Jumat, 30 Desember 2011

Mengenal Kambing Boer dan silangannya

Kambing Boer merupakan salah satu kambing unggul untuk tipe pedaging. hanya saja di indonesia keberadaannya masih sedikit sekali, padahal peminatnya tidak sedikit terutama oleh peternak modern. hal ini terkadang di manfaatkan oleh para penjual kambing yang tidak bertanggung jawab dengan menjual kambing turunan persilangan boer dengan mengatakan bahwa kambing tersebut boer asli ataupun boer pure breed padahal bukan. hal ini sangat merugikan peternak pembeli yang tidak mengetahui ciri ciri boer asli dan ingin mendapatkan kambig tersebut untuk di kembangkan. 
dalam dunia perkambingan boer terdiri dari beberapa kualifikasi, diantaranya: 
Boer full blood
1. Boer Full Blood registered, yaitu: kambing boer yang berasal dari keturunan 100% kambing boer berdarah murni terdaftar silsilahnya pada asosiasi boer dan tidak memiliki satupun kambing non boer (bukan boer) dalam catatan silsilah nenek moyangnya (pedigree). Pada kenyataannya kambing boer murni hanya didapatkan dari kambing boer yang diimpor langsung dari Afrika Selatan. sedangkan yang Boer full blood unregistered tidak terdaftar silsilahnya pada asosiasi boer.

Kamis, 01 Desember 2011

Memilih Bibit Kambing


Pemilihan bibit harus disesuaikan dengan tujuan dari usaha, apakah untuk pedaging, atau perah (misalnya: kambing kacang untuk produksi daging, kambing etawah untuk produksi susu, dll). Secara umum ciri bibit yang baik adalah yang berbadan sehat, tidak cacat, bulu bersih dan mengkilat, daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan.
Ciri untuk calon induk:
1) Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus, tubuh besar, tapi tidak terlalu gemuk.
2) Jinak dan sorot matanya ramah.
3) Kaki lurus dan tumit tinggi.
4) Gigi lengkap, mampu merumput dengan baik (efisien), rahang atas dan bawah rata.
5) Dari keturunan kembar atau dilahirkan tunggal tapi dari induk yang muda.
6) Ambing simetris, tidak menggantung dan berputing 2 buah.


Ciri untuk calon pejantan :
1) Tubuh besar dan panjang dengan bagian belakang lebih besar dan lebih tinggi, dada lebar, tidak terlalu gemuk, gagah, aktif dan memiliki libido (nafsu kawin) tinggi.
2) Kaki lurus dan kuat.
3) Dari keturunan kembar.
4) Umur antara 1,5 sampai 3 tahun.

Minggu, 27 November 2011

SNI kambing PE

Srikandi milik Adam Banjarnegara di Kontes PE Nasional Yogya
Standar ini menetapkan persyaratan mutu dan cara pengukuran bibit kambing peranakan Ettawa (PE) , hanya berlaku untuk bibit sebar. Bibit kambing peranakan Ettawa diklasifikasikan atas bibit dasar (foundation stock = FS), bibit induk (breeding stock = BS) dan bibit sebar (commercial stock = CS). Persyaratan mutu terdiri dari persyaratan kualitatif yang meliputi fisik (warna bulu, profil muka, tanduk dan ekor), serta persyaratan kuantitatif yang harus memenuhi parameter yang sudah di tetapkan sesuai dengan umur dari bibit kambing PE jantan dan betina. Parameter yang diukur yaitu Bobot badan, tinggi pundak, panjang badan, lingkar dada, panjang telinga, panjang bulu rewos. Untuk penentuan umur, diukur berdasarkan catatan (recording) atau atas dasar perkembangan gigi seri. 
PDF SNI Kambing PE DEPTAN