkan pencernaan pakan yang sulit dicerna dengan cara menstabilkan kondisi keasaman (pH) di dalam rumen. Untuk mendapatkan kondisi pH ddi dalam rumen yang stabil maka UMMB diberikan secara jilatan, agar sapi dapat mengatur sendiri kebutuhannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;UREA MINERAL MOLASSES BLOCK JILATAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Urea Mineral Molasses Block (UMMB) jilatan sebagai bahan pakan dengan nama dan cara yang berbeda-beda. Ada yang menyebut UMMB atau UMB dan Dodol. Persamaan dari UMMB dan dodol adalah bertujuan untuk meningkatkan daya cerna pakan berserat kasar tinggi dan membentuk asam amino di dalam rumen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Perbedaan UMMB dan Dodol :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;1. Konsistensi dodol agak lunak sedangkan UMMB keras.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;2. Dodol dapat digigit oleh sapi sedangkan UMMB dijilat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;3. Cara pembuatan dodol dengan pemanasan sedangkan UMMB tanpa pemanasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;4. Dodol tidak mengandung bahan perekat sedangkan UMMB ada bahan perekatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bahan yang digunakan untuk UMMB maupun dodol selalu mengandung :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;1. Urea&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;2. Molasses&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;3. Mineral&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;4. Bahan konsentrat sumber karbohidrat contohnya dedak, katul, jagung, empok dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;U R E A&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Urea merupakan sumber Non Protein Nitrogen (NPN) karena urea mengandung nitrogen sebesar 45%, yang sama dengan protein kasar sebesar 281%. Di dalam rumen NPN merupakan salah satu bahan pembentuk asam amino, kemudian dengan bantuan mikroba rumen beberapa asam amino bergabung untuk membentu protein. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pembentukan protein dapat berasal dari NPN dengan bantuan kerja mikroba rumen. Jumlah urea yang diberikan pada sapi tidak boleh berlebihan. Takaran pemberian 100 mg/Kg Berat Badan sapi atau 10 gram/100 Kg Berat Badan sapi atau maksimal 115 gram/ekor sapi. Apabila diberikan lebih dari takaran akan mengakibatkan keracunan. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Gejala-gejala yang terlihat apabila terjadi keracunan urea :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;1. Sapi tampak gelisah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;2. Meneteskan air liur (ngiler)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;3. Perut gembung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;4. Menyepak-nyepakan kakinya ke perut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;5. Jalan sempoyongan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;6. Sesak nafas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;7. Mati apabila tidak cepat tertolong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;TETES ATAU MOLASSES&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tetes adalah sisa sirup terhir dari nira yang mengalami pengolahan di pabrik gula dan telah dipisahkan dari gulanya melalui kristalisasi berulang-ulang sehingga tidak mungkin lagi menghasilkan gula lagi. Dengan kata lain tetes adalah limbah yang tak digunakan dari pabrik gula. Hasil tetes separuhnya digunakan sebagai pakan ternak secara langsung maupun melalui hasil fermentasi yang menggunakan tetes sebagi bahan bakunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tetes merupakan bahan yang kaya akan karbohidrat yang mudah larut (48-68)%, kandungan mineral yaqng cukup dan disukai ternak karena baunya manis. Selain itu tetes juga mengandung vitamin B komplek yang sangat berguna untuk sapi yang masih pedet. Tetes mengandung mineral kalium yang sangat tinggi sehingga pemakaiannya pada sapi harus dibatasi maksimal 1,5-2 Kg/ekor/hari. Penggunaan tetes sebagai pakan ternak sebagai sumber energi dan meningkatkan nafsu makan, selain itu juga untuk meningkatkan kualitas bahan pakan dengan peningkatan daya cernanya. Apabila takaran melebihi batas atau sapi belum terbiasa maka menyebabkan kotoran menjadi lembek dan tidak pernah dilaporkan terjadi kematian karena keracunan tetes.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;MINERAL&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mineral sangat dibutuhkan sapi untuk membantu metabolisme dalam tubuh. Apabila sapi kekurangan mineral maka pakan yang dimakan tidak dapat digunakan secara sempurna, karena mineral juga ikut dalam pembentukan enzim dan hormon tubuh. Fungsi hormon dan enzim untuk metabolisme di dalam tubuh. Oleh karena itu pada setiap pemberian pakan selalu paling sedikit harus ditambah garam. Penyakit yang disebabkan kekurangan mineral disebut defisiensi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;BAHAN KONSENTRAT SUMBER KARBOHIDRAT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Konsentrat sebagai sumber karbohidrat perlu ditambahkan pada pembuatan UMMB atau dodol, untuk menambah kandungan energi yang dibutuhkan oleh mikroba rumen saat mencerna pakan dengan serat kasar tinggi. Selain itu juga mencegah pemakaian tetes yang berlebihan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;TEKNOLOGI PEMBUATAN UMMB DAN DODOL UREA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;I. Teknik Pembuatan UMMB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;a.&amp;nbsp; Teknik pembuatan dengan cara dingin telah dikenalkan oleh tim konsultan FAO pada pilot
