Jumat, 30 Desember 2011

Mengenal Kambing Boer dan silangannya

Kambing Boer merupakan salah satu kambing unggul untuk tipe pedaging. hanya saja di indonesia keberadaannya masih sedikit sekali, padahal peminatnya tidak sedikit terutama oleh peternak modern. hal ini terkadang di manfaatkan oleh para penjual kambing yang tidak bertanggung jawab dengan menjual kambing turunan persilangan boer dengan mengatakan bahwa kambing tersebut boer asli ataupun boer pure breed padahal bukan. hal ini sangat merugikan peternak pembeli yang tidak mengetahui ciri ciri boer asli dan ingin mendapatkan kambig tersebut untuk di kembangkan. 
dalam dunia perkambingan boer terdiri dari beberapa kualifikasi, diantaranya: 
Boer full blood
1. Boer Full Blood registered, yaitu: kambing boer yang berasal dari keturunan 100% kambing boer berdarah murni terdaftar silsilahnya pada asosiasi boer dan tidak memiliki satupun kambing non boer (bukan boer) dalam catatan silsilah nenek moyangnya (pedigree). Pada kenyataannya kambing boer murni hanya didapatkan dari kambing boer yang diimpor langsung dari Afrika Selatan. sedangkan yang Boer full blood unregistered tidak terdaftar silsilahnya pada asosiasi boer.

2. Boer Pure Breed, yaitu: Kambing boer peranakan (purebreed) kambing boer betina peranakan dedifinisikan memiliki 15/16 (93,75%) darah kambing boer yang berasal dari keturunan kambing boer murni atau peranakan yang telah teregistrasi dan tercatat oleh IBGA atau disebut Betina F4. kambing boer jantan peranakan didefinisikan memiliki 31/32 (96,88%) darah kambing boer yang berasal dari kambing keturunan kambing boer murni atau peranakan yang telah teregistrasi dan tercatat oleh IBGA atau disebut Jantan F5.
3. Kambing boer campuran (percentage) ,yaitu : kambing boer yang memiliki 1/2 (50%) darah kambing boer. Kambing boer campuran dapat berasal dari keturunan pejantan boer murni (fullblood) dengan indukan bukan boer atau indukan boer murni dengan pejantan bukan boer.

Kawin Silang (Cross Breeding)

Lalu pertanyaannya bagaimana mendapatkan nilai persentase darah keturunan seekor kambing boer? Aturan kawin silang (crossbreeding) kambing boer adalah acuannya. Aturan ini mensyaratkan dua hal :
  1. Pejantan yang dikawinkan harus murni (pureblood).
  2. Pencatatan silsilah (pedigree) harus konsisten dilakukan untuk menandai nilai persentase seekor kambing boer
Jika syarat diatas tidak dapat terpenuhi maka aturan kawin silang pun tidak berlaku.
Berikut adalah aturan kawin silang kambing boer. “F” disini menunjukkan persentase kemurnian kambing boer yang dihasilkan dari kawin silang pejantan kambing boer murni (fullblood) dengan indukan kambing yang lain.
  • F1 : 1/2 kambing boer (pejantan kambing boer murni, indukan kambing jenis lain)
  • F2 : 3/4 kambing boer (pejantan kambing boer murni, indukan F1)
  • F3 : 7/8 kambing boer (pejantan kambing boer murni, indukan F2)
  • F4 : 15/16 kambing boer (pejantan kambing boer murni, indukan F3)
  • F5 : 31/32 kambing boer (pejantan kambing boer murni, indukan F4)
di Indonesia kambing boer di silangkan dengan kambing kacang, jawa randu, PE, benggala dll. satu satunya institusi yang memiliki kambing boer full blood registered adalah Universitas Brawijaya. sayang dalam perjalanannya kurang berkembang baik, walaupun masih memiliki stok boer. kemudian pemprov lampung yang bekerja sama dengan beberapa perusahaan importir memiliki beberapa boer fullblood yang di peruntukan untuk persilangan kambing jawa randu di provinsi lampung. di Balai Penelitian kambing potong Lolit sei putih galang sumatera utara juga di kembang silangkan boer dengan kambing kacang.selain itu ada beberapa perusahan atau farm yang memiliki koleksi kambing boer. sementara itu di samping di Unibraw malang semen boer juga tersedia di BIB lembang dan BIB singosari.Perlu dicatat jika hasil kawin silang diatas tidak akan pernah menghasilkan keturunan murni (fullblood). Yang dihasilkan hanyalah kambing boer peranakan (purebreed). IBGA menyediakan jasa tes DNA untuk mengetahui persentase kemurnian seekor kambing boer sebagai pembuktian genetis.
berikut panduan dari presentasi BPTP pemprov lampung untuk ciri ciri kambing boer hasil silangan dengan kambing jawa randu.
Kualitatif F2

F1

F1

F1

F1




arti genetika kambing - etawa jaya
RULES_AND_REGULATIONS_FOR_REGISTRATION.pdf
http://www.boergoats.com/



9 komentar:

  1. banyak sekali jenis kambing yang ada

    BalasHapus
  2. penjelasan yang mantab tapi ada perlu diluruskan bahwa sebenarnya kambing boer ada yang bersertifikat dan yang tidak bersertifikat baik itu fullblood atau purebred (bangsa murni), dan satu - satunya boer yang memiliki sertifikat adalah di unibraw yang sampai saat ini berkembang dengan baik. memang benar purebred adalah peranakan tapi apabila telah mencapai f5 maka ini sama saja dengan murni dan dapat diregristrasikan sebangsa bangsa murni. jangankan f5 sudah mencapai f3 saja gen kambing lokal sudah hilang dominasi darah boer sudah banyak. sangat berbeda jauh kambing boer yang ter-regristrasi dengan yang tidak ter-regristrasi baik dari sifat kuanititatif, keragaman fenotip dll

    BalasHapus
  3. untuk mas/mbak anonim, purebreed sampai F berapan tidak bisa dikatakan fullblood bedasarkan peraturan registrasi asosiasi boer international , saya kutip :Fullblood Herd Book – All animals designated as Fullblood must be the offspring
    of one hundred percent (100%) Boer blood animals, and have no non-Boer
    animals in its traceable pedigree.
    B. Purebred Herd Book – All female Boers designated as Purebred must be at least
    15/16 (93.75%) Boer blood, and must be sired by an International Boer Goat
    Assn., Inc. registered or documented Fullblood or Purebred Buck. All male Boers
    designated as Purebred must be at least 31/32 (96.88%) Boer blood, and must be
    sired by an International Boer Goat Assn., Inc. registered or documented
    Fullblood or Purebred Buck. No progeny of Purebred animals shall be
    registerable as Fullblood. Animals registered as Purebred will show with
    Fullblood animals in all International Boer Goat Assn., Inc. recognized events.
    C. Percentage Herd Book – All animals designated as Percentage animals must be at
    least ½ (50%) Boer blood. Animals thus designated may be the offspring of a
    Fullblood Boer sire and a non-Boer dam or a Fullblood Boer dam and a non-Boer
    sire.
    sumber:http://www.intlboergoat.org/pdf/2010/feb16/RULES_AND_REGULATIONS_FOR_REGISTRATION.pdf

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal om,
      Terimakasih om penjelasannya, sangat bermanfaat bagi saya,,
      Saya sangat tertarik sekali untuk berbudiaya ternak kambing terutama Boer, dan Boerawa.. Untuk itu dimana saya bisa mendapatkan bibit boer murni , Atau turunannya (F..) untuk saya ternak,
      atas informasinya saya ucapkan terimakasih..

      Hapus
  4. pak coba bikin majalah tentang kambing

    BalasHapus
  5. Saya sangat tertarik memelihara kmbing jenis boer rawa f5 &, boer murni..
    Kalo boleh saya bertanya..
    Berapa harga boermurni utl sepasamg nya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. d karangploso malang mas satu thn lalu impor boer sebanyak 119ekor fullblood,,,,

      Hapus
  6. Genetik kambing bukanlah tujuan utama. Yang lebih urgen adalah karakteristik kambing yang produktif, tahan penyakit dan adaptif di lingkungan tempat kambing tersebut dikembangkan.

    BalasHapus
  7. di tulungagung ada mas. di rejotangan.

    BalasHapus