Rabu, 07 Juli 2010

MEMBUAT HAY DARI JERAMI PADI (MENGAWETKAN HIJAUAN DENGAN PROSES AMONIASI)

Faktor makanan adalah sangat penting bagi produksi ternak; produksi yang baik tidak akan dapat dicapai tanpa makanan yang cukup tersedia. Bagi ternak ruminansia (domba,sapi,kambing dan kerbau) makanan utamanya adalah hijauan, seperti jenis rumput-rumputan, leguminosa dan daun-daun lainnya. Akan tetapi penyediaan pakan hijauan masih memiliki kendala, terutama pada musim kemarau. Sebagian besar lahan pertanian
dipergunakan untuk sawah, dan tidak ada lahan khusus untuk menanam hijauan. Dengan demikian peternak dapat memperoleh hijauan, seperti rumput lapangan, dari galagan-galangan, atau pinggir jalan dan lain-lain. Walau demikian limbah produksi padi, yaitu jerami padi cukup berlimpah, bahkan sebagian dibakar. Ini masih dapat dimanfaatkan untuk ternak. Akan tetapi jerami padi kualitasnya sangat rendah, sehingga perlu pengolahan
agar kualitasnya meningkat. Jerami padi masih termasuk hijauan, tapi kualitasnya rendah. Kandungan gizi jerami padi diantaranya protein hanya 3-5 %, padahal hijauan rumput, misalnya rumput gajah mencapai 12-14%. Demikian pula kadar vitamin dan mineralnya rendah pula, sehingga jerami padi dikategorikan pakan yang “miskin”. Disamping itu seratnya sangat liat, atau dengan kata lain kecernaannya rendah 25-45%, tergantung varietasnya. Ternak yang hanya diberi ransum jerami padi saja, berat badannya akan menurun. Untuk itu jangan diberikan pada ternak perah terutama yang sedang laktasi. Namun demikian masih dapat diberikan pada ternak potong. Itupun dicampur dengan rumput yang bagus dan konsentrat.
Penyebab dari rendahnya kecernaan adalah terdapat lignin sekitar 6-7%. Lignin tidak dapat dicerna dalam rumen atau dalam pencernaan. Juga
mengandung 13 % silikat. Silikat ini adalah seperti kaca, jadi dapat dimengerti zat yang berguna (protein, selulose, hemiselulose) masih dibungkus oleh pelapis yang keras yaitu lignin dan silikat. Belum lagi ikatan serat di dalamnya sangat kuat. Walaupun demukian karbohidrat struktural, yaitu yang dinamakan sellulosa dan hemisellulosa. Inilah yang mempunyai nilai energi bagi ternak. Potensi sellulosa dan hemisellulosa pada jerami padi ini perlu pengolahan.

Prinsip Amoniasi Jerami Padi.
Sellulosa dan hemisellulosa adalah bagian dari serat kasar hijauan Keduanya secara kimia merupakan rantai yang panjang dari glukosa. Ikatan rantai ini cukup kuat. Disamping itu mereka berikatan pula dengan lignin, ikatan inipun lebih kuat dari ikatan diantara sellulosa tadi. Semuanya itu secara bersama-sama cukup tahan terhadap “serangan” enzim yang
dikeluarkan oleh mikroba rumen (pencernaan). Jika rangkaian ini dapat lepas maka sellulosa dan hemisellulosa tadi dimanfaatkan oleh tubuh ternak sebagai energi. Dengan demikian maksud dari pengolahan amoniasi adalah memotong ikatan rantai tadi dan membebaskan sellulosa dan hemisellulosa agar dapat dimanfaatkan oleh tubuh ternak. Amoniak (NH3) yang berasal dari urea akan bereaksi dengan jerami padi. Dalam hal ini ikatan tadi lepas diganti mengikat NH3, dan sellulosa serta hemisellulosa lepas. Ini semua berakibat pada kecernaan meningkat, juga kadar protein jerami padi meningkat; NH3 yang terikat berubah menjadi senyawa sumber protein.
Dengan demikian keuntungan amoniasi adalah :
· Kecernaan meningkat
· Protein jerami meningkat.
· Menghambat pertumbuhan jamur.
· Memusnahkan telur cacing yang terdapat dalam jerami.
Tampaklah bahwa kedua keuntungan yang terakhir sekaligus merupakan pengawetan.

Cara Pengawetan Hijauan Dengan Amoniasi
I. Alat
1. Kotak kayu (dapat digunakan kotak bekas buah-buahan /telur) untuk mencetak ukuran jerami.
2. Tali rafia untuk mengikat.
3. Kantung plastik besar (plastik untuk pembungkus sampah)
4. Karung plastik.
5. Ban bekas untuk pemberat.
II. Bahan
1. Jerami padi.
III. Langkah Kerja
1. Sediakan jerami padi yang sudah kering.
2. Sediakan kotak untuk mencetak jerami.
3. Susun jerami dalam kotak cetak tersebut.
4. Lakukan pemadatan jerami dalam kotak cetak tersebut.
5. Jerami hasil pengepakan dan pengepresan ditekan keluar.
6. Jerami hasil pak siap disusun.
7. Siapkan kantung plastik dan karung plastik untuk mengantongi jerami.
8. Masukkan jerami padi tersebut kedalam plastik. Taburkan urea dengan takaran 3 % dari berat jerami (3 kg urea untuk setiap 100 kg jerami padi), sedikit demi sedikit setiap lapis jerami, lakukan pemadatan dengan cara diinjak-injak.
9. Tutup dan ikat plastik, usahakan tidak tersisa udara.
10. Berikan beban tekanan (pemberat/ban mobil bekas) pada karung.
11. Setelah 21 hari, karung dibuka, jerami diangin-anginkan sebelum diberikan pada ternak.

Kriteria hasil amoniasi yang baik adalah :
· Berwarna kecoklat-coklatan.
· Kering.
· Jerami padi hasil amoniasi lebih lembut dibandingkan jerami asalnya.

1 komentar:

  1. wah bagus sekali ini...tpi kira2 berapa waktu peng angin2an jerami amoniasinya pak??....

    BalasHapus