Minggu, 11 Juli 2010

MANAGEMENT PENGELOLAAN ANAK DARI LAHIR SAMPAI DISAPIH

Pemberian Kolostrum
Pada ternak ruminansia seperti kambing, plasenta yang membungkus janin selama didalam kandungan menghambat transfer atau perpindahan senyawa antibodi (immunoglobulin) dari induk ke anak. Oleh karena itu, saat dilahirkan seekor anak memiliki sistem pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit yang relatif sangat rendah, karena kandungan immunoglobulin didalam serum sangat rendah (1,2-3,3 g/dl), dalam waktu 24 jam setelah dilahirkan. Dengan demikian, anak yang baru dilahirkan akan memiliki sistem pertahanan tubuh dengan mengkonsumsi kolostrum yaitu cairan yang pertama sekali dikeluarkan induk saat anak menyusui. Kolostrum ini diproduksi didalam ambing pada akhir masa kebuntingan dan mengandung antibody serta nutrisi (energi, vitamin dan protein) dalam konsentrasi yang tinggi. Kolostrum memiliki 3 fungsi yang sangat vital bagi anak yang baru dilahirkan yaitu: 1) fungsi laxatif/pencahar untuk membantu pengeluaran mucus yang melapisi saluran cerna anak yang baru dilahirkan sehingga mampu menyerap nutrisi yang dikonsumsi, 2) fungsi nutritif yaitu sebagai sumber nutrisi terutama energi yang sangat baik karena kandungan lemaknya yang tinggi bagi anak baru lahir yang memiliki cadangan energi relatif rendah saat dilahirkan dan 3) fungsi protektif yaitu mengandung senyawa antibodi untuk melindungi anak yang baru dilahirkan dari berbagai penyakit sebelum sistem pertahan tubuh anak berkembang dengan baik sampai umur 3 minggu. Dari sebab itu, asupan kolostrum ini menjadi sangat penting karena merupakan cara paling efektif untuk meningkatkan sistem pertahanan tubuh anak yang baru dilahirkan. Dengan demikian, untuk mencegah tingkat kematian anak yang tinggi, maka anak yang baru dilahirkan harus mendapatkan kolostrum dari ambing induk dalam waktu setengah atau satu jam setelah dilahirkan. Beberapa saat setelah dilahirkan anak kambing mampu menyerap antibodi dalam kolostrum dengan efektif, namun kemampuan serap ini cepat menurun dalam waktu 48 jam setelah dilahirkan. Anak yang baru lahir harus segera dapat menyusui induknya agar mendapatkan kolostrum sebagai sumber anti bodi dan zat nutrisi
Untuk memastikan bahwa saluran putting susu tidak mengalami penyumbatan, maka dapat dilakukan pemerahan untuk memastikan cairan ambing/kolostrum dapat keluar. Apabila induk cenderung menolak menyusui anak untuk mendapatkan kolostrum, maka sebaiknya ambing induk diperah dan kolostrum ditampung dalam botol untuk diberikan kepada anak. Pemberian Susu Pengganti/Milk Replacer
Pemberian susu pengganti atau milk replacer diperlukan pada beberapa kasus seperti 1) air susu induk tidak mencukupi, 2) air susu induk tidak ada sama sekali dan 3) induk mati. Untuk menyelamatkan anak perlu diberikan susu pengganti. Susu pengganti yang paling baik adalah susu kambing dari induk lain yang sedang menyusui, namun apabila tidaktersedia dapat digunakan susu sapid an hal ini secara ekonomis lebih efisien karena harga susu sapi biasanya jauh lebih murah dibandingkan dengan susu kambing. Hasil penelitian menunjukan tidak ada perbedaan antara susu sapi dan susu kambing bila digunakan sebagai pengganti susu pada anak kambing. susu pengganti/ milk replacer diberikan kepada anak kambing yang tidak mendapat susu dari induk.
Susu pengganti dapat dibuat dari campuran beberapa bahan apabila tidak terdapt atau sulit mendapatkan susu segar. Susu pengganti dapat diamu dari campuran: susu bubuk ( 0,5 liter) + minyak ikan (1 sendok the) + telur ayam ( 1 butir) + gula ( 0,5 sendok teh). Susu pengganti diberikan 2-3 x dalam sehari. Formula susu pengganti. ini juga dapat digunakan sebagai pengganti susu induk apabila karena sesuatu hal induk tidak dapat menyusui anaknya, seperti akibat kematian, puting susu tersumbat atau produksi susu yang sangat rendah.
Sumber :
LOLIT KAMBING POTONG
SEI PUTIH - SUMUT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar