Rabu, 09 November 2011

Indigofera Sp (tarum / nila / tom) leguminosa kaya nutrisi untuk pakan ternak

.
Pengembangan ternak ruminansia secara baik membutuhkan dukungan hijauan pakan ternak yang berkualitas. Indigofera Sp adalah hijauan pakan jenis leguminosa pohon yang memiliki kualitas nutrisi yang tinggi.Tanaman Indigofera spicata adalah jenis leguminosa pohon yang selama ini belum dieksplorasi potensinya sebagai hijauan pakan ternak.Tanaman ini memiliki kandungan protein yang tinggi setara dengan alfalfa, kandungan mineral yang tinggi ideal bagi ternak perah, struktur serat yang baik dan nilai kecernaan yang tinggi bagi ternak ruminansia. Penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa produktivitas tanaman ini tergolong tinggi yaitu mencapai 30 ton bahan kering per ha per tahun dengan interval pemotongan 60 hari dan intensitas pemotongan 1,5 m di atas permukaan tanah. Dengan kandungan protein yang tinggi (21-24 %) disertai kandungan serat yang relatif rendah dan tingkat kecernaan yang tinggi (77%) tanaman ini sangat baik sebagai sumber hijauan baik sebagai pakan dasar maupun sebagai pakan suplemen sumber protein dan energi, terlebih untuk ternak dalam status produksi tinggi (laktasi, ternak mudapasca sapi).
Karena toleran terhadap kekeringan, maka Indigofera spicata dapat dikembangkan di wilayah dengan iklim kering untuk mengatasi terbatasnya ketersediaan hijauan terutama selama musim kemarau. Keunggulan lain tanaman ini adalah kandungan tanninnya sangat rendah berkisar antara 0,6 – 1,4 ppm (jauh di bawah taraf yang dapat menimbulkan sifat anti nutrisi). Rendahnya kandungan tannin ini juga berdampak positif terhadap palatabilitasnya (disukai ternak). Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen panen yang optimal ditinjau dari aspek produktivitas dan kualitas nutrisi adalah panen pertama dilakukan pada umur 8 bulan disertai dengan frekuensi panen setiap 60 hari dengan tinggi pemotongan 1,5 m diatas permukaan tanah. Produksi yang melimpah selama musim hujan dapat dipreservasi (diawetkan) dengan teknologi fermentasi (silase ), sehingga dapat dimanfaatkan selama musim kemarau. Tanaman Indigofera Sp tahan terhadap kekeringan, sehingga dapat menjadi sumber pakan pada musim kemarau. 
Tarum (dari bahasa Sunda), nila, atau indigo (Indigofera, suku polong-polongan atau Fabaceae) merupakan tumbuhan penghasil warna biru alami. Orang Jawa menyebutnya sebagai tom
Penggunaan Indigofera sp
1. Umur potong pertama : 8 bulan
2. Interval pemotongan : 60 – 90 hari
3. Tinggi pemotongan :1,0 – 1,5 meter dari permukaan tanah
4. Jumlah pemberian :1 – 2 kg/ ekor per hari



















Masyarakat di Tatar Sunda membudidayakan tarum di tegalan atau di sawah. Setelah dicangkul lalu ditanam steknya. Stek yang digunakan diambil dari cabang yang paling kuat pertumbuhannya, dipotong sepanjang 30 cm dengan pisau yang tajam agar tidak sobek.
Setelah dipotong, disimpan di tempat yang dingin dengan ujung stek diletakkan di bagian atas, dibiarkan selama 1-3 hari sampai permukaan potongan stek kering. Setelah itu, barulah 2-3 stek ditaman dalam satu lubang. Tunas tampak setelah 2 minggu.
Jika yang ditanam bijinya, tiap lubang ditanami 3-4 butir, atau disemai terlebih dahulu. Semaian baru dipindahkan pada umur 1-1,5 bulan. Setelah itu, mulai disiangi dan barisan tanahnya dibentuk menjadi semacam pematang. Satu bulan kemudian disiangi dan ditinggikan lagi. 

5 komentar:

  1. Pak terimakasih informasinya sangat bermanfaat ,saYA DI WILAYAH SOLO UTARA JAWA TENGAH KALO MAU BELI BIBIT DIMANA BAPAK

    BalasHapus
  2. Saya pengembang ternak kambing di wilayah NTT. Mau beli bibit indigofera gimana caranya ?

    BalasHapus
  3. we would like to buy 1 kg of indigofera spicata seeds.
    Please send me the supplier details to kukilfarms.in@gmail.com

    BalasHapus
  4. yang membutuhkan benih indigofera SP, bisa menghubungi saya:
    081615147159

    BalasHapus
  5. DImana kalo mau pesan indigoferanya gan ? bagaaimana tata caranya?

    BalasHapus