Sabtu, 01 Maret 2014

Menikmati daging kambing tanpa bau

Kurangi Aroma Tajam Daging Domba dan Kambing dengan 5 Cara Praktis Ini
Daging domba memang tak berbau semenyengat daging kambing. Namun, tetap saja bau perengusnya cukup mengganggu. Tak usah bingung, baunya bisa dikurangi dengan bahan-bahan alami.
Meat & Livestock Australia (MLA) membagikan tips menghilangkan bau pada daging domba. Cara ini juga bisa diterapkan untuk daging kambing.
1. Lobak
Rebus daging bersama beberapa potong lobak. Setengah jam kemudian angkat, lalu keluarkan lobak dari rebusan. Rebus kembali daging domba hingga empuk.
2. Kacang hijau
Rebus satu kilogram daging bersama 1 sendok teh kacang hijau. Setelah 10 menit, angkat dan tiriskan kacang hijau. Masak kembali daging domba.
3. Bubuk kari
Masak satu kilogram daging bersama 10 gram bubuk kari. Jika tak ingin aroma kari terlalu tajam, rebus beberapa menit saja. Angkat daging dan ganti air perebusnya. Aroma wangi rempah akan membuat aroma daging domba jadi enak.
4. Tebu
Masak satu kilogram daging bersama 200 gram tebu yang sudah dipotong-potong. Rebus hingga daging setengah matang lalu angkat tebu. rasa manis tebu akan membuat aroma daging lebih segar.
5. Cuka
Didihkan satu liter air, lalu masukkan satu kilogram daging dan 50 ml cuka masak. Setelah mendidih lagi, tiriskan daging.

Broyongan / Prolapsus Uteri

Penanganan Prolapsus Uteri
 
prolapsus uteri (broyong; jawa.) adalah kondisi dimana rahim (uterus) ternak betina keluar dari tubuh pada saat ternak betina tersebut merejan. Kondisi ini akan selalu berulang kecuali dengan penanganan yang cermat.



Pencegahan 
  1. Tempatkan Induk kambing bunting di dalam kandang yg tidak terlalu sempit
  2. Umbar Kambing seminggu 2-3 kali atau setiap pagi 2-4 jam
  3. Tempatkan palung pakan tidak terlalu tinggi sehingga kambing tidak perlu memanjat utk makan
  4. menjelang bulan ke 4 kebuntingan, porsi makanan di jaga agar tidak terlalu kegemukan 

Senin, 17 Februari 2014

Penanganan Kutu pada ternak Kambing


Kutu pada hewan khususnya pada kambing dan domba perlu diperhatikan karena kambing dan domba yang terinfeksi kutu adalah mencapai angka 41, 4-85% dan mengakibatkan kegatalan, peradangan kulit, kekurusan serta kerontokan bulu

Usaha menanggulangi dengan menggunakan obat pembunuh kutu (insektisida) yang umumnya masih diimpor harganya menjadi mahal. Untuk itu perlu diganti dengan obat alternatip seperti dari dari tanaman . Berdasarkan studi pustaka tanaman yang dapat digunakan sebagai alternatip untuk memberantas kutu adalah larutan 8% dari biji Annona squamosa atau A .muricata serta campuran dari 0,5 kg daun mimba (Melia azadirachta L), 1 kg daun tembakau, 0,5 kg biji A. squamosa dengan 0,5 liter air
gejala
Ternak tidak tenang
Ternak pucat, lemah dan kurus
Produksi susu dan pertumbuhan ternak menurun
 
Pencegahan
Mandikan ternak secara rutin
Cek secara berkala
Rendam ternak atau semprot dengan larutan cyper killer, namun harus hati hati agar tidak sampai tertelan ternak dapat juga memakai kapur barus yang di haluskan atau kapur ajaib.
semprot kandang dengan anti kutu secara berkala

peternak kambing indonesia 

Senin, 04 November 2013

Zat Anti Nutrisi di dalam pakan

Zat antinutrisi di dalam pakan dapat berupa racun atau toksik yang dapat membahayakan ternak, sehinga perlu menjadi perhatian peternak dalam memberikan pakan tersebut, terutama dalam pemberian pakan tunggal. berikut ini beberapa diantara zat zat anti nutrisi yang dapat membahayakan ataupun mengganggu kesehatan ternak ruminansia seperti asam sianida (HCN), asam nitrat (HNO3), asam oskalat, gosipol, mimosin, coumarin, alfatoksin, alkaloid, tanin dan lignin.

Asam Sianida, umumnya terdapat pada rumput pastur, misalnya rumput gajah, rumput bengala, rumput setaria dan rumput bracharia. selain itu juga terdapat pada beberapa jenis tanaman leguminosa (kacang kacangan) seperti gamal, dan pada tanaman pangan seperti daun singkong. kandungan asam sianida pada rumput pastur, leguminosa maupun pada daun singkong sangat bervariasi. berdasarkan kandungan HCN, pakan dapat di bagi menjadi 5 kelompok seperti berikut ini: a. kurang dari 250 ppm : masih rendah dan belum bahaya. b. 250-500 ppm : rendah dan belum bahaya. c. 500-750 ppm : sedang, namun sudah diragukan. d. 750-1200 ppm: tinggi dan sudah berbahaya. e. di atas 1200 ppm : sanagt tinggi dan sangat berbahaya sekali . level toksik pada ternak ruminansia adalah 2,2 mg/kg bobot badan sapi atau kerbau, 2,4 mg/kg bobot badan kambing maupun domba.