Senin, 04 November 2013

Zat Anti Nutrisi di dalam pakan

Zat antinutrisi di dalam pakan dapat berupa racun atau toksik yang dapat membahayakan ternak, sehinga perlu menjadi perhatian peternak dalam memberikan pakan tersebut, terutama dalam pemberian pakan tunggal. berikut ini beberapa diantara zat zat anti nutrisi yang dapat membahayakan ataupun mengganggu kesehatan ternak ruminansia seperti asam sianida (HCN), asam nitrat (HNO3), asam oskalat, gosipol, mimosin, coumarin, alfatoksin, alkaloid, tanin dan lignin.

Asam Sianida, umumnya terdapat pada rumput pastur, misalnya rumput gajah, rumput bengala, rumput setaria dan rumput bracharia. selain itu juga terdapat pada beberapa jenis tanaman leguminosa (kacang kacangan) seperti gamal, dan pada tanaman pangan seperti daun singkong. kandungan asam sianida pada rumput pastur, leguminosa maupun pada daun singkong sangat bervariasi. berdasarkan kandungan HCN, pakan dapat di bagi menjadi 5 kelompok seperti berikut ini: a. kurang dari 250 ppm : masih rendah dan belum bahaya. b. 250-500 ppm : rendah dan belum bahaya. c. 500-750 ppm : sedang, namun sudah diragukan. d. 750-1200 ppm: tinggi dan sudah berbahaya. e. di atas 1200 ppm : sanagt tinggi dan sangat berbahaya sekali . level toksik pada ternak ruminansia adalah 2,2 mg/kg bobot badan sapi atau kerbau, 2,4 mg/kg bobot badan kambing maupun domba. 

kandungan HCN yang terdapat pada pakan ternak tidak selalu membahayakan kesehatan ternak. sebab, HCN dapat berikatan dengan gula yang membentuk dhurin atau glukosida yang tidak toksik. namun, di dalam rumen bisa saja terjadi pemecahan dhurin menjadi HCN kembali. secara umum dapat di kemukakan bahwa toksik atau keracunan HCN pada ternak akan tergantung pada, kandungan atau kadar HCN dalam pakan, jumlah pakan yg di konsumsi dan kondisi ternaknya.
pengaruh negatif HCN terhadap kesehatan ternak dapat dikurangi melalui berbagai cara. penambahan unsur sulfur misalnya akan mengurangi pengaruhracun HCN melalui jalur detoksikasi dengan bantuan enzhym rhodase. HCN yg terbentu akan dikeluarkan melalui urine (church 1974). selain itu, vitamin B12 juga dapat membantu mengurangi toksitas HCN dengan cara mengubah HCN melalui jalur Cyanocobalamine.

Asam Nitrat (HNO3)
Asam nitrat terdapat pada semua bahan pakan dengan kandngan NO3 yang tergantung pada kandungan NO2 dan NO3 dalam tanah. AAsam nitrat ini terutama terdapat pada daun tanaman pakan ternak, sedangkan pada bagian batang kandungannya rendah.
tanaman pakan ternak dengan kandungan 2% NO3 sudah termasuk membahayakan ternak ruminansia, sedangkan batas keracunan pada ternak ruminansia adalah 1gNO3/kg bobot badan.
Penyebab keracunan asam nitrat pada ternak ruminansia adalah adanya proses penimbunan NO3. di dalam rumen, NO3 dipecah oleh mikroorganisme menjadi NO2 dan masuk kedalam darah. kemudian NO2 yang berada dalam darah akan mengikat O2 sehingga terjai defisiensi O2. Hal inilah yang menimbulkan keracunan.

Asam Oksalat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar